Kanwil DJP Sulselbartra Raup Penerimaan Pajak Rp18,26 Triliun Sepanjang 2022

- Penulis

Jumat, 27 Januari 2023 - 10:31 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

konferensi pers, kinerja APBN regional Sulsel periode 31 Desember 2022, di Strada Cafe & Resto, Kamis (26/1).

i

konferensi pers, kinerja APBN regional Sulsel periode 31 Desember 2022, di Strada Cafe & Resto, Kamis (26/1).

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  – Kanwil DJP Sulselbartra berhasil menghimpun penerimaan sebesar Rp18,26 Triliun atau 124.67% dari target, hal ini menjadi pertama kali mencapai target penerimaan sejak tahun 2014.

Hal ini seperti diungkapkan Supendi, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan pada konferensi pers, kinerja APBN regional Sulsel periode 31 Desember 2022, di Strada Cafe & Resto, Kamis (26/1).

Menurut Supendi, khusus di Sulawesi Selatan, penerimaan pajak mengalami pertumbuhan yang signifikan yaitu 27,4% (yoy) dengan realisasi penerimaan pajak tahun 2022 mencapai Rp12,7 Triliun atau 120,28% dari
target.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara realisasi PNBP tahun 2022 regional Sulawesi Selatan mencapai Rp2.686,77 Miliar, atau tumbuh 11,77%
dibandingkan tahun 2021 dengan rincian: PNBP Lainnya Rp963,69 Miliar dan PNBP BLU Rp1.723,08
Miliar.

“Realisasi pendapatan BLU sebagian besar disumbang dari pendapatan jasa layanan umum pada Satker BLU yang ada di Sulawesi Selatan yang mencapai 90,08% dari total pendapatan BLU sebesar Rp1.734,32 Miliar,”ungkap Supendi.

Lanjutnya, secara umum, pelaksanaan belanja negara di Sulawesi Selatan masih menggunakan pola menumpuk di akhir tahun.

Hal ini tampak dari meningkatnya realisasi secara drastis sebesar Rp44,134 Triliun pada akhir November 2022 menjadi Rp49,81 triliun di akhir Desember 2022.

Hal ini diakibatkan transfer ke daerah mengalami perlambatan akibat menurunnya alokasi pagu yang tersedia jika dibandingkan dengan tahun lalu. Agregat realisasi Belanja Negara tahun 2022 sebesar Rp49,81 Triliun dari pagu Rp50,79 Triliun (98,08%) .

“Belanja Pemerintah Pusat on the track namun perlu diakslerasi guna meningkatkan pemulihan ekonomi, hanya komponen belanja pegawai yang tumbuh postif. Belanja barang dan modal terkontraksi akibat keterlambatan proses lelang, penundaan kegiatan dan automatic adjustment,” pungkas Supendi. (#)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Singapore Fun Run di CPI Makassar Diikuti 1.400 Peserta, Kids Run Jadi Daya Tarik
Al-Markaz Fun Run 2026 Siap Meriahkan Makassar, Yuk Daftar dan Jadi Bagian Keseruannya!
Kepungan Mayit di Landasan Terbang: Teaser Poster Film “Zona Merah” Resmi Rilis, Siap Hadirkan Wabah Zombie Terbesar di Indonesia
Friday Market dan Barbeku IIPOJK, Cara Keluarga Besar OJK Sulselbar Hidupkan Ekonomi dari Lingkungan Sendiri
OJK Kenakan Denda Rp2,12 Triliun Sepanjang Oktober 2026, Pelanggaran Pasar Modal Ditindak Tegas
Kredit Perbankan Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga
OJK TEGASKAN KOMITMEN REFORMASI SEKTOR ASURANSI DAN DANA PENSIUN DI FORUM OECD
Pelindo Mengajar, Pelindo Jasa Maritim Mengajak Pelajar Tuban Mengenali Dunia Kemaritiman Indonesia
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 08:45 WITA

Singapore Fun Run di CPI Makassar Diikuti 1.400 Peserta, Kids Run Jadi Daya Tarik

Sabtu, 7 November 2026 - 19:05 WITA

Al-Markaz Fun Run 2026 Siap Meriahkan Makassar, Yuk Daftar dan Jadi Bagian Keseruannya!

Sabtu, 7 November 2026 - 14:54 WITA

Kepungan Mayit di Landasan Terbang: Teaser Poster Film “Zona Merah” Resmi Rilis, Siap Hadirkan Wabah Zombie Terbesar di Indonesia

Jumat, 6 November 2026 - 13:19 WITA

Friday Market dan Barbeku IIPOJK, Cara Keluarga Besar OJK Sulselbar Hidupkan Ekonomi dari Lingkungan Sendiri

Jumat, 6 November 2026 - 08:06 WITA

OJK Kenakan Denda Rp2,12 Triliun Sepanjang Oktober 2026, Pelanggaran Pasar Modal Ditindak Tegas

Berita Terbaru