70 Anak di Komunitas Matoa Makassar Jadi Sasaran Pendampingan, LPA Sulsel Soroti Pekerja Anak

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:16 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,. — Upaya mencegah anak terlibat dalam aktivitas pekerjaan terus dilakukan di Komunitas Matoa, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Selatan bersama JARAK Indonesia mendorong agar anak-anak di kawasan tersebut dapat kembali berfokus pada pendidikan.

 

Komunitas Matoa dihuni sekitar 45 kepala keluarga dengan jumlah anak diperkirakan mencapai 70 orang. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam program penarikan pekerja anak sekaligus pendampingan keluarga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sekretaris LPA Sulsel, Abd. Naris Agam, mengatakan menghentikan anak dari aktivitas bekerja bukanlah satu-satunya langkah yang harus dilakukan.

 

Menurut dia, anak yang telah ditarik dari pekerjaan perlu mendapatkan pendampingan agar hak mereka atas pendidikan dan tumbuh kembang tetap terpenuhi.

 

“Anak-anak harus mendapatkan kesempatan untuk belajar, bermain dan tumbuh sesuai dengan tahapan perkembangannya,” kata Abd. Naris Agam. Jumat (21/8/2026)

 

Ia menekankan bahwa pendampingan juga diperlukan untuk memastikan anak tetap bersekolah dan tidak kembali bekerja karena tekanan lingkungan maupun kondisi keluarga.

 

Libatkan Orang Tua

 

Dalam kegiatan tersebut, LPA Sulsel dan JARAK Indonesia turut memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya pendidikan dan pengasuhan.

 

Pendekatan kepada keluarga dinilai penting karena upaya perlindungan anak tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan orang tua.

 

Selain itu, kegiatan tersebut menghadirkan Jumardi Lanta dari Dewan Masjid Indonesia (DMI). Ia memberikan penguatan terkait pembentukan akhlak anak serta komunikasi antara anak dan orang tua.

 

Komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga diharapkan dapat membuat anak lebih mudah menyampaikan persoalan yang mereka alami.

 

Dengan begitu, orang tua dapat lebih cepat mengetahui kebutuhan dan permasalahan anak sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

 

Manfaatkan Mushollah sebagai Ruang Belajar

 

LPA Sulsel juga mendorong agar kegiatan pendidikan bagi anak-anak di Komunitas Matoa tidak berhenti di sekolah.

 

Salah satu upaya yang didorong adalah kegiatan belajar rutin di Mushollah Matoa. Tempat tersebut diharapkan dapat menjadi ruang tambahan bagi anak untuk belajar dan memperoleh pendampingan.

 

Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membantu anak membangun kebiasaan belajar sekaligus mengembangkan kemampuan sosial dan keagamaan.

 

LPA Sulsel menilai keberhasilan penanganan pekerja anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Orang tua, masyarakat, tokoh agama, lembaga sosial, dan pemerintah dinilai memiliki peran masing-masing dalam memastikan anak tetap berada di lingkungan yang aman.

 

Pendampingan secara berkelanjutan juga diperlukan agar anak yang telah ditarik dari pekerjaan tidak kembali terlibat dalam aktivitas kerja.

 

Melalui program tersebut, LPA Sulsel dan JARAK Indonesia berharap anak-anak di Komunitas Matoa dapat memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengenyam pendidikan dan berkembang sesuai usianya. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer
OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar
Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa
Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM
Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar
OJK Limpahkan Dua Petinggi BPR DCN Malang ke Jaksa, Dugaan Penyimpangan Dana Capai Rp54,9 Miliar
BIK 2026 Bukukan 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK: Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci
OJK Sulselbar Manfaatkan Jalan Sehat untuk Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:25 WITA

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer

Minggu, 1 November 2026 - 17:17 WITA

OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar

Minggu, 1 November 2026 - 13:18 WITA

Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:52 WITA

Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:47 WITA

Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar

Berita Terbaru