Cak Imin Usul Jabatan Gubernur Dihapus dari Struktur Pemerintahan Indonesia

- Penulis

Senin, 30 Januari 2023 - 16:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

i

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Filalin, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengusulkan jabatan gubernur dihapus dari struktur pemerintahan. Ia menganggap jabatan gubernur di Indonesia tidak terlalu fungsional dalam tatanan pemerintahan.

Ia bahkan mengusulkan pemilihan langsung hanya untuk pemilihan presiden, bupati, dan wali kota. Menurut Cak Imin, pemilihan gubernur hanya melelahkan serta jabatan yang tidak signifikan.

Baca Juga: Gabung PKB, Deng Ical Siap Nyaleg DPR RI di Pemilu 2024

“Fungsi gubernur hanya sebagai sarana penyambung pusat dan daerah, itu tahap pertama, jadi Pilkada tidak ada (pemilihan) gubernur, jadi hanya (pemilihan kepala daerah) kabupaten/kota. Tahap kedua, ya ditiadakan institusi atau jabatan gubernur, jadi tidak ada lagi,” ungkap Cak Imin dalam Sarasehan Nasional Satu Abad NU di Jakarta Pusat Senin (30/1/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PKB sih mengusulkan pemilihan langsung hanya pilpres dan pilbup, pilkota. Pilgub tidak lagi karena melelahkan, kalau perlu nanti gubernur pun enggak ada suatu hari karena enggak terlalu fungsional di dalam jejaring pemerintahan, banyak sekali evaluasi,” lanjutnya.

Cak Imin menyatakan pihaknya saat ini masih mendiskusikan hal tersebut dengan para ahli. Ia menegaskan PKB akan memperjuangkan gagasan penghapusan jabatan gubernur di Indonesia.

Menurut Cak Imin, politik Indonesia sejak era reformasi semakin pragmatis dan terus berkompetisi tiada henti.

Baca Juga: Partai Demokrat Dukung Anies Baswedan Bakal Capres 2024

“Salah satu kelemahan era reformasi yang paling mendesak diatasi adalah politik yang pragmatis, kompetisi yang tidak ada henti. Kelihatannya damai tapi kompetisinya tidak pernah berhenti 24 jam. Ini sistem yang melelahkan,” tutur Cak Imin

Kondisi tersebut, jelas Cak Imin, membuat pemilu semakin membutuhkan uang. Menurutnya uang yang menentukan kemenangan dalam pemilu.

“Dimana pemilu yang pragmatis bahwa uang yang menentukan banyak hal dalam perilaku pemilu yang itu artinya masa depan kader-kader NU juga agak madesu, masa depan suram,” jelasnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahmansyah Fokus Menangkan PSI di Sulsel Konsolidasi Total Hingga Akar Rumput Jadi Prioritas
DPD Gerakan Rakyat Gowa Gelar Konsolidasi Internal Pasca Rakernas
Sahrin Hamid: Gerakan Rakyat Fokus Sosial, Partai Aksi Rakyat Fokus Politik
Pengurus PKS Sulsel Silaturahmi Gubernur
Ketua Fraksi DPR-RI PKS Hadiri Dialog Interaktif di Sulawesi selatan
NasDem Bantah Keterlibatan Bupati Kolaka Timur Abdul Azis dalam OTT KPK
Politisi Muda ini Daftar Calon Ketua Hanura Sulsel
Presiden Prabowo Resmi Lantik Appi Wali Kota Makassar ke-21, Aliyah Wakil Wali Kota ke-10
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:16 WITA

Rahmansyah Fokus Menangkan PSI di Sulsel Konsolidasi Total Hingga Akar Rumput Jadi Prioritas

Senin, 2 Februari 2026 - 14:47 WITA

DPD Gerakan Rakyat Gowa Gelar Konsolidasi Internal Pasca Rakernas

Minggu, 14 September 2025 - 21:49 WITA

Sahrin Hamid: Gerakan Rakyat Fokus Sosial, Partai Aksi Rakyat Fokus Politik

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:26 WITA

Pengurus PKS Sulsel Silaturahmi Gubernur

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:56 WITA

Ketua Fraksi DPR-RI PKS Hadiri Dialog Interaktif di Sulawesi selatan

Berita Terbaru