Dari Limbah Jadi Primadona Ekspor: Kreasi UMK Binaan Pertamina Patra Niaga Sulawesi

- Penulis

Rabu, 11 Juni 2025 - 19:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,.– Semangat kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh Tjahyani, pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) asal Manado yang berhasil mengolah limbah dan kekayaan hayati Sulawesi Utara menjadi produk kerajinan bernilai tinggi. Berkat pendampingan dari program Akademi UMK Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, usahanya terus berkembang bahkan menembus pasar ekspor, sekaligus menjadi inspirasi bagi UMK berbasis keberlanjutan.

 

Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Akademi UMK Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi merupakan wadah pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro kecil di berbagai daerah. Melalui program ini, para UMK binaan mendapatkan pelatihan pengembangan produk, manajemen usaha, strategi pemasaran, hingga penguatan kapasitas usaha berbasis prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan. Program ini bertujuan mendorong UMK lokal agar mampu tumbuh menjadi pelaku usaha yang berdaya saing di pasar nasional maupun global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Usaha yang dirintis sejak 2014 ini berawal dari kerajinan sisik ikan, memanfaatkan limbah dari Pasar Bersehati. Ide tersebut muncul secara tidak sengaja, saat Tjahyani melihat sisik ikan kakap besar di kantin sekolah tempat ia menjemput anaknya. Sisik-sisik tersebut dibawa pulang dan diolah menjadi aneka kerajinan seperti bros, hiasan dinding, dan aksesori unik lainnya.

 

Di masa pandemi COVID-19, Tjahyani semakin terdorong untuk berinovasi. Ia mulai mengembangkan produk berbasis kain ecoprint, dengan memanfaatkan dedaunan khas Sulawesi Utara seperti daun gedi dan jarak merah. Teknik ecoprint ini menghasilkan motif alami pada kain yang ramah lingkungan serta bernilai estetika tinggi.

 

Melihat potensi alam lain di daerahnya, Tjahyani kemudian mengolah serat pisang abaka—tanaman endemik dari Kabupaten Talaud—menjadi bahan kerajinan. Serat alami ini dikenal kuat, lentur, dan berwarna cerah, sehingga cocok digunakan untuk membuat tas, dompet, hingga berbagai aksesori berbasis serat alam.

 

“Dengan bimbingan dari Akademi UMK Pertamina Patra Niaga, saya tidak hanya dibantu dalam pengembangan produk, tetapi juga dalam pemasaran dan pelatihan manajemen usaha. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkarya sekaligus mengangkat potensi lokal Sulut,” ujar Tjahyani.

 

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa kisah Tjahyani merupakan contoh semangat UMK binaan Pertamina yang tangguh dan inovatif.

 

“Pertamina Patra Niaga melalui Akademi UMK hadir untuk mendorong pelaku usaha kecil agar mampu bertahan dan berkembang dengan pendekatan inovatif dan ramah lingkungan. Kami bangga dapat mendampingi UMK seperti Ibu Tjahyani yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal,” jelas Fahrougi.

 

 

Ke depan, Akademi UMK Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus berkomitmen memperluas jangkauan pembinaan bagi pelaku usaha mikro kecil di berbagai wilayah Sulawesi. Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga memberikan pendampingan yang berkelanjutan meliputi pengembangan produk, pelatihan manajemen usaha, penguatan akses pemasaran, serta penerapan prinsip usaha ramah lingkungan. Diharapkan, potensi lokal yang melimpah dapat terus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Haka Auto Gelar Flash Sale Spesial Mei 2026 untuk BYD dan DENZA D9
Bangkit dari Keterpurukan, Pemilik Arumi Bakery Kini Sukses Kembangkan Tiga Gerai
MIWF 2026 Angkat Tema “Re-co-ordinate”, Soroti Krisis Sosial hingga Ekologi
BASARNAS MAKASSAR GELAR PEMBUKAAN LATIHAN SAR SATUAN DI PERMUKAAN AIR ARUS DERAS
Prodi D3 Kebidanan Fakultas Keperawatan UIT Sambut Tim Asesor LAM PTKes dengan Targetkan Akreditasi Unggul
OJK SULSELBAR DAN PEMKAB BULUKUMBA PERKUAT LITERASI KEUANGAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PROGRAM EKI DAN KNMP
Pengukuhan Pengurus BPC PHRI Kepulauan Selayar Periode Baru, Dorong Penguatan SDM dan Pariwisata Daerah
Basarnas Makassar Temukan Kedua Korban Terseret Arus Sungai Buakkang dalam Kondisi Meninggal Dunia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:26 WITA

Haka Auto Gelar Flash Sale Spesial Mei 2026 untuk BYD dan DENZA D9

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:07 WITA

Bangkit dari Keterpurukan, Pemilik Arumi Bakery Kini Sukses Kembangkan Tiga Gerai

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:04 WITA

MIWF 2026 Angkat Tema “Re-co-ordinate”, Soroti Krisis Sosial hingga Ekologi

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:05 WITA

BASARNAS MAKASSAR GELAR PEMBUKAAN LATIHAN SAR SATUAN DI PERMUKAAN AIR ARUS DERAS

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:22 WITA

Prodi D3 Kebidanan Fakultas Keperawatan UIT Sambut Tim Asesor LAM PTKes dengan Targetkan Akreditasi Unggul

Berita Terbaru