MAKASSAR,FILALIN.COM,.- Kementerian Agama Kota Makassar kembali menggelar kegiatan Klinik Keluarga Sakinah (KRS) selama dua hari, Sabtu–Minggu (28 Februari–1 Maret), sebagai bagian dari penguatan program pembinaan keluarga di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kemenag dan Masjid Al-Markas Al-Islami.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARII) Kota Makassar, Syamsia, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyampaikan dakwah secara langsung kepada umat, khususnya melalui pembinaan Majelis Taklim binaan para penyuluh agama di setiap kecamatan.
“Peserta yang diundang adalah seluruh Majelis Taklim binaan penyuluh di masing-masing kecamatan. Ini bagian dari ikhtiar menghadirkan dakwah yang lebih menyentuh kebutuhan umat,” ujarnya.
Menurut Syamsia, mengumpulkan para binaan bukan persoalan sulit karena mereka berada dalam jejaring penyuluh. Namun, tantangan utama adalah menjaga keistiqamahan Majelis Taklim agar konsisten mengikuti pembinaan, terlebih di tengah kesibukan Ramadhan.
“Kita harus menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Penyuluh hadir bukan hanya memberi materi, tapi juga mengikuti ritme dan kepentingan Majelis Taklim,” katanya.
Ia berharap kolaborasi dengan Al-Markas benar-benar memberi manfaat nyata, terutama melalui dukungan para guru dan ustaz yang kompeten di bidang tahsin Al-Qur’an dan pembinaan keluarga.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Makassar, Ambo Sakka menjelaskan bahwa Klinik Keluarga Sakinah merupakan bagian dari penguatan program keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang digaungkan Direktorat Jenderal Bimas Islam.
“Kegiatan ini sejalan dengan program penguatan keluarga di KUA seluruh Indonesia. Ada bimbingan untuk usia sekolah, usia nikah, hingga keluarga yang sudah menikah agar mampu mempertahankan keharmonisan,” jelasnya.
Selama Ramadhan, bimbingan dilaksanakan delapan kali, setiap Sabtu dan Ahad Setiap pertemuan diikuti hampir 200 peserta dari berbagai kecamatan, dengan materi tahsin Al-Qur’an, fikih dasar, motivasi, dan pembinaan keluarga sakinah.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Makassar berharap nilai-nilai keluarga bahagia tidak hanya dirasakan pasangan suami istri, tetapi juga menular kepada anak-anak dan generasi berikutnya. (*)




















