Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Dukung Kajian IMTI 2026 untuk Perkuat Pariwisata Ramah Muslim

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 17:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILAL.COM, — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Forum Diskusi Kajian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pariwisata sekaligus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

Forum Diskusi Kajian IMTI 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Sipakainge, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Jend. Sudirman No. 3, Makassar, dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, SH., M.A.P.; Ekonom Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Annisa Elma Nabila; Tim Kajian IMTI Pusat dari Enhai Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung dan CrescentRating; asosiasi pariwisata; serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kajian dan asesmen IMTI 2026, termasuk pelaksanaan site visit di Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan menjadi salah satu dari 14 provinsi yang mengikuti asesmen IMTI 2026 dan telah masuk dalam 15 besar tahap penentuan rating dan ranking Destinasi Wisata Halal Unggulan Indonesia Tahun 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaksanaan IMTI menjadi momentum penting bagi Sulawesi Selatan untuk memperoleh pemetaan yang lebih komprehensif mengenai kesiapan dan perkembangan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim, sekaligus mengidentifikasi ruang penguatan ke depan,” ujar Firman Hidayat.

Lebih lanjut, pemetaan ini menjadi pijakan untuk merumuskan tiga area penguatan utama dalam pengembangan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim di Sulawesi Selatan, yaitu : 1. Destinasi wisata ramah muslim dapat memberikan pengalaman yang baik kepada wisatawan, mulai dari kemudahan konektivitas, kebersihan, keamanan, akses informasi hingga kemudahan bertransaksi. 2. Destinasi wisata muslim memiliki standar layanan global dan menuju destinasi muslim yang universal. Dengan kata lain, destinasi wisata dapat memenuhi kebutuhan wisatawan muslim, namun tetap nyaman dan menarik bagi wisatawan lain dari berbagai negara, budaya serta latar belakang. 3. Destinasi wisata muslim memiliki linkage dengan potensi unggulan lokal seperti umkm dan kuliner.

Penguatan potensi tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, UMKM, komunitas, asosiasi, hingga lembaga terkait. Kolaborasi diharapkan dapat membangun ekosistem Pariwisata Ramah Muslim yang semakin terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat halal value chain di Sulawesi Selatan.

KPwBI Sulsel berharap hasil asesmen IMTI 2026 tidak hanya menjadi dasar penilaian rating dan ranking, tetapi juga dapat menjadi referensi bersama dalam merumuskan kebijakan dan program pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di Sulawesi Selatan.

Melalui sinergi tersebut, pelaksanaan IMTI 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Sulawesi Selatan dalam peta destinasi ramah muslim nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan pariwisata dan rantai nilai halal. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hanya di Kalla Toyota, Lebih Mudah Miliki Toyota Impian  dengan Bunga Spesial Mulai 0%
Verso Barista Academy Sukses Gelar Kursus Batch 43: Transformasi Pemula Menjadi Pemilik Kedai Kopi dalam 4 Hari
PJM Tegaskan Peran Strategis Pandu di Tengah Transformasi Teknologi Maritim pada The 27th IMPA Congress 2026
Aviation Fuel Terminal Hasanuddin Pertamina Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Gangguan Supply melalui Simulasi BCMS
KPPU DENDA PT EVANS INDONESIA RP2 MILIAR   ATAS KETERLAMBATAN NOTIFIKASI AKUISISI 
Progres Capai 85%, Jembatan Sungai Badenglolo Segera Terhubung untuk Warga Biringbulu
Kebakaran Lahan Seluas 2 Ha di Kec. Manuju Berhasil Dipadamkan Gabungan TNI dan Satpol PP
Makassar Leadership Summit Bangun Dialog Strategis Bersama Pemerintah Kota Makassar, Dorong Makassar sebagai Epicentrum Kepemimpinan  Lintas Sektor di Indonesia Timur
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 17:51 WITA

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Dukung Kajian IMTI 2026 untuk Perkuat Pariwisata Ramah Muslim

Rabu, 2 September 2026 - 16:09 WITA

Hanya di Kalla Toyota, Lebih Mudah Miliki Toyota Impian  dengan Bunga Spesial Mulai 0%

Rabu, 2 September 2026 - 14:13 WITA

Verso Barista Academy Sukses Gelar Kursus Batch 43: Transformasi Pemula Menjadi Pemilik Kedai Kopi dalam 4 Hari

Rabu, 2 September 2026 - 12:02 WITA

PJM Tegaskan Peran Strategis Pandu di Tengah Transformasi Teknologi Maritim pada The 27th IMPA Congress 2026

Rabu, 2 September 2026 - 08:54 WITA

Aviation Fuel Terminal Hasanuddin Pertamina Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Gangguan Supply melalui Simulasi BCMS

Berita Terbaru