GOWA,FILALIN.COM, — Tim CARA’DE PPK Ormawa BEM KMF TP UH kembali melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui difusi teknologi aquaponik dan instalasi aerator di rumah warga Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, pada Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 15.00 WITA.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Tim CARA’DE dalam memperkenalkan dan menerapkan teknologi tepat guna kepada masyarakat sebagai salah satu langkah mendukung pengembangan sistem budidaya yang terintegrasi dan berkelanjutan. Aquaponik diperkenalkan sebagai sistem yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem dengan memanfaatkan air secara lebih efisien.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan instalasi aerator pada kolam budidaya ikan milik warga. Pemasangan aerator bertujuan membantu meningkatkan ketersediaan oksigen di dalam air sehingga dapat mendukung kondisi lingkungan perairan yang lebih baik bagi pertumbuhan ikan.
Selain melakukan pemasangan perangkat, Tim CARA’DE turut memberikan edukasi kepada warga mengenai fungsi aerator, cara pengoperasian, serta pentingnya menjaga kualitas air dalam sistem budidaya. Keterlibatan warga secara langsung menjadi bagian penting agar teknologi yang diperkenalkan dapat dipahami dan dioperasikan secara mandiri.
Muhammad Agil, salah satu anggota Tim CARA’DE, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
«“Melalui difusi teknologi aquaponik dan instalasi aerator ini, kami ingin memperkenalkan teknologi yang sederhana namun memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Aquaponik tidak hanya menjadi alternatif dalam budidaya ikan dan tanaman, tetapi juga merupakan bagian dari upaya kami untuk mendorong penerapan konsep Smart Hydro-Feed Farming di Desa Tinggimae. Harapannya, teknologi yang kami terapkan dapat dipahami, dimanfaatkan, dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Muhammad Agil.»
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Tim CARA’DE dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada penerapan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Melalui penerapan aquaponik dan sistem aerasi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan budidaya ikan dan tanaman secara terpadu.
Difusi teknologi dan instalasi aerator ini juga menjadi bagian dari pengembangan konsep Smart Hydro-Feed Farming, yang mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, dan teknologi dalam satu sistem. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperluas pemanfaatan inovasi tepat guna di lingkungan masyarakat Desa Tinggimae. (*)




















