Pastikan Harga Stabil , KPPU,BI dan Disprindag Sidak Bawang Putih Di Pasar Terong

- Penulis

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:03 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR FILALIN.COM,– Komisi Pengawasan Persaingan Usahan (KPPU) RI bersama dengan pihak Bank Indonesia Sulsel dan Dinas Perdagangan Pemrov sulsel melakukan pengecekan atau sidak ketersedian sembako dan harga-harga sembako yang ada dipasar Terong Makassar, Minggu (19/5/2024).

Sidak ini dilakukan menyusul adanya akan kenaikan harga beberapa bahan pokok terutama bawang putih. Selain itu juga memastikan ketersedian bahan pokok jelang hari raya idul adha 2024.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sidak ini, selain mengecek harga dan ketersedian bahan pokok juga berdialog dengan para pedagang.

 

Hilman Pujana, Komisioner KPPU -RI mengugkapkan pihaknya bersama instansi terkait melakukan pengecekan di lapangan terkait dengan harga-harga pokok.

 

” Jadi ada beberapa komoditas memang yang tadi mengalami sedikit kenaikan ya, Jadi mungkin karena adanya isu soal kenaikan dan kelangkaan, dan ini termasuk isu nasional yaitu terkait dengan bawang putih.tadi kita cek satu karungnya itu kalau di pedagang besarnya di harga 660 lah jadi kalau kita bagi per kilo sekitar 33.000,” ujarnya disela-sela sidak di pasar terong makasssr, Minggu (19/5/2024).

 

Hilman menjabarkan jika, harga bawang putih pada tingkat pengecer sekitar Rp40.000/kg dalam kondisi sudah bersih dan sudah siap. Selain berdasarkan data dari Balai Karantina Pertanian Makassar, untuk di Sulawesi-Selatan Ini sudah masuk importir bawang putih yang langsung dari cina.

 

Dengan demikian,ketersedian bawang putih untuk saat ini masih terjaga. Begitu pula dengan harga yang ada masih bisa dikatakan stabil.

Sedang harga bahan pokok lainnya seperti daging sapi,telur masih stabil,sedang cabe dan bawang merah harganya fluktatif mengikuti pasokan yang datang dari daerah seperti engrekang dan bantaeng.

 

Hal senada juga di ungkapkan Plh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),Sulsel Since Erna Lamba. Dia menegaskan jika lihat dari harga-harga yang ada dari aspek ketersediaan cukup. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

 

“Belanja sesuai kebutuhan kita, jadi kita menghimbau masyarakat tidak perlu takut kami melihat dari jumlah stok ketersediaan itu cukup kemudian harga cukup stabil, kami melihat kecuali bawang putih ya ? nah ini memang nanti kita dengan KPPU akan menghitung Bagaimana stok kita terkait itu ,Tapi kalau melihat dari stok cukup jadi tadi kami mengatakan bahwa pada prinsipnya pemerintah akan terus mengawasi dan mengendalikan harga sehingga daya beli masyarakat bisa tetap baik untuk bisa mengakses pangan-pangan kita yang strategis,” ujarnya.

 

Disisi lain, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Mohamad Abdul Majid Ikram menilai perayaan idul fitri dan nataru beberapa waktu lalu berdampak pada harga-harga dipasaran. Hanya saja beberapa komoditas seperti daging kemudian telur yang bisa potensial naik.

 

“kita sedang melakukan Pemantauan dan upaya untuk penanggulangan tomat, Karena tomat ini kadang-kadang naiknya tiba-tiba dan tinggi gitu loh, makanya ini yang kita sedang mencari solusi Bagaimana caranya tomat ini dari sisi supply,” ujarnya.

 

Sidak ini sendiri dilakukan menyusul isu nasional akan harga bawang putih dan ketersediaanya di pasar-pasar tradisional. Sidak ini dianggap penting karena beberapa bulan lagi akan merayakan idul adha. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer
OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar
Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa
Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM
Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar
OJK Limpahkan Dua Petinggi BPR DCN Malang ke Jaksa, Dugaan Penyimpangan Dana Capai Rp54,9 Miliar
BIK 2026 Bukukan 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK: Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci
OJK Sulselbar Manfaatkan Jalan Sehat untuk Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:25 WITA

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer

Minggu, 1 November 2026 - 17:17 WITA

OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar

Minggu, 1 November 2026 - 13:18 WITA

Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:52 WITA

Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:47 WITA

Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar

Berita Terbaru