Penuh Hikmah dan Nilai Budaya, Buku Pantun KH Baharuddin HS Tuai Apresiasi

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:18 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, –Dari Makassar untuk Nusantara, Buku Pantun KH Baharuddin HS Diharapkan Bangkitkan Literasi Budaya.

Makassar – Peluncuran dan bedah buku “Selarik Pantun Segenggam Hikmah” karya Ketua MUI Kota Makassar, Gurutta KH Baharuddin HS berlangsung hangat dan penuh apresiasi dari berbagai kalangan, Kamis (28/05), di Hotel Primier Makassar.

Kegiatan yang digelar MUI Kota Makassar tersebut menghadirkan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga unsur Pemerintah Kota Makassar. Hadir pula penyair nasional Dr KH D Zawawi Imron sebagai pembedah buku yang memberikan pandangan mengenai nilai sastra dan kekuatan budaya dalam pantun-pantun karya KH Baharuddin HS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mewakili Pemerintah Kota Makassar, Asisten I Bidang Pemerintahan Ahmad Namsum menyampaikan apresiasi atas lahirnya buku yang dinilai sarat nilai budaya, pendidikan, dan hikmah kehidupan itu.

Dalam sambutannya, Ahmad Namsum mengatakan pantun bukan sekadar rangkaian kata sederhana, melainkan media yang mengandung pesan moral dan inspirasi bagi masyarakat.

“Kalau kita dengar sekilas, pantun itu mungkin terlihat sederhana. Tetapi nilai dan kandungannya luar biasa. Pantun mampu mengingatkan kita pada banyak hal baik yang dapat menjadi inspirasi dan motivasi dalam kehidupan,” ujarnya.

Ia juga menilai karya tersebut menjadi bukti bahwa usia bukan hambatan untuk terus berkarya dan memberi kontribusi bagi masyarakat.

“Beliau adalah sesepuh dan guru kita. Di usia yang tidak muda lagi, beliau masih mampu melahirkan karya yang luar biasa. Ini menjadi pesan bagi generasi muda bahwa usia hanyalah angka,” tambahnya.

Ahmad Namsum berharap kehadiran buku “Selarik Pantun Segenggam Hikmah” dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda Kota Makassar, untuk terus mencintai budaya literasi dan menjaga warisan budaya daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Anwar Sanusi menyebut launching dan bedah buku tersebut bukan sekadar seremoni peluncuran karya, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi intelektual dan pelestarian budaya tutur Nusantara.

“Buku ini bukan sekadar kumpulan kata dan rangkaian pantun. Di dalamnya tersimpan pesan kehidupan, nilai budaya, nasihat, kritik sosial hingga kearifan lokal yang dikemas dengan indah dan sederhana,” katanya.

Menurut Anwar, pantun merupakan warisan leluhur yang sejak dahulu berfungsi bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral dan sosial bagi masyarakat.

Melalui buku tersebut, KH Baharuddin HS dinilai berhasil menghadirkan kembali pantun sebagai media dakwah, pendidikan, sekaligus pemersatu budaya di tengah derasnya arus modernisasi.

“Di balik selarik pantun, tersimpan segenggam makna yang mampu mengetuk hati dan menggugah pikiran,” ujarnya.

Dalam sesi bedah buku, penyair nasional Zawawi Imron turut menyoroti pentingnya menjaga tradisi berpantun sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Menurutnya, saat ini Pontianak dikenal luas sebagai “Kota Pantun” karena konsistensi masyarakatnya dalam menghidupkan tradisi tersebut.

“Pantun itu berasal dari budaya Melayu, tetapi karena kegiatan berpantun begitu hidup di Pontianak, akhirnya orang-orang yang ingin belajar dan menikmati pantun datang ke sana. Artinya, menghidupkan pantun sama dengan menjaga warisan budaya dan tradisi yang tidak boleh hilang,” tutur Zawawi.

Ia menambahkan, kecintaan terhadap pantun harus terus dipelihara agar tradisi lisan Nusantara tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan launching dan bedah buku berlangsung penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti diskusi dan menyimak berbagai pesan budaya yang terkandung dalam karya tersebut.

Melalui kegiatan ini, MUI Kota Makassar berharap semangat literasi, budaya membaca, dan pelestarian pantun dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer
OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar
Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa
Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM
Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar
OJK Limpahkan Dua Petinggi BPR DCN Malang ke Jaksa, Dugaan Penyimpangan Dana Capai Rp54,9 Miliar
BIK 2026 Bukukan 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK: Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci
OJK Sulselbar Manfaatkan Jalan Sehat untuk Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:25 WITA

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer

Minggu, 1 November 2026 - 17:17 WITA

OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar

Minggu, 1 November 2026 - 13:18 WITA

Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:52 WITA

Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:47 WITA

Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar

Berita Terbaru