Australian Reading Corner Resmi Hadir di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Perkuat Literasi dan Hubungan Indonesia-Australia

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:41 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,  — Australian Reading Corner resmi hadir di Perpustakaan Masjid Al-Markaz Al-Islami, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pojok baca ini diresmikan langsung oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier bersama Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias, Jumat (24/7).

 

Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami Prof. Hamid Awaluddin, Ketua Harian Yayasan Prof. Mustari Mustafa, serta Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami Prof. Muammar Bakry.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias mengatakan gagasan menghadirkan Australian Reading Corner berawal dari kunjungannya ke Masjid Al-Markaz Al-Islami dua tahun lalu saat Ramadan. Saat itu ia melihat antusiasme para pelajar yang memanfaatkan perpustakaan untuk membaca dan mencari referensi.

 

“Biasanya Australian Reading Corner hanya ada di perguruan tinggi. Namun setelah melihat semangat membaca para siswa di Al-Markaz, kami berpikir mengapa tidak menghadirkannya di sini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujar Todd Dias.

 

Menurutnya, kehadiran Australian Reading Corner menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama antara Konsulat Jenderal Australia di Makassar dengan Al-Markaz Al-Islami, sekaligus memberikan akses informasi mengenai Australia, mulai dari budaya, pendidikan hingga berbagai program beasiswa.

 

Todd berharap fasilitas tersebut dapat menjadi jembatan bagi generasi muda yang ingin mengenal Australia lebih dekat sebelum mengikuti program pendidikan maupun pertukaran ke negeri tersebut.

 

“Saya berharap semakin banyak siswa yang memanfaatkan fasilitas ini untuk membaca, mengenal Australia, dan suatu hari nanti memiliki kesempatan belajar atau berkunjung ke Australia,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami Prof. Hamid Awaluddin menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat peradaban melalui penguatan literasi masyarakat.

 

“Kalau ingin membangun peradaban yang maju, maka literasi harus ditingkatkan. Buku adalah jendela dunia. Tidak ada bangsa yang maju tanpa budaya membaca,” ungkapnya.

 

Prof. Hamid juga mengisahkan kedekatan historis antara Indonesia, khususnya masyarakat Bugis-Makassar, dengan Australia yang telah terjalin sejak abad ke-17 melalui pelayaran para pencari teripang ke wilayah Australia Utara.

 

Menurutnya, kehadiran Australian Reading Corner merupakan kelanjutan dari hubungan sejarah yang telah berlangsung selama ratusan tahun sekaligus memperkuat kerja sama yang telah terbangun.

 

Ia berharap Pemerintah Australia terus menambah koleksi buku di perpustakaan Al-Markaz agar dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum sebagai pusat literasi berbahasa Inggris dan referensi tentang Australia.

 

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari keluarga besar Masjid Al-Markaz Al-Islami.

 

Ia mengatakan Australian Reading Corner di Al-Markaz merupakan pojok baca kedua yang dibangun di lingkungan masjid di Indonesia setelah sebelumnya diresmikan di Masjid Istiqlal, Jakarta.

 

“Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan salah satu masjid terkemuka di Indonesia bagian timur dan menjadi pusat kegiatan masyarakat. Karena itu kami merasa tempat ini sangat tepat untuk menghadirkan Australian Reading Corner,” ujarnya.

 

Rod juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Kota Makassar. Pada tahun 1990 ia pernah tinggal bersama keluarga angkat di kawasan yang tidak jauh dari lokasi Masjid Al-Markaz Al-Islami saat masih muda.

 

Menurutnya, Makassar memiliki arti penting dalam hubungan Australia dan Indonesia. Hal itu juga tercermin dari kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Makassar pada 2022 dalam lawatan bilateral pertamanya ke Indonesia.

 

Ia menambahkan, hubungan kedua negara sesungguhnya telah terjalin jauh sebelum era modern melalui pelayaran para pelaut. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer
OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar
Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa
Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM
Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar
OJK Limpahkan Dua Petinggi BPR DCN Malang ke Jaksa, Dugaan Penyimpangan Dana Capai Rp54,9 Miliar
BIK 2026 Bukukan 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK: Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci
OJK Sulselbar Manfaatkan Jalan Sehat untuk Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:25 WITA

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer

Minggu, 1 November 2026 - 17:17 WITA

OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar

Minggu, 1 November 2026 - 13:18 WITA

Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:52 WITA

Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:47 WITA

Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar

Berita Terbaru