MAKASSAR,FILALIN.COM, – Kinerja bisnis PT Pegadaian Kanwil VI Makassar yang meliputi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara menunjukkan pertumbuhan positif hingga kuartal II 2026.
Kepala Departemen Business Support Pegadaian Kanwil VI Sulselbaramaluku, Dedi Suryadi, mengatakan outstanding bisnis hingga kuartal II 2026 mencapai pertumbuhan sebesar 17,37 persen, atau meningkat 53,16 persen secara year on year.
Hal tersebut disampaikan Dedi dalam kegiatan media gathering Pegadaian Kanwil VI Makassar, Senin (7/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, dari sisi pencapaian terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026, kinerja Pegadaian Kanwil VI Sulselbaramaluku telah mencapai 115,07 persen.
“Untuk laba sendiri, sampai dengan kuartal II, Pegadaian Sulselbaramaluku membukukan laba Rp1,23 triliun, naik 36,52 persen secara year on year dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Dedi.
Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah nasabah aktif. Hingga periode tersebut, Pegadaian mencatat 1.654.231 nasabah aktif atau meningkat 4,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi kualitas kredit, Dedi menyebut kondisi pembiayaan Pegadaian masih berada pada level sehat. Non Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 0,88 persen atau masih di bawah satu persen.
Cicil Emas Tembus Rp1,14 Triliun
Selain bisnis gadai, produk investasi emas menjadi salah satu penopang pertumbuhan Pegadaian.
Dedi mengungkapkan, outstanding produk Cicil Emas hingga Juni 2026 telah mencapai Rp1,14 triliun. Angka tersebut tumbuh 125,6 persen secara year on year.
Jika dilihat dari volume emas, penjualan melalui produk Cicil Emas hingga Juni 2026 mencapai sekitar 459,2 kilogram atau hampir setengah ton emas.
Sementara itu, saldo Tabungan Emas Pegadaian Kanwil VI Sulselbaramaluku hingga Juni 2026 telah mencapai 1,05 ton.
Menurut Dedi, capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk menjadikan emas sebagai salah satu instrumen investasi.
“Animo masyarakat sangat besar untuk mulai berinvestasi. Kesadaran masyarakat sangat besar untuk mulai investasi emas dan salah satu pintu untuk memulai itu ada di Pegadaian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Cicil Emas dan Tabungan Emas sama-sama dapat digunakan sebagai instrumen investasi, namun memiliki mekanisme berbeda.
Pada Cicil Emas, nasabah melakukan pembelian dengan mekanisme cicilan dan harga dikontrak di awal. Sementara Tabungan Emas memungkinkan masyarakat menabung emas secara bertahap sesuai kemampuan.
Pengguna Aplikasi Pegadaian Capai 507 Ribu Nasabah
Transformasi digital juga menjadi perhatian Pegadaian. Platform digital Pegadaian, yakni aplikasi Tring, telah digunakan oleh 507 ribu nasabah hingga Juli 2026.
Dedi mengatakan, sebagian besar pengguna memanfaatkan aplikasi tersebut untuk transaksi investasi emas. Namun, aplikasi itu juga memberikan kemudahan bagi nasabah yang memiliki produk gadai maupun cicilan.
Nasabah tidak lagi harus datang langsung ke outlet untuk melakukan sejumlah transaksi.
“Bukan cuma investasi, tapi dengan Tring ini bagi masyarakat yang mempunyai gadaian atau cicilan di Pegadaian, itu tanpa perlu datang ke outlet bisa bertransaksi lewat kemudahan aplikasi,” jelasnya.
Kepala Kanwil VI Makassar Pegadaian, Pratikno, menambahkan bahwa pengembangan aplikasi Tring terus dilakukan dengan mengutamakan pengalaman dan kemudahan pengguna.
Menurutnya, Pegadaian secara rutin melakukan pemeliharaan sekaligus peningkatan atau improvement terhadap platform digital tersebut, khususnya dari sisi user interface (UI) dan user experience (UX).
Pegadaian Perkuat Mitigasi Risiko Harga Emas
Sementara itu, Pratikno menjelaskan bahwa fluktuasi harga emas menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan Pegadaian mengingat sebagian besar bisnis pembiayaan Pegadaian berbasis emas.
Menurut Pratikno, perubahan harga emas saat ini dipengaruhi banyak faktor, mulai dari nilai tukar dolar Amerika Serikat, kondisi geopolitik, hingga dinamika ekonomi global.
Karena itu, Pegadaian menerapkan tata kelola manajemen risiko secara berlapis.
“Kalau di Pegadaian, kami mempunyai tata kelola terkait dengan manajemen risiko enterprise,” kata Pratikno.
Ia menjelaskan, Pegadaian memiliki tim khusus di kantor pusat yang melakukan kajian harga emas setiap hari. Hasil kajian tersebut kemudian menjadi rekomendasi bagi manajemen dalam menentukan harga emas yang digunakan sebagai dasar pemberian pinjaman kepada nasabah.
Selain itu, fungsi manajemen risiko juga diterapkan mulai dari tingkat direktorat, divisi hingga kantor wilayah.
Pratikno mengatakan, Pegadaian juga melakukan analisis prediktif terhadap kondisi pasar beberapa bulan ke depan untuk mengantisipasi potensi risiko.
“Potensi-potensi kerugian itu sudah termitigasi dengan baik. Artinya kondisi yang sekarang itu sudah kita pikirkan jauh bulan sebelumnya,” ujarnya.
Selain mitigasi risiko, Pegadaian juga menerapkan strategi transfer risk sebagai bagian dari kebijakan pengendalian risiko korporasi.
CSR Menyasar Pendidikan hingga Pemberdayaan Ekonomi
Di luar pencapaian bisnis, Pegadaian Kanwil VI Sulselbaramaluku juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui kegiatan CSR.
Dedi menyebut program tersebut mencakup bidang pendidikan, sosial kemanusiaan, infrastruktur dan fasilitas umum, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi.
Sepanjang 2026, Pegadaian mencatat 102 kegiatan di bidang pendidikan, 39 kegiatan sosial dan kebudayaan, 27 kegiatan infrastruktur dan fasilitas umum, 19 kegiatan kesehatan, dua kegiatan lingkungan, serta tiga kegiatan pemberdayaan ekonomi.
Dedi menegaskan, Pegadaian tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga berupaya memberikan manfaat dan solusi bagi masyarakat melalui produk maupun program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Pegadaian bukan hanya bergerak untuk mencapai bisnis, tapi yang utamanya adalah memberikan manfaat dan memberikan solusi kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)




















