OJK Catat 59,36 Juta Rekening Pelajar, Program Kejar Jangkau 88,83 Persen Siswa

- Penulis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:03 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, FILALIN.COM — Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) telah mencapai 59,36 juta rekening atau setara dengan 88,83 persen dari segmen pelajar Indonesia.

 

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sejak usia sekolah sekaligus mendorong kebiasaan menabung di kalangan generasi muda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Data tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

 

Dalam siaran persnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan bahwa TPAKD berperan dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan.

 

Selain program KEJAR, perluasan akses keuangan juga dilakukan melalui layanan Laku Pandai yang telah menjangkau 72.982 desa. Program tersebut membawa sekitar 17 juta masyarakat masuk ke dalam sistem keuangan formal sekaligus mendukung penyaluran bantuan pemerintah.

 

OJK juga telah melaksanakan 135 program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di tingkat desa hingga 2026.

 

Program EKI mengintegrasikan edukasi keuangan, digitalisasi transaksi, pencocokan usaha dengan sumber pembiayaan, pendampingan usaha, serta pemasaran produk unggulan perdesaan.

 

Pelaksanaannya telah menghasilkan pembukaan lebih dari 174 ribu rekening tabungan, pembentukan 455 agen Laku Pandai, dan penyaluran kredit atau pembiayaan kepada lebih dari 18 ribu debitur.

 

Program tersebut juga mendorong perluasan akses investasi, asuransi, jaminan sosial ketenagakerjaan, serta digitalisasi transaksi bagi pelaku UMKM.

 

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa program TPAKD mendukung agenda pemerintah dalam pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Melalui perluasan akses keuangan, masyarakat diharapkan semakin mudah menggunakan layanan keuangan formal untuk menabung, mengembangkan usaha, dan merencanakan kebutuhan ekonomi keluarga.

 

OJK menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan industri jasa keuangan agar layanan keuangan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah perdesaan serta memberikan manfaat yang berkelanjutan. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antisipasi Tanah Longsor, Satgas TMMD Ke-130 Gowa Fokus Rampungkan Bangunan Talud
BERPRESTASI DI TINGKAT NASIONAL,  SULSEL DAN SELAYAR RAIH TPAKD AWARD 2026
Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Fokus pada Ketahanan Ekonomi Keluarga
Tak Pernah Bermimpi Punya Rumah Sendiri, Pak Ismail Terharu Dibantu TNI Kodim 1409/Gowa
Kredit Melawan Rentenir Tembus Rp64,85 Triliun, Jangkau 2,28 Juta Debitur
Dari Limbah Makanan Menjadi Peluang Usaha, Peternak Maros Kembangkan Telur Asin Bernilai Jual
Sulawesi Selatan Raih TPAKD Award 2026, Terbaik di Wilayah Sulawesi
TNI Hadir untuk Rakyat, Satgas TMMD Ke-130 Gowa Selesaikan Pemasangan Menara Tandon Air
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:03 WITA

OJK Catat 59,36 Juta Rekening Pelajar, Program Kejar Jangkau 88,83 Persen Siswa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WITA

Antisipasi Tanah Longsor, Satgas TMMD Ke-130 Gowa Fokus Rampungkan Bangunan Talud

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WITA

BERPRESTASI DI TINGKAT NASIONAL,  SULSEL DAN SELAYAR RAIH TPAKD AWARD 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WITA

Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Fokus pada Ketahanan Ekonomi Keluarga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:04 WITA

Tak Pernah Bermimpi Punya Rumah Sendiri, Pak Ismail Terharu Dibantu TNI Kodim 1409/Gowa

Berita Terbaru