Dari Limbah Makanan Menjadi Peluang Usaha, Peternak Maros Kembangkan Telur Asin Bernilai Jual

- Penulis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

0-3248x1440-0-0-{}-0-24#

i

0-3248x1440-0-0-{}-0-24#

MAROS, FILALIN.COM — Sisa makanan yang berpotensi terbuang kini dimanfaatkan menjadi bagian dari upaya mengembangkan usaha peternakan di Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

 

Melalui Agrokompleks Hasanuddin, masyarakat mengembangkan budidaya bebek petelur dengan memanfaatkan limbah makanan sebagai pakan alternatif. Hasil peternakan kemudian diolah menjadi telur asin bermerek Laleng Kassi’e untuk meningkatkan nilai jual produk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Program yang didukung PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi ini menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang menghubungkan pengelolaan lingkungan dengan peluang ekonomi masyarakat.

 

Bagi kelompok peternak binaan, pengembangan produk olahan menjadi salah satu langkah untuk memperluas usaha. Mereka tidak hanya mengandalkan penjualan hasil peternakan, tetapi juga mengembangkan produk yang memiliki peluang dipasarkan dalam bentuk siap konsumsi.

 

Telur asin Laleng Kassi’e dikemas dalam kotak berisi 10 butir. Pengemasan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

 

Tim CSR dan SMEPP PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Yoga Pratama, mengatakan program pemberdayaan tidak semestinya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi perlu mendorong masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki.

 

“Program TJSL tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki agar mampu membangun kemandirian ekonomi dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Yoga dalam pemaparan program TJSL, Kamis (22/10/2026).

 

Di Agrokompleks Hasanuddin, pendekatan tersebut diterapkan dengan mengintegrasikan peternakan dan pemanfaatan limbah organik. Sisa makanan yang masih dapat dimanfaatkan diolah menjadi pakan alternatif, sementara hasil ternak dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

 

Model ini memperlihatkan bagaimana persoalan lingkungan dapat dihubungkan dengan aktivitas ekonomi produktif. Namun, keberlanjutan manfaatnya tetap bergantung pada kemampuan kelompok mengelola usaha, menjaga kualitas produk, dan menjangkau pasar.

 

Pemberdayaan Tak Hanya soal Peternakan

 

Upaya memperkuat kemandirian masyarakat juga dilakukan Pertamina Patra Niaga melalui program lain di sejumlah wilayah Sulawesi.

 

Di Kendari, Sulawesi Tenggara, program Mata Egg Farm mendorong pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ayam petelur, pelatihan, dan pendampingan manajemen usaha.

 

Di Bitung, Sulawesi Utara, Pusat Ajar Disabilitas Unggul (PADU) membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan, termasuk membatik dan merangkai manik-manik, sekaligus mendorong pemasaran hasil karya mereka.

 

Sementara di Parepare, Sulawesi Selatan, program Sehati Darling menggabungkan edukasi kesehatan keluarga, penguatan kader posyandu, pemantauan kesehatan lintas usia, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

 

Di Poso, Sulawesi Tengah, Integrated Jaya Farming menghubungkan sektor pertanian dan peternakan melalui pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk organik serta pengolahan hijauan untuk kebutuhan pakan ternak.

 

Adapun di Makassar, Mangkasara Ekokreasi mengembangkan pemanfaatan sampah melalui budidaya maggot, produksi pupuk organik, dan pengolahan sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi.

 

Di Gorontalo, program Pausantara berfokus pada konservasi hiu paus melalui pengembangan sarana pendukung dan edukasi masyarakat pesisir mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut.

 

Beragam program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat mengambil bentuk berbeda sesuai dengan kebutuhan wilayah, mulai dari penguatan usaha kecil hingga peningkatan akses keterampilan dan pelestarian lingkungan.

 

Yoga mengatakan setiap wilayah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda sehingga program pemberdayaan perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.

 

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan program semacam ini bukan semata-mata jumlah kegiatan yang terlaksana, melainkan sejauh mana masyarakat mampu melanjutkan usaha, memperluas pasar, dan merasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

 

Bagi kelompok peternak di Maros, pengolahan telur menjadi produk siap jual dan pemanfaatan limbah sebagai pakan alternatif menjadi bagian dari upaya menuju tujuan tersebut. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kredit Melawan Rentenir Tembus Rp64,85 Triliun, Jangkau 2,28 Juta Debitur
Sulawesi Selatan Raih TPAKD Award 2026, Terbaik di Wilayah Sulawesi
TNI Hadir untuk Rakyat, Satgas TMMD Ke-130 Gowa Selesaikan Pemasangan Menara Tandon Air
Prabowo Targetkan Pembiayaan Rp400 Triliun untuk Petani hingga Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE melalui Pelatihan Tanggap Darurat
Demi Setetes Air Bersih, Menara Tandon Air di Kalebarembeng Capai Progres 19%
KALLA Tegaskan Komitmen Kepatuhan Pajak, Sambut Baik PMK Nomor 71 Tahun 2026
GenBI Goes To School: Membangun Generasi Muda Cerdas Finansial, Bijak Digital, dan Peduli Sesama
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:39 WITA

Kredit Melawan Rentenir Tembus Rp64,85 Triliun, Jangkau 2,28 Juta Debitur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WITA

Dari Limbah Makanan Menjadi Peluang Usaha, Peternak Maros Kembangkan Telur Asin Bernilai Jual

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:22 WITA

Sulawesi Selatan Raih TPAKD Award 2026, Terbaik di Wilayah Sulawesi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:19 WITA

TNI Hadir untuk Rakyat, Satgas TMMD Ke-130 Gowa Selesaikan Pemasangan Menara Tandon Air

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Prabowo Targetkan Pembiayaan Rp400 Triliun untuk Petani hingga Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Berita Terbaru