PENCARIAN KAPAL AMBULANS DI SELAT MAKASSAR RESMI DIHENTIKAN

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 18:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Hari ke tujuh pencarian kapal ambulans yang hilang kontak di Selat Makassar Kabupaten Pangkep dengan tiga orang penumpang di nyatakan di hentikan dan ditutup.

 

Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar petang ini, Selasa, 21 Oktober 2025. “Operasi sar kapal ambulans ini telah dilaksanakan selama tujuh hari pencarian dengan menggunakan KN SAR Kamajaya yang bermuatan abk, rescuer dan potensi sar, dan hingga saat ini, masih belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpangnya,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Arif menambahkan bahwa pada dasarnya sesuai SOP Basarnas, bahwa pencarian yang telah dilakukan selama tujuh hari dan berdasarkan pertimbangan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda adanya keberadaan kapal ataupun korban, maka operasi sar akan dihentikan dan ditutup.

 

“Berdasarkan hasil pencarian yang dilakukan selama tujuh hari di Selat Makassar, Kabupaten Pangkep, dengan melewati jalur yang telah diprediksikan oleh aplikasi sar map, dan juga jalur yang dilewati kapal ambulans tersebut, tapi hingga saat ini hasil nihil. Namun jika nantinya ada informasi mengenai keberadaan kapal atau korban maka operasi akan dibuka kembali,” tegas Arif.

 

Setelah melakukan pencarian, dan penandatangan berita acara penghentian operasi sar pada pukul 07.12 wita (21/10) pagi tadi dengan pihak keluarga korban di Pulau Tinggalungan, maka KN Sar Kamajaya rencananya akan bergerak kembali menuju Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar.

 

Sebelumnya di ketahui bahwa kapal ambulans dengan rute Pulau Tinggalungan ke Pulau Dewakkang berangkat sejak hari Senin, 13 Oktober 2025 dengan perjalanan yang seharusnya ditempuh sekitar 8 jam namun hingga hari Selasa, 14 Oktober 2025 belum tiba juga sehingga dinyatakan lost contact atau hilang kontak di Selat Makassar, Kabupaten Pangkep.

 

Kapal ambulans yang baru saja di buat, rencananya akan di antar ke Pulau Dewakkang dengan berpenumpang 3 orang, yaitu M. Tahir (65 tahun), Najamuddin (55 tahun) dan Hasri (60 tahun). Ketiganya beralamat di Pulau Tinggalungan. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPRD Makassar Nilai Mutasi Pejabat Murni Pergeseran, Camat Manggala Siap Perkuat Pelayanan dan Penanganan Sampah
Tingkatkan Pemahaman K3, Pelindo Regional 4 Gelar Fire Briefing Mahasiswa Magang 
TINDAK LANJUT ARAHAN PRESIDEN PRABOWO DALAM TAKLIMAT DAN RAKORNAS 2026, POLDA SULSEL GELAR AKSI BERSIH LINGKUNGAN
KKLR: Provinsi Luwu Raya dan Luwu Tengah Satu Paket Perjuangan
OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Sektor Jasa Keuangan Dukung Program Prioritas Pemerintah di 2026
Mobil Listrik Pertama LEPAS di Dunia, Diperkenalkan pada IIMS 2026
Tukar Tambah Banyak Untungnya : Program Spesial Kalla Toyota, Bikin Ramadan Lebih Tenang
Tinjau Lokasi Jembatan Kaccia di Barombong, Munafri Pastikan Pembangunan Dimulai Maret 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:52 WITA

Ketua DPRD Makassar Nilai Mutasi Pejabat Murni Pergeseran, Camat Manggala Siap Perkuat Pelayanan dan Penanganan Sampah

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:08 WITA

Tingkatkan Pemahaman K3, Pelindo Regional 4 Gelar Fire Briefing Mahasiswa Magang 

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:05 WITA

TINDAK LANJUT ARAHAN PRESIDEN PRABOWO DALAM TAKLIMAT DAN RAKORNAS 2026, POLDA SULSEL GELAR AKSI BERSIH LINGKUNGAN

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:14 WITA

KKLR: Provinsi Luwu Raya dan Luwu Tengah Satu Paket Perjuangan

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:27 WITA

OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Sektor Jasa Keuangan Dukung Program Prioritas Pemerintah di 2026

Berita Terbaru