Makassar Menuju Kota Ramah Disabilitas: Kolaborasi Kota Kita, UNESCO, dan Bappeda Wujudkan Gerakan Kota Inklusif

- Penulis

Kamis, 8 Mei 2025 - 17:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,  Kota Makassar mengambil langkah besar menuju kota yang lebih ramah dan setara bagi penyandang disabilitas. Hari ini, Gerakan Kota Inklusif Makassar resmi diluncurkan, dipimpin oleh Yayasan Kota Kita dan UNESCO, bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi diskriminasi dalam perencanaan kota dan memperbaiki akses layanan publik bagi penyandang disabilitas. Kuncinya: data yang inklusif, partisipatif, dan dikumpulkan langsung dari komunitas.

“Makassar harus menjadi kota bagi semua,” kata Nina Asterina, Manajer Program Urban Inclusivity dari Kota Kita. “Kami percaya bahwa suara penyandang disabilitas perlu menjadi bagian dari proses pembangunan kota, bukan hanya objek dari kebijakan.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama periode April hingga November 2025, gerakan ini akan melibatkan pemetaan awal, survei kepada 1.000 penyandang disabilitas di berbagai kelurahan, pelatihan untuk organisasi lokal disabilitas, hingga lokakarya bersama berbagai pihak. Tak hanya itu, 20 anak muda akan dilibatkan sebagai youth mappers untuk menjangkau komunitas dan mengumpulkan data secara langsung.

Data tersebut akan disusun dalam dokumen “Profil Kota Inklusif Disabilitas Makassar” yang diharapkan menjadi acuan dalam kebijakan kota ke depan.

Gerakan ini juga memperkuat kolaborasi jangka panjang antara Kota Kita dan UNESCO sejak 2017. Sebelumnya, program serupa di Surakarta dan Banjarmasin telah menghasilkan perubahan nyata dan bahkan meraih penghargaan global seperti Transformative Urban Mobility Award dan IOPD Award.

Direktur UNESCO Regional Office Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, menekankan bahwa inklusi bukan hanya soal akses fisik. “Ini tentang martabat, representasi, dan memastikan semua warga memiliki suara dalam proses pembangunan kota,” ujarnya.

Gerakan Kota Inklusif Makassar merupakan ajakan terbuka kepada pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas untuk bersama-sama membangun kota yang setara dan ramah bagi semua, termasuk penyandang disabilitas.

Dengan kolaborasi yang kuat, visi kota yang benar-benar inklusif bukan lagi mimpi, tetapi masa depan yang sedang dibentuk hari ini. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi FKM UIT dan Desa Bungaejaya, Mahasiswa S1 Kesmas Gelar Penyuluhan TBC di SDN Borongkaramasa
Bukit Baruga Hadir di Pameran “The Showcase”, Tawarkan Konsep Kawasan Hunian Modern dan Berkelanjutan
KEMBALI LAKSANAKAN PROGRAM LEADERSHIP ENHANCEMENT, SPJM MATANGKAN KOMPETENSI UNTUK KEUNGGULAN LAYANAN DAN BISNIS
Royal Bay Hotel Makassar Usung Konsep “Nostalgia Ramadan”, Hadirkan Suasana dan Cita Rasa Tempo Dulu
Tingkatkan Layanan Pelabuhan, Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Tambat
DPD Gerakan Rakyat Gowa Gelar Konsolidasi Internal Pasca Rakernas
Satu Nelayan Jeneponto Belum Kembali, Basarnas Lakukan Pencarian
Wakapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Pallawa 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:09 WITA

Sinergi FKM UIT dan Desa Bungaejaya, Mahasiswa S1 Kesmas Gelar Penyuluhan TBC di SDN Borongkaramasa

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:15 WITA

Bukit Baruga Hadir di Pameran “The Showcase”, Tawarkan Konsep Kawasan Hunian Modern dan Berkelanjutan

Senin, 2 Februari 2026 - 21:00 WITA

KEMBALI LAKSANAKAN PROGRAM LEADERSHIP ENHANCEMENT, SPJM MATANGKAN KOMPETENSI UNTUK KEUNGGULAN LAYANAN DAN BISNIS

Senin, 2 Februari 2026 - 20:56 WITA

Royal Bay Hotel Makassar Usung Konsep “Nostalgia Ramadan”, Hadirkan Suasana dan Cita Rasa Tempo Dulu

Senin, 2 Februari 2026 - 17:45 WITA

Tingkatkan Layanan Pelabuhan, Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Tambat

Berita Terbaru