Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global, OJK: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 17:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,FILALIN.COM, — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga meskipun dihadapkan pada meningkatnya dinamika perekonomian global. Hal ini menjadi salah satu poin utama dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang digelar pada 26 Maret 2025.

 

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa sektor keuangan Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

> “Meskipun kondisi global menunjukkan peningkatan ketidakpastian, stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga, didukung oleh fundamental ekonomi yang solid serta pengawasan dan kebijakan yang adaptif,” ujar Mahendra.

 

 

 

Ia menjelaskan, perekonomian global saat ini cenderung mengalami divergent akibat data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang berada di bawah ekspektasi, sementara Eropa dan Tiongkok mencatatkan data yang lebih positif. OECD bahkan telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2025 menjadi 3,1 persen, dan 3,0 persen pada 2026 karena meningkatnya hambatan perdagangan dan ketidakpastian kebijakan.

 

Indonesia juga terkena dampaknya. OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2025 akan berada pada angka 4,9 persen. Meski demikian, OJK menilai penurunan tersebut masih sejalan dengan negara-negara sebanding.

 

“Dari sisi global, kita melihat tanda-tanda perlambatan, terutama di AS, di mana Fed GDPNow memproyeksikan kontraksi pada kuartal pertama. Namun di sisi domestik, berbagai indikator menunjukkan ketahanan,” lanjut Mahendra.

 

Inflasi nasional pada Maret 2025 tercatat sebesar 1,03 persen year on year (yoy), dan inflasi inti Februari sebesar 2,48 persen yoy, yang mencerminkan permintaan domestik yang masih terjaga. OJK juga mencermati indikator permintaan yang mulai termoderasi, namun belum mengkhawatirkan.

 

Kepercayaan internasional terhadap ekonomi Indonesia tetap tinggi, dibuktikan dengan dipertahankannya peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat global. Moody’s menegaskan peringkat Indonesia di level Baa2 dengan outlook stabil, sementara Fitch tetap menempatkan Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

 

> “Kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia tetap tinggi, tercermin dari stabilnya rating kredit. Ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal dan moneter kita dianggap kredibel dan mampu merespons dinamika global,” ujar Mahendra.

 

 

 

OJK juga menyoroti posisi indikator kerentanan eksternal Indonesia yang relatif baik dibanding negara lain. Defisit fiskal Indonesia tercatat 2,29 persen dari PDB, lebih rendah dibandingkan Turki (5,21 persen) dan India (7,8 persen). Utang luar negeri Indonesia juga terjaga di 30,42 persen dari PDB, dan neraca transaksi berjalan hanya mencatat defisit 0,63 persen terhadap PDB.

 

Dengan berbagai indikator tersebut, OJK tetap optimis sektor jasa keuangan akan tetap resilien menghadapi tantangan global ke depan. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi FKM UIT dan Desa Bungaejaya, Mahasiswa S1 Kesmas Gelar Penyuluhan TBC di SDN Borongkaramasa
Bukit Baruga Hadir di Pameran “The Showcase”, Tawarkan Konsep Kawasan Hunian Modern dan Berkelanjutan
KEMBALI LAKSANAKAN PROGRAM LEADERSHIP ENHANCEMENT, SPJM MATANGKAN KOMPETENSI UNTUK KEUNGGULAN LAYANAN DAN BISNIS
Royal Bay Hotel Makassar Usung Konsep “Nostalgia Ramadan”, Hadirkan Suasana dan Cita Rasa Tempo Dulu
Tingkatkan Layanan Pelabuhan, Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Tambat
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Budaya Manajemen Risiko melalui MWT di Fuel Terminal Luwuk
DPD Gerakan Rakyat Gowa Gelar Konsolidasi Internal Pasca Rakernas
Satu Nelayan Jeneponto Belum Kembali, Basarnas Lakukan Pencarian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:09 WITA

Sinergi FKM UIT dan Desa Bungaejaya, Mahasiswa S1 Kesmas Gelar Penyuluhan TBC di SDN Borongkaramasa

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:15 WITA

Bukit Baruga Hadir di Pameran “The Showcase”, Tawarkan Konsep Kawasan Hunian Modern dan Berkelanjutan

Senin, 2 Februari 2026 - 21:00 WITA

KEMBALI LAKSANAKAN PROGRAM LEADERSHIP ENHANCEMENT, SPJM MATANGKAN KOMPETENSI UNTUK KEUNGGULAN LAYANAN DAN BISNIS

Senin, 2 Februari 2026 - 20:56 WITA

Royal Bay Hotel Makassar Usung Konsep “Nostalgia Ramadan”, Hadirkan Suasana dan Cita Rasa Tempo Dulu

Senin, 2 Februari 2026 - 17:45 WITA

Tingkatkan Layanan Pelabuhan, Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Tambat

Berita Terbaru