MAKASSAR,FILALIN.COM,. – Komunitas Payoba ID mengembangkan inovasi pengolahan limbah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Limbah plastik, termasuk segel dari Pertamina, diolah menjadi berbagai produk fungsional, mulai dari tempat sampah, meja, kursi, hingga aksesori.
Inisiatif yang telah berjalan sejak 2023 ini menjadi salah satu upaya mengurangi limbah plastik sekaligus membuka peluang ekonomi melalui kreativitas dan pemanfaatan kembali bahan yang sebelumnya tidak terpakai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sri Rahayuni, bagian Finance Payoba ID, menjelaskan bahwa proses produksi dimulai dengan mencacah limbah plastik. Material tersebut kemudian dipanaskan menggunakan oven sebelum segera dipres hingga membentuk lembaran menyerupai papan.
Lembaran plastik hasil pres selanjutnya dibentuk dan dirapikan sesuai desain produk yang akan dibuat.
“Untuk limbah segelnya, kita cacah, kemudian kita masukkan ke oven. Setelah itu, kita harus cepat pres. Jadi, kita pres seperti papan, kemudian kita bentuk dan rapikan menjadi sebuah kerajinan dari sampah plastik,” ujar Sri Rahayuni saat wawancara, Minggu (25/10/2026).
Menurut Sri, ketebalan bahan dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Fleksibilitas tersebut memungkinkan Payoba ID menghasilkan produk dengan ukuran dan bentuk yang beragam.
Olah Plastik Menjadi Produk Fungsional
Tidak hanya tempat sampah, Payoba ID juga memproduksi meja, kursi, bingkai kacamata, gantungan kunci, serta berbagai kerajinan lainnya.
Komunitas ini turut memanfaatkan limbah kain untuk dijahit kembali menjadi tas daur ulang yang memiliki nilai jual.
Dalam proses produksi tempat sampah, kebutuhan bahan plastik diperkirakan mencapai delapan hingga sepuluh kilogram untuk satu produk. Waktu pengerjaannya bergantung pada ketersediaan bahan, tingkat kesulitan, serta kondisi selama proses produksi.
Produk yang telah selesai dibuat kemudian dipasarkan melalui media sosial, termasuk Instagram. Payoba ID juga mengikuti berbagai kegiatan dan pameran untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat serta menjangkau calon pelanggan.
Sri mengatakan, pemanfaatan limbah memberikan manfaat ekonomi karena bahan yang sebelumnya tidak digunakan dapat diolah menjadi produk yang berpotensi menghasilkan pendapatan.
“Untuk dampak ekonomi, sangat membantu. Karena limbah plastik yang tidak terpakai selama ini bisa jadi uang. Sebenarnya sampah itu tidak selamanya harus dibuang. Kita bisa memanfaatkannya kembali, memilah, memakai kembali, atau mendaur ulang,” katanya.
Pertamina Dorong Ekonomi Sirkular
Dukungan terhadap pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat juga disampaikan Yoga Pratama, Junior Assistant II CSR & SMEPP Management Sulawesi.
Ia menjelaskan bahwa Pertamina mendorong berbagai program berbasis ekonomi sirkular, termasuk pengolahan limbah melalui konsep recycle atau daur ulang dan upcycle, yakni meningkatkan nilai guna bahan bekas menjadi produk baru.
Salah satu inovasi yang dikembangkan bersama komunitas adalah pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang dapat digunakan kembali dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Yoga, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pengelolaan sampah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan, program pemberdayaan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan semata. Pendampingan dilakukan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola dan melanjutkan program secara mandiri.
“Jadi, program kita tidak hanya beli putus atau sekadar sekali saja, tetapi kita ingin program ini menciptakan kemandirian dari masyarakat itu sendiri,” ujar Yoga.
Ia menjelaskan, program pemberdayaan Pertamina umumnya dirancang dengan pendampingan hingga lima tahun, dengan harapan masyarakat mampu membangun ketahanan ekonomi dan melanjutkan kegiatan secara berkelanjutan.
Limbah Jadi Peluang Usaha
Pengembangan Payoba ID memperlihatkan bahwa pengelolaan limbah dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular. Melalui proses pengolahan yang tepat, material bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai jual.
Kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan program pemberdayaan diharapkan dapat memperluas pemanfaatan limbah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Dengan inovasi dan pemasaran yang berkelanjutan, usaha kerajinan berbahan limbah seperti Payoba ID berpeluang berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. (*)


















