Dihadapan Tokoh Agama Sulsel, Menag Ingatkan Tentang Moderasi Beragama

- Penulis

Senin, 14 November 2022 - 00:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FILALIN-NEWS, MAKASSAR – Menteri agama republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas, kembali ingatkan pentingnya Moderasi Beragama, dalam menjalankan kehidupan beragama dan berbangsa ditengah masyarakat.

Hal ini disampaikan dihadapan ribuan tokoh Agama yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan, pada acara silaturrahmi bersama tokoh Agama provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (13/11/2022) di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar.

“Moderasi Beragama bukan agamanya yang dimoderasi. Tapi perilaku kita dalam beragama itu yang dimoderasi, agar tidak terlalu ekstrim ke kanan dan tidak terlalu kekiri, karena pada perinsipnya Agama itu memang berada ditengah-tengah, dan pastinya tidak ada agama yang menghendaki pengikutnya bersikap extrem,” ujar Yaqut Cholil Qoumas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Menag menambahkan bahwa, Tuhan itu mencintai dan menyukai kasih sayang, namun terkadang kita menemukan umat yang mengaku beragama, tapi melakukan kekerasan-kekerasan kepada umat lain.

“Dulu orang saling mengasihi karena agama, Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengasihi satu sama lain, karena kita berpegang kepada nilai-nilai agama, tetapi sekarang kita lihat banyak orang berselisih karena beda agama,” tutur Gusmen.

Diakhir arahannya, Gusmen mengingatkan agar para tokoh agama memberikan pemahaman kepada umatnya, agar memahami hakekat dari agama itu diturunkan.

“Saya kembali ingatkan, demi umat bergama dan demi agama yang kita pegang kuat keyakinannya, demi bangsa dan negara ini, tolong sampaikan kepada umat bapak ibu sekalian agar menyikapi agama sebagaimana dulu diturunkan dan dituntunkan bagi umat manusia,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menag juga meresmikan 2 Gedung Pusat Pelayanan Haji dan umrah terpadu (PLHUT), 5 Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji, serta 2 Gedung IAKN Toraja, yang ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, didampingi Kakanwil Kemenag Sulsel H. Khaeroni, H. Ashabul Kahfi Anggota DPRI dari Komisi IIV, Ketua MUI Sulsel, KH. Najamuddin beserta Tokoh Lintas Agama.

Adapun kantor yang diresmikan adalah Kantor Urusan Agama Kecamatan Wasuponda kabupaten Luwu Timur, Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara, Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa, Kecamatan Sabbang paru kabupaten Wajo, kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang, PLHUT kabupaten Jeneponto, kabupaten Luwu, dan Gedung rektorat dan pasca sarjana IAKN Toraja.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Sulselbar Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Sektor Jasa Keuangan
Pelindo dan Tiran Nusantara Group Jajaki Peluang Kerja Sama
Pelindo dan Pemkot Makassar Sepakat Tata Pelabuhan Lebih Baik
Bank Papua Dorong Mahasiswa AMKOP Jadi Entrepreneur Mandiri Lewat Kelas Kolaboratif
Hj Risma Jelaskan Kronologi Jamaah Umrah Dipulangkan Bertahap, Terkendala Biaya Membengkak Akibat Perang
LIPPOLAND, MELALUI GMTD GELAR CSR TABUNG KARYA, BERDAYAKAN 75 ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI MOMENTUM HARI DOWN SYNDROME SEDUNIA
Menteri Lingkungan Hidup Ingatkan Tingginya Biaya Listrik dari Sampah dalam Penandatanganan MoU PSEL di Sulsel
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Pererat Silaturahmi Bersama Purna Bakti PNS dalam Halal Bi Halal
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 14:59 WITA

OJK Sulselbar Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Sektor Jasa Keuangan

Rabu, 8 April 2026 - 19:49 WITA

Pelindo dan Tiran Nusantara Group Jajaki Peluang Kerja Sama

Rabu, 8 April 2026 - 16:55 WITA

Pelindo dan Pemkot Makassar Sepakat Tata Pelabuhan Lebih Baik

Rabu, 8 April 2026 - 09:55 WITA

Bank Papua Dorong Mahasiswa AMKOP Jadi Entrepreneur Mandiri Lewat Kelas Kolaboratif

Senin, 6 April 2026 - 22:58 WITA

Hj Risma Jelaskan Kronologi Jamaah Umrah Dipulangkan Bertahap, Terkendala Biaya Membengkak Akibat Perang

Berita Terbaru