MAKASSAR,FILALIN.COM, — Memasuki tahun ajaran 2026/2027, SD Islam Athirah Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan peserta didik (personalized learning) sebagai fondasi membentuk generasi berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Welcoming Day yang dihadiri orang tua dan wali murid di Auditorium Sekolah Islam Athirah.
Mengusung tema “Personalized Learning for Future Leaders to Grow”, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyamakan visi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi proses belajar anak sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah. SD Islam Athirah Makassar meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sambutan Kepala SD Islam Athirah Makassar, Muh. Khasan, S.Pd., M.M., yang dibacakan oleh A. Luisha Edita Anjhuni, menegaskan bahwa sekolah memahami tantangan yang dihadapi anak, khususnya pada masa transisi dari pendidikan anak usia dini menuju sekolah dasar. Karena itu, pendekatan pembelajaran dirancang sesuai kebutuhan setiap peserta didik sebagai generasi digital yang akan menghadapi perubahan sosial dan teknologi yang semakin dinamis.
Melalui pendekatan personalized learning, sekolah mengintegrasikan metode STEAM, Discovery Learning, dan Project-based Learning dalam kurikulum Athirah Integrated and Holistic Education System (AIHES). Seluruh proses pembelajaran tetap berpijak pada nilai utama Sekolah Islam Athirah, yakni “Dahulukan Adab Sebelum Ilmu”, yang diperkuat dengan pembelajaran Fardhu ’Ain sebagai fondasi pembentukan karakter.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wahyuddin, S.Pd., menambahkan bahwa penguatan pendidikan Al-Qur’an menjadi salah satu fokus utama pada tahun ajaran ini. Menurutnya, peningkatan mutu pembelajaran Al-Qur’an tidak dapat dilakukan sekolah secara mandiri, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif orang tua.
“Sistem pembelajaran Al-Qur’an SD Islam Athirah Makassar akan menitikberatkan pada sinergi sekolah dan orang tua untuk meningkatkan jaminan mutu pembelajaran Al-Qur’an,” ujarnya.
Setelah sesi utama di auditorium, orang tua mengikuti pertemuan bersama wali kelas untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai program pembelajaran, target perkembangan peserta didik selama satu tahun, serta pembentukan Forum Komunikasi Kelas (FKK). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun komunikasi yang lebih terbuka dan kolaboratif antara sekolah dan keluarga.
Melalui Welcoming Day, SD Islam Athirah Makassar menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal, membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan peserta didik menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak, adaptif, dan berdaya saing. (*)




















