Payoba ID Sulap Limbah Segel Pertamina Jadi Tempat Sampah hingga Meja dan Kursi

- Penulis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:58 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,. – Komunitas Payoba ID mengembangkan inovasi pengolahan limbah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Limbah plastik, termasuk segel dari Pertamina, diolah menjadi berbagai produk fungsional, mulai dari tempat sampah, meja, kursi, hingga aksesori.

 

Inisiatif yang telah berjalan sejak 2023 ini menjadi salah satu upaya mengurangi limbah plastik sekaligus membuka peluang ekonomi melalui kreativitas dan pemanfaatan kembali bahan yang sebelumnya tidak terpakai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sri Rahayuni, bagian Finance Payoba ID, menjelaskan bahwa proses produksi dimulai dengan mencacah limbah plastik. Material tersebut kemudian dipanaskan menggunakan oven sebelum segera dipres hingga membentuk lembaran menyerupai papan.

 

Lembaran plastik hasil pres selanjutnya dibentuk dan dirapikan sesuai desain produk yang akan dibuat.

 

“Untuk limbah segelnya, kita cacah, kemudian kita masukkan ke oven. Setelah itu, kita harus cepat pres. Jadi, kita pres seperti papan, kemudian kita bentuk dan rapikan menjadi sebuah kerajinan dari sampah plastik,” ujar Sri Rahayuni saat wawancara, Minggu (25/10/2026).

 

Menurut Sri, ketebalan bahan dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Fleksibilitas tersebut memungkinkan Payoba ID menghasilkan produk dengan ukuran dan bentuk yang beragam.

 

Olah Plastik Menjadi Produk Fungsional

 

Tidak hanya tempat sampah, Payoba ID juga memproduksi meja, kursi, bingkai kacamata, gantungan kunci, serta berbagai kerajinan lainnya.

 

Komunitas ini turut memanfaatkan limbah kain untuk dijahit kembali menjadi tas daur ulang yang memiliki nilai jual.

 

Dalam proses produksi tempat sampah, kebutuhan bahan plastik diperkirakan mencapai delapan hingga sepuluh kilogram untuk satu produk. Waktu pengerjaannya bergantung pada ketersediaan bahan, tingkat kesulitan, serta kondisi selama proses produksi.

 

Produk yang telah selesai dibuat kemudian dipasarkan melalui media sosial, termasuk Instagram. Payoba ID juga mengikuti berbagai kegiatan dan pameran untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat serta menjangkau calon pelanggan.

 

Sri mengatakan, pemanfaatan limbah memberikan manfaat ekonomi karena bahan yang sebelumnya tidak digunakan dapat diolah menjadi produk yang berpotensi menghasilkan pendapatan.

 

“Untuk dampak ekonomi, sangat membantu. Karena limbah plastik yang tidak terpakai selama ini bisa jadi uang. Sebenarnya sampah itu tidak selamanya harus dibuang. Kita bisa memanfaatkannya kembali, memilah, memakai kembali, atau mendaur ulang,” katanya.

 

Pertamina Dorong Ekonomi Sirkular

 

Dukungan terhadap pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat juga disampaikan Yoga Pratama, Junior Assistant II CSR & SMEPP Management Sulawesi.

 

Ia menjelaskan bahwa Pertamina mendorong berbagai program berbasis ekonomi sirkular, termasuk pengolahan limbah melalui konsep recycle atau daur ulang dan upcycle, yakni meningkatkan nilai guna bahan bekas menjadi produk baru.

 

Salah satu inovasi yang dikembangkan bersama komunitas adalah pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang dapat digunakan kembali dalam kehidupan sehari-hari.

 

Menurut Yoga, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pengelolaan sampah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

 

Ia menegaskan, program pemberdayaan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan semata. Pendampingan dilakukan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola dan melanjutkan program secara mandiri.

 

“Jadi, program kita tidak hanya beli putus atau sekadar sekali saja, tetapi kita ingin program ini menciptakan kemandirian dari masyarakat itu sendiri,” ujar Yoga.

 

Ia menjelaskan, program pemberdayaan Pertamina umumnya dirancang dengan pendampingan hingga lima tahun, dengan harapan masyarakat mampu membangun ketahanan ekonomi dan melanjutkan kegiatan secara berkelanjutan.

 

Limbah Jadi Peluang Usaha

 

Pengembangan Payoba ID memperlihatkan bahwa pengelolaan limbah dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular. Melalui proses pengolahan yang tepat, material bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai jual.

 

Kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan program pemberdayaan diharapkan dapat memperluas pemanfaatan limbah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

 

Dengan inovasi dan pemasaran yang berkelanjutan, usaha kerajinan berbahan limbah seperti Payoba ID berpeluang berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

# Festival Main Space Chapter 3 Hadirkan Kolaborasi Seni, Ekologi, dan UMKM Binaan Pertamina
IAS Pimpin Konsolidasi Golkar Sulsel, 197 Pengurus Resmi Dilantik Menuju Pemilu 2029
PERKUAT LITERASI KEUANGAN GENERASI MUDA, OJK EDUKASI PELUANG DAN RISIKO PEMBIAYAAN DIGITAL
Penjualan MG di Makassar Naik 40 Persen, Mobil Listrik dan Hybrid Makin Dilirik
Al-Markaz Gelar Ngobras, Bahas Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah Pesantren
Tekan Disparitas Harga Pangan di Wilayah Kepulauan, BI Dorong Sinergi Produksi hingga Distribusi Sulampua
Universitas Ciputra Makassar Luncurkan Dua Spesialisasi Magister Manajemen, Tawarkan Kuliah S2 Jalur RPL
VASAKA HOTEL MAKASSAR JALIN KERJA SAMA DENGAN KAMPUS NOBEL INDONESIA, PERKUAT SINERGI PENDIDIKAN DAN INDUSTRI
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:07 WITA

# Festival Main Space Chapter 3 Hadirkan Kolaborasi Seni, Ekologi, dan UMKM Binaan Pertamina

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:58 WITA

Payoba ID Sulap Limbah Segel Pertamina Jadi Tempat Sampah hingga Meja dan Kursi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:52 WITA

IAS Pimpin Konsolidasi Golkar Sulsel, 197 Pengurus Resmi Dilantik Menuju Pemilu 2029

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:06 WITA

Penjualan MG di Makassar Naik 40 Persen, Mobil Listrik dan Hybrid Makin Dilirik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:30 WITA

Al-Markaz Gelar Ngobras, Bahas Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah Pesantren

Berita Terbaru