SELAYAR,FILALIN.COM.– Langit pagi di Pelabuhan Pamatata, Kepulauan Selayar, tampak cerah. Kapal penyeberangan yang menghubungkan pulau itu dengan daratan Sulawesi mulai bersandar. Truk pengangkut barang, sepeda motor, dan mobil pribadi satu per satu keluar dari lambung kapal.
Bagi warga Selayar, laut bukan sekadar bentang alam. Laut adalah jarak yang harus ditaklukkan setiap hari, termasuk ketika kendaraan mengalami masalah dan membutuhkan perawatan.
Namun, bagi Syamsuddin (47), seorang pelaku usaha wisata di Selayar, kekhawatiran itu tak lagi sebesar dulu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sudah hampir delapan tahun ia menggunakan mobil Toyota untuk menunjang aktivitas usahanya. Mobil itu mengantar wisatawan ke berbagai destinasi, mulai dari Pantai Baloiya hingga kawasan wisata bahari di bagian timur pulau.
“Bagi kami yang tinggal di kepulauan, yang dicari bukan cuma mobil yang kuat. Yang lebih penting adalah rasa tenang karena ada layanan yang bisa diandalkan,” ujarnya.
Rasa tenang itu, kata Syamsuddin, ia rasakan karena kini dirinya tak harus selalu menyeberang ke Makassar untuk melakukan servis kendaraan. Ia memanfaatkan layanan servis Toyota yang secara berkala hadir di Selayar melalui program servis keliling dan kunjungan teknisi yang dijadwalkan.
Saat jadwal servis tiba, ia cukup mendaftarkan kendaraannya. Teknisi datang membawa peralatan dan suku cadang yang diperlukan untuk melakukan perawatan berkala maupun pemeriksaan kendaraan.
“Kalau dulu kami harus menghitung biaya kapal, waktu perjalanan, dan meninggalkan pekerjaan beberapa hari. Sekarang lebih praktis karena layanan servis bisa didapat di Selayar,” katanya.
Bagi Syamsuddin, perubahan itu sangat berarti. Mobil yang menjadi andalan usahanya tetap terawat tanpa harus mengorbankan waktu kerja.
Hal serupa dirasakan Rahmawati (39), pemilik usaha distribusi hasil laut.
Mobil pikap Toyota miliknya setiap hari mengangkut hasil laut dari sejumlah desa menuju pelabuhan dan pasar. Karena intensitas penggunaan yang tinggi, ia tidak ingin melewatkan servis berkala.
Rahmawati mengaku sempat khawatir ketika pertama kali membeli mobil.
“Tinggal di kepulauan itu pertanyaan pertama bukan harga mobil, tapi kalau rusak servisnya di mana?” ujarnya sambil tersenyum.
Kekhawatiran itu perlahan hilang setelah mengetahui adanya layanan servis Toyota yang menjangkau pelanggan di Selayar. Ia rutin memanfaatkan kegiatan servis berkala yang diadakan di pulau tersebut.
“Jadi kami tidak merasa sendirian. Ada kepastian bahwa kendaraan tetap bisa dirawat dengan baik tanpa harus jauh-jauh keluar pulau,” kata Rahmawati.
Bagi masyarakat perkotaan, bengkel resmi mungkin mudah ditemukan.
Namun bagi warga di daerah kepulauan seperti Selayar, layanan purnajual memiliki makna yang lebih besar.
Ia bukan sekadar tempat mengganti oli atau memperbaiki komponen kendaraan.
Ia adalah jaminan bahwa aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Indonesia adalah negara kepulauan dengan tantangan geografis yang tidak sederhana. Karena itu, kehadiran layanan servis yang mampu menjangkau daerah terpencil menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pelanggan.
Di Selayar, cerita tentang mobil Toyota tidak berhenti pada ketangguhan kendaraan.
Cerita itu juga tentang bagaimana para pemilik mobil merasa tenang karena tahu, ketika kendaraan membutuhkan perawatan, mereka tidak harus selalu menyeberangi laut.
Laut memang masih membentang di sekeliling Selayar.
Namun bagi Syamsuddin, Rahmawati, dan banyak pemilik Toyota lainnya, jarak tak lagi menjadi penghalang.
Sebab yang mereka cari sejak awal bukan hanya sebuah mobil.
Melainkan keyakinan bahwa, dari kota hingga pulau terluar, selalu ada layanan yang siap menjaga perjalanan mereka tetap berjalan. (*)




















