Road to Pekan Reksa Dana 2026 Digelar, APRDI Dorong Generasi Muda Melek Investasi

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 13:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR FILALIN.COM,  – Dewan Presidium Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia, Marsangap P. Tamba, menegaskan pentingnya edukasi investasi reksa dana bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Hal itu disampaikan dalam rangkaian program “Road to Pekan Reksa Dana” yang akan resmi diluncurkan pada 27 April 2026 di Bursa Efek Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari upaya masif sosialisasi dan edukasi reksa dana sepanjang 2026, yang akan berlanjut dalam berbagai kegiatan hingga kuartal IV (Q4).

“Reksa dana itu bisa dibilang cara paling mudah dan sederhana untuk mulai investasi. Tapi fenomenanya sekarang, banyak orang langsung lompat ke saham tanpa memahami dasar diversifikasi,” ujar Marsangap Kamis (16/4) di Kantor OJK Sulselbar Makassar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kemudahan teknologi dan akses digital memang membuat masyarakat semakin mudah membeli berbagai instrumen investasi seperti saham dan obligasi. Namun, kondisi ini juga memunculkan risiko, terutama bagi investor pemula yang belum memahami pentingnya pengelolaan portofolio.

Ia menjelaskan, investasi langsung pada satu instrumen seperti saham berpotensi menimbulkan risiko tinggi akibat fluktuasi harga. Karena itu, reksa dana hadir sebagai solusi melalui konsep diversifikasi yang dikelola oleh manajer investasi profesional.

“Kalau beli saham sendiri, mungkin hanya mampu beli satu atau dua emiten. Tapi lewat reksa dana, dana investor dikumpulkan dan dikelola sehingga bisa tersebar ke banyak instrumen. Ini yang membuat risikonya lebih terkelola,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Senior Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional Otoritas Jasa Keuangan, Bunga Wahyuni, mengungkapkan jumlah investor reksa dana di Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 20–24 juta orang. Angka ini meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir.

Meski demikian, jumlah tersebut masih tergolong kecil dibanding total populasi Indonesia yang mencapai sekitar 288 juta jiwa.

“Artinya, tingkat penetrasi masih sangat rendah. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan inklusi keuangan, khususnya di kalangan anak muda,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, jumlah penduduk usia 15–34 tahun mencapai 88,96 juta jiwa. Namun, investor reksa dana di bawah usia 30 tahun baru sekitar 12,82 persen.

Melihat potensi tersebut, APRDI bersama OJK meluncurkan program nasional “Pintar Reksa Dana” (Perencanaan Investasi Terencana dan Berkala). Program ini mendorong masyarakat berinvestasi secara rutin dengan nominal kecil, mulai dari Rp300 ribu.

Konsep yang diusung adalah investasi berkala atau systematic investment plan (SIP), di mana investor menanamkan dana secara konsisten tanpa bergantung pada waktu pasar (timing market).

“Dengan metode ini, risiko volatilitas bisa ditekan karena investasi dilakukan bertahap. Ini sangat cocok untuk pemula, terutama generasi muda yang baru mulai berinvestasi,” kata Bunga.

Program “Pintar Reksa Dana” juga menyasar kelompok usia 18–30 tahun melalui skema khusus bertajuk “Si Muda Investasiku”. Produk yang ditawarkan difokuskan pada reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap dengan profil risiko konservatif.

Selain itu, program ini melibatkan sejumlah platform digital (aplikator) dan manajer investasi yang telah dikurasi untuk memastikan keamanan dan kredibilitas produk.

APRDI berharap melalui rangkaian kegiatan “Road to Pekan Reksa Dana” serta kampanye nasional ini, masyarakat dapat membangun kebiasaan investasi yang sehat sejak dini.

“Harapannya, generasi muda tidak hanya ikut tren atau FOMO, tapi benar-benar memahami investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang,” tutup Marsangap. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IJTI TANGGAPI PERNYATAAN PRESIDEN PRABOWO: PERS ADALAH PILAR DEMOKRASI, BUKAN “LONDO IRENG”
Dirjen Keuda Kemendagri Dukung Program Prioritas Makassar, APBD Harus Berdampak Untuk Publik
Basarnas Klarifikasi Kronologi Penanganan Darurat KM Nurul Salsa: Laporan Diterima Pukul 11.07 Wita
Saat Energi Menjadi Variabel Strategis: Indosat Business Luncurkan Solusi Manajemen Energi Berbasis AI
Honda Terus Perluas Jaringan Layanan di Indonesia, Resmikan Dua Jaringan Dealer Baru di Sulawesi Selatan
UIT Makassar Tandatangan MoU dengan Hamaren Corproation Jepang
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan DPRD Polewali Mandar Perkuat Kolaborasi untuk Optimalisasi Penyaluran BBM dan LPG Bersubsidi
Operasi SAR KM Nurul Salsa Resmi Ditutup, Basarnas: Pencarian Maksimal Telah Dilaksanakan
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:41 WITA

IJTI TANGGAPI PERNYATAAN PRESIDEN PRABOWO: PERS ADALAH PILAR DEMOKRASI, BUKAN “LONDO IRENG”

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:44 WITA

Dirjen Keuda Kemendagri Dukung Program Prioritas Makassar, APBD Harus Berdampak Untuk Publik

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:01 WITA

Basarnas Klarifikasi Kronologi Penanganan Darurat KM Nurul Salsa: Laporan Diterima Pukul 11.07 Wita

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:57 WITA

Saat Energi Menjadi Variabel Strategis: Indosat Business Luncurkan Solusi Manajemen Energi Berbasis AI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:45 WITA

Honda Terus Perluas Jaringan Layanan di Indonesia, Resmikan Dua Jaringan Dealer Baru di Sulawesi Selatan

Berita Terbaru