OJK PERKUAT LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI EDUKASI KEPADA KELOMPOK NELAYAN DI DESA TONGKE-TONGKE

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:38 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,  – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulsel Sulbar) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan bagi keluarga nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya pada wilayah pesisir sebagai salah satu sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Edukasi keuangan diikuti oleh puluhan ibu rumah tangga keluarga nelayan dengan materi yang difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga secara sehat dan berkelanjutan. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, pentingnya membangun kebiasaan menabung, serta perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal. OJK memberikan pemahaman mengenai karakteristik investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan digital yang semakin berkembang agar masyarakat mampu mengenali risiko dan terhindar dari potensi kerugian finansial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang semakin cakap finansial dan mampu mengelola keuangan secara bijak.

“Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan,” ujar Muchlasin.

Sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan, OJK juga memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui Lembaga Jasa Keuangan (LJK), termasuk pemanfaatan Agen Laku Pandai sebagai perpanjangan layanan perbankan hingga ke wilayah pedesaan. Melalui keberadaan Agen Laku Pandai, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan keuangan, seperti pembukaan rekening, transaksi perbankan, pembayaran, maupun layanan keuangan lainnya secara lebih mudah, aman, dan terjangkau.

Layanan Agen Laku Pandai di Kabupaten Sinjai terus berkembang dengan jumlah 1.403 agen, yang terdiri atas 1.169 Agen BRILink (BRI), 91 Mandiri Agen (Mandiri), 93 BSI Smart (BSI), dan 50 Agen46 (BNI). Keberadaan jaringan layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan hingga ke wilayah pesisir dan desa.

Pelaksanaan kegiatan memperoleh apresiasi dari masyarakat Desa Tongke-Tongke yang menilai materi edukasi sangat relevan dengan kebutuhan keluarga nelayan dalam mengelola keuangan sehari-hari. Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, kegiatan tersebut juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap masyarakat, khususnya keluarga nelayan, semakin mampu mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal sesuai kebutuhan, serta memiliki ketahanan finansial yang lebih baik. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Ke depan, OJK Sulsel Sulbar akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan hingga menjangkau masyarakat di wilayah pesisir, pedesaan, dan kelompok rentan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, OJK berkomitmen mewujudkan masyarakat yang semakin cakap finansial, terlindungi sebagai konsumen, serta mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Universitas Ciputra Makassar Luncurkan Dua Spesialisasi Magister Manajemen, Tawarkan Kuliah S2 Jalur RPL
VASAKA HOTEL MAKASSAR JALIN KERJA SAMA DENGAN KAMPUS NOBEL INDONESIA, PERKUAT SINERGI PENDIDIKAN DAN INDUSTRI
Toyota Auto Show Tembus 600 SPK, Makassar Sumbang 50 Persen Penjualan Kalla Toyota
Jalan Tani Bontonompo Terus Digarap, Harapan Baru Bagi Petani Desa Kalebarembeng
OJK Catat 59,36 Juta Rekening Pelajar, Program Kejar Jangkau 88,83 Persen Siswa
Antisipasi Tanah Longsor, Satgas TMMD Ke-130 Gowa Fokus Rampungkan Bangunan Talud
BERPRESTASI DI TINGKAT NASIONAL,  SULSEL DAN SELAYAR RAIH TPAKD AWARD 2026
Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Fokus pada Ketahanan Ekonomi Keluarga
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:10 WITA

Universitas Ciputra Makassar Luncurkan Dua Spesialisasi Magister Manajemen, Tawarkan Kuliah S2 Jalur RPL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:27 WITA

VASAKA HOTEL MAKASSAR JALIN KERJA SAMA DENGAN KAMPUS NOBEL INDONESIA, PERKUAT SINERGI PENDIDIKAN DAN INDUSTRI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:38 WITA

Toyota Auto Show Tembus 600 SPK, Makassar Sumbang 50 Persen Penjualan Kalla Toyota

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Jalan Tani Bontonompo Terus Digarap, Harapan Baru Bagi Petani Desa Kalebarembeng

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:03 WITA

OJK Catat 59,36 Juta Rekening Pelajar, Program Kejar Jangkau 88,83 Persen Siswa

Berita Terbaru