Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM

- Penulis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:52 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG FILALIN.COM,  – Pemerataan akses keuangan menjadi salah satu perhatian utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. Program ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian khusus dalam memperoleh layanan keuangan formal.

 

Kelompok tersebut meliputi perempuan, pelajar, pemuda, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja sektor informal, petani, nelayan, penyandang disabilitas hingga masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga harus memahami cara memanfaatkannya secara tepat.

 

“Industri keuangan itu kuncinya cuma satu, kalau masyarakat percaya,” kata Dicky dalam acara puncak BIK dan Financial Expo 2026 di Trans Studio Mall Bandung, Kamis (29/10/2026).

 

Sebagai bentuk pemerataan akses tersebut, OJK Provinsi Jawa Barat melaksanakan sejumlah kegiatan yang menyasar kelompok masyarakat prioritas.

 

Salah satunya melalui peringatan Pekan Tuli Internasional pada 24 Oktober 2026 di Sentra Wyata Guna, Kota Bandung, dengan tema “Menuju Kesetaraan Melalui Inklusi Keuangan”.

 

Kegiatan tersebut menjangkau sekitar 400 peserta penyandang disabilitas. Rangkaian acaranya meliputi expo bazar yang menghadirkan 25 UMKM penyandang disabilitas, edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas tuli, serta penyerahan tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) dan buku literasi keuangan kepada 10 SLB di Kota Bandung.

 

OJK Jawa Barat juga menggelar edukasi keuangan bagi sekitar 2.000 santri Daarut Tauhiid pada 10 Oktober 2026. Kegiatan tersebut disertai pembukaan rekening SimPel untuk menanamkan budaya menabung dan kedisiplinan mengelola keuangan sejak dini.

 

Sementara di sektor usaha produktif, sebanyak 15 kegiatan edukasi keuangan dilaksanakan bagi sekitar 4.500 pelaku UMKM di wilayah Bogor, Bekasi, dan Purwakarta.

 

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan, kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan menjadi faktor penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat produktif.

 

“Melalui momentum FinExpo 2026 ini, kami berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga akses keuangan semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, peternak, dan berbagai sektor produktif lainnya,” kata Darwisman.

 

Secara nasional, rangkaian BIK 2026 telah menghasilkan 6.446 kegiatan literasi dan inklusi keuangan dengan jumlah peserta lebih dari 798 ribu orang.

 

Program tersebut juga mencatat pembukaan 27,23 juta rekening dan akun keuangan yang mencakup sektor perbankan, pasar modal, asuransi, perusahaan pembiayaan, pegadaian, dan fintech.

 

Melalui berbagai program tersebut, OJK ingin memastikan inklusi keuangan tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah rekening, tetapi juga dari semakin terbukanya kesempatan masyarakat untuk memperoleh pembiayaan, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 

OJK bersama pemerintah daerah dan industri jasa keuangan berkomitmen terus memperkuat pemerataan akses keuangan sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar
OJK Limpahkan Dua Petinggi BPR DCN Malang ke Jaksa, Dugaan Penyimpangan Dana Capai Rp54,9 Miliar
BIK 2026 Bukukan 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK: Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci
OJK Sulselbar Manfaatkan Jalan Sehat untuk Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat
LAZ Hadji Kalla Dampingi UMKM Perkuat Legalitas dan Akses Pasar
Dari Atap Bocor Menuju Harapan Baru, Rumah Muh. Ramli di Gowa Kini Dikerjakan TNI
Denda Rp2,1 Triliun Lunas, Transparansi Pelaku Manipulasi Saham Masih Jadi Sorotan
IAS Tegaskan Anggota Fraksi Golkar Jadi Prioritas Caleg Mendatang
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:52 WITA

Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:47 WITA

Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:41 WITA

OJK Limpahkan Dua Petinggi BPR DCN Malang ke Jaksa, Dugaan Penyimpangan Dana Capai Rp54,9 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:36 WITA

BIK 2026 Bukukan 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK: Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:59 WITA

OJK Sulselbar Manfaatkan Jalan Sehat untuk Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat

Berita Terbaru