MAKASSAR,FILALIN.COM – Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memperkuat konsolidasi organisasi setelah 197 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel resmi dilantik. Kepengurusan di bawah komando Ilham Arief Sirajuddin (IAS) kini menghadapi tantangan untuk memperkuat mesin partai sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029.
Pelantikan yang berlangsung di Makassar, Minggu (25/10/2026), dipimpin langsung Sekjen Partai Golkar, Sarmudji. Agenda ini menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk menegaskan arah kerja politik partai di Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan struktur kepengurusan yang melibatkan ratusan kader, Golkar Sulsel dituntut tidak sekadar memperkuat organisasi di tingkat provinsi, tetapi juga memastikan konsolidasi berjalan hingga ke 24 kabupaten dan kota.
Konsolidasi Jadi Pekerjaan Utama IAS
Kepemimpinan IAS menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pergerakan Golkar Sulsel ke depan. Konsolidasi internal, penguatan struktur partai, serta koordinasi dengan pengurus daerah menjadi pekerjaan yang perlu segera dituntaskan.
Tantangan tersebut tidak ringan. Golkar harus mampu menjaga soliditas kader sekaligus membangun kembali kekuatan politiknya di tengah persaingan ant partai yang semakin dinamis.
Persiapan menuju Pemilu 2029 pun membutuhkan kerja organisasi yang terukur. Penguatan basis pemilih, peningkatan aktivitas kader, dan penjagaan komunikasi dengan masyarakat menjadi sejumlah aspek yang akan menentukan efektivitas kerja politik partai.
Kehadiran Bahlil dan Sejumlah Menteri
Pelantikan tersebut juga menjadi perhatian karena dihadiri langsung Bahlil Lahadalia, yang menjabat Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Sejumlah menteri dari Partai Golkar turut menghadiri rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran elite partai di tingkat nasional memberikan dimensi tersendiri bagi konsolidasi Golkar di Sulawesi Selatan.
Namun, dukungan dari tingkat pusat perlu diikuti dengan penguatan kerja nyata di daerah. Soliditas organisasi dan kemampuan kader menjawab kebutuhan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Ujian Mengembalikan Kejayaan Golkar
Pelantikan ratusan pengurus ini sekaligus membuka babak baru bagi Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan IAS. Publik kini menantikan sejauh mana susunan kepengurusan tersebut mampu diterjemahkan menjadi kekuatan politik yang efektif.
Target menghadapi Pemilu 2029 tidak cukup hanya dengan membentuk struktur organisasi. Golkar perlu memastikan seluruh perangkat partai bekerja secara aktif, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta merumuskan strategi pemenangan yang sesuai dengan kondisi politik di setiap daerah.
Bagi IAS, keberhasilan kepemimpinannya akan dinilai dari kemampuan menjaga soliditas internal dan memperkuat posisi Golkar di Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, IAS menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan hibah anggaran pembangunan sekretariat, yaitu bantuan sebesar Rp1 Miliar dari Gubernur Sulawesi Selatan serta bantuan senilai Rp300 Juta dari Sekjen DPP Partai Golkar.
“Terimakasih semua yang sudah ikut berjuang dan membesarkan golkar,” ujarnya.
Dengan demikian, pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian atau pengesahan kepengurusan. Momentum tersebut menjadi titik awal bagi Golkar Sulsel untuk membuktikan kesiapan menghadapi kontestasi politik mendatang dan menjawab pertanyaan publik mengenai peluang partai itu mengembalikan kejayaannya di daerah ini. (*)


















