DTM PINISI SULTAN 2026 Dorong Hilirisasi dan Percepatan Investasi di Sulsel

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 11:38 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Dedicated Team Meeting (DTM) Forum PINISI SULTAN yang dirangkaikan dengan Kick-Off South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026 di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (27/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendorong transformasi ekonomi Sulawesi Selatan melalui hilirisasi industri dan penguatan investasi berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, sejumlah kepala daerah, perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Danantara Indonesia, serta organisasi perangkat daerah terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investasi Tumbuh, Tapi Perlu Diperkuat

Realisasi investasi Sulawesi Selatan sepanjang 2025 tercatat tetap menunjukkan kinerja positif, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Namun, posisi Sulsel yang berada di peringkat ke-20 secara nasional menjadi catatan penting perlunya penguatan strategi untuk meningkatkan daya tarik investasi daerah.

Ke depan, akselerasi investasi diarahkan pada perbaikan iklim usaha, pembangunan infrastruktur pendukung, serta peningkatan kualitas proyek investasi yang lebih siap ditawarkan kepada investor (Investment Project Ready to Offer/IPRO).

Fokus Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan

DTM PINISI SULTAN 2026 mengusung tema transformasi ekonomi berbasis hilirisasi dan investasi berkelanjutan. Diskusi dalam forum ini menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menyiapkan proyek investasi yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional.

Dalam sesi diskusi, pihak BKPM memaparkan strategi investasi berbasis arah pembangunan nasional, termasuk dorongan hilirisasi industri dengan pendekatan dekarbonisasi. Sementara Danantara Indonesia menjelaskan dukungan pembiayaan proyek daerah guna mempercepat pembangunan.

Efisiensi Investasi Jadi Sorotan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyoroti indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang masih relatif tinggi dibanding negara seperti Malaysia dan Vietnam. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan efisiensi investasi.

Di Sulawesi Selatan sendiri, tren ICOR hingga 2025 menunjukkan perbaikan, meski masih berada di bawah rata-rata nasional.

Tantangan dan Peluang

Saat ini, Sulawesi Selatan memiliki lebih dari 90 proyek IPRO, sebagian telah berstatus clean and clear (CnC). Meski demikian, realisasi investasi masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesiapan proyek yang belum optimal, keterbatasan skema pembiayaan alternatif, serta belum sepenuhnya selarasnya proyek dengan agenda nasional.

Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, menekankan pentingnya reformasi tata kelola investasi, termasuk peningkatan infrastruktur, keamanan, dan kepastian berusaha untuk menarik minat investor.

Enam Rekomendasi Strategis

Dalam forum tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis untuk mendorong percepatan investasi, antara lain:

Penyelarasan proyek dengan agenda nasional, khususnya hilirisasi komoditas unggulan seperti nikel, tembaga, kelapa, rumput laut, kakao, hingga perikanan.

Penguatan kesiapan proyek melalui infrastruktur dan jaminan kepastian berusaha.

Pendampingan penyusunan studi kelayakan (feasibility study).

Peningkatan promosi investasi melalui forum dan pertemuan langsung dengan investor.

Pengembangan skema pembiayaan alternatif, termasuk KPBU dan kerja sama internasional.

Peningkatan kapasitas SDM dalam penyusunan proposal investasi berstandar global.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Melalui DTM PINISI SULTAN 2026, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan kesiapan proyek investasi.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi yang lebih produktif, berdaya saing, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan ke depan. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer
OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar
Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa
Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM
Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar
OJK Limpahkan Dua Petinggi BPR DCN Malang ke Jaksa, Dugaan Penyimpangan Dana Capai Rp54,9 Miliar
BIK 2026 Bukukan 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK: Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci
OJK Sulselbar Manfaatkan Jalan Sehat untuk Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:25 WITA

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer

Minggu, 1 November 2026 - 17:17 WITA

OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar

Minggu, 1 November 2026 - 13:18 WITA

Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:52 WITA

Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:47 WITA

Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar

Berita Terbaru