Menikmati Situs Sejarah Batu Maringki,Tanpa Khawatir Putus Komunikasi Berkat Signal Kuat Im3

- Penulis

Kamis, 3 Oktober 2024 - 06:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE,FILALIN.COM, — Berwisata ke daerah pelosok memiliki tantangan dan keseruan tersendiri. Selain karena perjalanan yang jauh dari pusat kota yang penuh stamina yang kuat, juga masalah jaringan seluler yang gunakan kadang timbul tenggelam atau kurang stabil. Bahkan tidak jarang ada provider yang tidak memiliki signal sehingga kesulitan berkomunikasi.

Soal pentingnya signal yang kuat bagi Muh Isnan salah seorang youtuber wisata di Makassar merupakan hal utama dan penting. Karenanya dia akan memastikan terlebih dahulu apakah lokasi yang dikunjunginya ada jaringan telekomunikasi, dan provider apa saja yang menjangkau lokasi tersebut.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Termasuk saat mengunjungi Batu Maringki atau Batu Makiki yang berada Kelurahan Watang Bacu Kiki Kecamatan Bacu Kiki, Kota Parepare yang berjarak sekitar 154 km dari Kota Makassar. Dia sempat khawatir akan terjadi blank spot di batu maringki, pasalnya lokasinya masuk ke pedalaman,berhutan dan berbukit jauh dari pusat kota pare-pare.

 

“saya sempat khawatir akan kehilangan sinyal telpon karena lokasinya yang masuk pedalaman, namun saat dilokasi saya liat jaringan im3 masih stabil, ini terlihat saya coba live di youtube dan IG masih bagus, tidak buffering,” ujarnya Kamis (3/10/2024).

 

Isnan menjelaskan bahwa dia sempat was-was karena temannnya yang menggunakan provider lain kesulitan mendapatkan signal harus berpindah-pindah tempat untuk agar jaringan selulernyas stabil.

 

Kestabilan jaringan yang di miliki oleh im3 sangat membantu dirinya sebagai youtuber yang sering ke lokasi-lokasi pelosok. Dia mencontoh saat ke Batu maringki (batu meringkih ) seuah objek wisata budaya yang juga merupakan salah satu situs cagar budaya yang berada pelosok parepare.Lokasi yang masuk kedalam hutan dan pengunungan harus memastikan ketersedian jaringan.

 

“alhamdulilah saat live di sosmed jaringan im3 stabil sehingga bisa berinteraksi langsung dengan penonton,pertanyaan-pertanyaan saat live bisa dijawab langsung,karena banyak yang penasaran dengan batu maringkih itu apa,” tuturnya.

 

Isnan menggambarkan untuk menuju situs budaya yang satu ini, kakan disuguhkan pemandangan alam yang asri dan orang-orangnya yang ramah.

 

Menurut cerita masyarakat setempat, nama Batu Makiki diberikan karena batu ini sering mengeluarkan

suara meringkik seperti kuda yang dipercaya akan terjadi bencana di wilayah Kerajaan Bacu Kiki kala itu.

seperti dituturkan Amir yang merupakan tokoh masyarakat di Kelurahan Watang Bacu Kiki pada Muh Isnan.

 

“Kalau dulunya itu menurut sejarah orang tua, setiap akan terjadi permasalahan di Bacu Kiki,

umumnya pasti ada tanda yang dikeluarkan di batu ini

Ada bunyinya, kayak bunyi kuda, makanya namanya Batu Kiki.(batu meringkih),” ujarnya.

 

Namun saat ini, bunyi meringkik dari batu tersebut sudah tidak pernah lagi didengarkan oleh masyarakat sekitar.

Situs budaya Batu Kiki saat ini hanya dipagari ala kadarnya oleh warga

untuk menjaga keberadaan salah satu saksi sejarah yang ada di Parepare.

Amir pun berharap kepada pemerintah kota Parepare agar lebih memperhatikan keberadaan situs sejarah Batu Makiki. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat 
CATATAN SYAMRIL : MENDENGARKAN
Polemik di Gowa: Antara Hak Angket dan Koridor Hukum
GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu,  Dukung Transformasi Layanan Kesehatan Primer di Makassar
Pra Pekan Olahraga NIPAH 2026 Disambut Antusias, E-Sport hingga Anggar Ramaikan Rangkaian Pra Event 
Kinerja Sektor Jasa Keuangan Sulsel Stabil, Kredit Tumbuh 5,46 Persen hingga April 2026
Djaya Jumain: Rapat Hak Angket DPRD Gowa yang Membahas Dugaan Asusila Seharusnya Tidak Disiarkan Langsung dan Dilaksanakan Secara Tertutup
Bangun Kemandirian Desa melalui Edukasi Keamanan Pangan, BBPOM di Makassar Perkuat Peran Komunitas Masyarakat Desa Padanglampe
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:45 WITA

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat 

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:03 WITA

CATATAN SYAMRIL : MENDENGARKAN

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:59 WITA

Polemik di Gowa: Antara Hak Angket dan Koridor Hukum

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:50 WITA

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu,  Dukung Transformasi Layanan Kesehatan Primer di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:34 WITA

Pra Pekan Olahraga NIPAH 2026 Disambut Antusias, E-Sport hingga Anggar Ramaikan Rangkaian Pra Event 

Berita Terbaru

Berita

CATATAN SYAMRIL : MENDENGARKAN

Minggu, 28 Jun 2026 - 12:03 WITA

Berita

Polemik di Gowa: Antara Hak Angket dan Koridor Hukum

Minggu, 28 Jun 2026 - 11:59 WITA