Terkuat Fakta Dibalik Penculikan Bocah Umur 11 Tahun

- Penulis

Rabu, 11 Januari 2023 - 10:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FILALIN, MAKASSAR – Penculikan dan pembunuhan bocah 11 tahun Makassar Sulawesi Selatan mengungkap banyak misteri. Mulai dari penjualan organ tubuh, serta proses penculikan hingga pembunuhan.

Penangkapan kedua pelaku bisa di lakukan cepat karena mereka terekam kamera CCTV di depan sebuah toko. Setelah melakukan penyelidikan, tim Polsek Panakkukang, Makassar, kemudian menangkap pelaku pada Selasa dini hari. Kedua pelaku berinisial Al (17) dan Fa (14) itu ditangkap di dua tempat berbeda di rumah keluarganya.

Proses Penjualan Organ Tubuh, Gagal

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dihadirkan dalam jumpa pers kepolisian, Al sebagai pelaku utama mengatakan, semula dirinya mendapat informasi di internet tentang penjualan organ tubuh. Dia lalu berusaha menghubungi sebuah alamat surat elektronik.

Baca Juga : KKB Papua Kembali Tebar Teror, Bakar Sekolah hingga Tembak Pesawat

“Saya coba menghubungi dan menawarkan soal organ tubuh. Setelah itu, saya menculik korban, lalu saya bawa ke rumah. Tadinya saya mau serahkan utuh kepada orang yang berminat. Ternyata surat elektronik yang saya kirim tidak dibalas. Karena bingung, saya panggil teman, lalu korban kami bunuh,” ungkapnya.

Usai membunuh, kedua pelaku mencari kantong plastik bekas sampah lalu memasukkan korban ke dalam plastik itu. Pada Minggu malam, jenazah korban kemudian dibawa menggunakan sepeda motor dan dibuang di kolong jembatan.

Kronologi Penculikan

Melansir dari kompas.com, Sekitar pukul 17.30, pelaku mendatangi Dewa dan Alif di depan sebuah tempat pembelanjaan, lalu menawarkan pekerjaan membersihkan rumah dengan iming-iming uang Rp 50.000. Tawaran itu membuat Dewa tertarik meski Alif sebenarnya sudah melarang.

Baca Juga : Biadab! Dosen Ini “Cabuli” Bocah 13 Tahun di Toilet Bandara

“Saya larang dan bilang jangan. Tapi dia mau karena katanya ada uangnya. Lalu dia dibawa pakai motor. Setelah itu saya pulang melapor ke rumah,” kata Alif.

Setelah mendapat laporan dari Alif, keluarga lalu mencoba mencari Dewa. Mereka juga sempat melapor ke polsek sekitar dua jam setelah korban dibawa.

Namun, karena saat itu waktu hilangnya Dewa belum sampai 24 jam, laporan tersebut belum diproses.

“Sepanjang malam kami berpencar mencari. Akhirnya, besoknya kami laporkan kembali ke polisi,” ujar Aisyah (Bibi Dewa).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LBH Suara Panrita Keadilan Desak Bupati Gowa Copot Kadis Dukcapil dan Kepala DPMPTSP Usai Lansia Meninggal di MPP
Tim Sar Gabungan evakuasi jenazah 1 orang ABK yang terjatuh ke laut
PENEMUAN MAYAT DI PULAU LALAI, BASARNAS MAKASSAR LAKUKAN EVAKUASI BERSAMA TIM GABUNGAN
Nasabah Gugat BSI Makassar Soal Dugaan Penyimpangan Prosedur Pembiayaan, Massa Gelar Aksi di Pengadilan Negeri
Tenggelam saat rekreasi di air terjun, pemuda asal wajo ditemukan tak bernyawa
Patroli Perintis Presisi Samapta Polres Gowa Amankan Pelaku Keributan di Somba Opu
Niat Rekreasi, Pemuda Asal Wajo Tenggelam di Air Terjun
LBH Suara Panrita Keadilan Laporkan Diduga Pelaku Perusakan Barang di Polsek Pattallassang Takalar.
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 07:14 WITA

LBH Suara Panrita Keadilan Desak Bupati Gowa Copot Kadis Dukcapil dan Kepala DPMPTSP Usai Lansia Meninggal di MPP

Minggu, 16 November 2025 - 14:29 WITA

Tim Sar Gabungan evakuasi jenazah 1 orang ABK yang terjatuh ke laut

Jumat, 14 November 2025 - 14:15 WITA

PENEMUAN MAYAT DI PULAU LALAI, BASARNAS MAKASSAR LAKUKAN EVAKUASI BERSAMA TIM GABUNGAN

Kamis, 6 November 2025 - 16:42 WITA

Nasabah Gugat BSI Makassar Soal Dugaan Penyimpangan Prosedur Pembiayaan, Massa Gelar Aksi di Pengadilan Negeri

Selasa, 4 November 2025 - 16:03 WITA

Tenggelam saat rekreasi di air terjun, pemuda asal wajo ditemukan tak bernyawa

Berita Terbaru