MAKASSAR,FILALIN.COM, — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mengatasi potensi antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), termasuk menambah pasokan dan mempercepat distribusi dari terminal BBM ke SPBU.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan koordinasi dengan seluruh pengelola SPBU dan Hiswana Migas terus dilakukan guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
“Ketika memang terjadi antrean, kami akan terus memonitor dan menambah pasokan. Kami juga memaksimalkan penjadwalan pengiriman BBM lebih dini dari terminal BBM ke SPBU, termasuk mengoptimalkan operasional SPBU yang memungkinkan buka lebih awal,” kata Lilik kepada media di Kopi Heng, Makassar, Rabu (22/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, penambahan pasokan dilakukan secara kondisional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Apabila antrean mulai terjadi, Pertamina akan segera mengambil langkah untuk mengurai kepadatan di SPBU.
“Ketika terjadi antrean, kami akan melakukan ikhtiar maksimal agar antrean dapat segera terurai,” ujarnya.
Selain menjaga kelancaran distribusi, Pertamina juga terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemblokiran nomor polisi kendaraan yang terindikasi tidak memenuhi ketentuan.
Lilik mengungkapkan, hingga Juni 2026 terdapat sekitar 1.400 nomor polisi (nopol) kendaraan di wilayah Sulawesi yang telah diblokir dari sistem pembelian BBM subsidi.
“Kurang lebih ada sekitar 1.400 nopol kendaraan yang telah diblokir sampai dengan Juni kemarin. Jumlah ini akan terus kami monitor dan lakukan pemeliharaan data selanjutnya,” katanya.
Ia menjelaskan, pemblokiran dilakukan setelah proses verifikasi bersama lembaga penyalur. Sejumlah kendaraan ditemukan menggunakan nomor polisi yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan atau tidak memenuhi kriteria sebagai penerima BBM subsidi.
“Beberapa kendaraan memang tidak sesuai, misalnya nomor polisinya berbeda dengan kendaraan yang digunakan atau memang tidak berhak memperoleh BBM subsidi. Langkah ini merupakan upaya antisipatif agar subsidi energi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujar Lilik.
Pertamina menegaskan akan terus memperbarui data kendaraan secara berkala serta meningkatkan koordinasi dengan para penyalur guna memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Sulawesi. (*)




















