MAKASSAR,FILALIN.COM, -Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2023 UIN Alauddin Makassar sukses menggelar workshop literasi digital berjudul “Navigasi di Era Post-Truth: Seni Membedakan Fakta dan Manipulasi” di Aula SMA Negeri 8 Gowa, Jumat (08/05/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi media bagi pelajar di tengah maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial.
Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi komunikasi, yakni Suryani Musi, M.I.Kom dan Dea Audia Elsaind, M.I.Kom. Keduanya membekali para siswa dengan pemahaman mengenai pentingnya berpikir kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi di era digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Suryani Musi, M.I.Kom menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam memutus rantai penyebaran informasi palsu. Menurutnya, era post-truth membuat opini dan emosi kerap lebih dipercaya dibandingkan fakta yang sebenarnya. Oleh karena itu, kemampuan melakukan verifikasi informasi menjadi hal yang sangat penting sebelum membagikan suatu berita di media sosial.
Sementara itu, Dea Audia Elsaind, M.I.Kom menjelaskan bahwa kemampuan membedakan fakta dan manipulasi dapat dilatih dengan membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkan berita dari media kredibel, serta memahami teknik *framing* yang digunakan dalam sebuah pemberitaan. Ia juga menegaskan bahwa siswa harus mampu menjadi bagian dari solusi di era digital saat ini dengan menghadirkan informasi yang bermanfaat, bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Kepala SMA Negeri 8 Gowa yang diwakili oleh Pak Daing turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang dibawakan sangat relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi digital. Ia juga berharap kerja sama antara pihak sekolah dan mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar dapat terus terjalin pada masa mendatang.
Sebagai perwakilan jurusan, Suryani Musi, M.I.Kom menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi dari mata kuliah Teknik Presentasi dan Negosiasi Humas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para siswa dapat menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi manipulatif.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada siswa yang aktif dalam sesi diskusi, serta pemberian cenderamata kepada kedua narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan ilmu yang telah dibagikan. Para peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya literasi digital dan berkomitmen untuk lebih cerdas dalam menggunakan media sosial. (*)





















