Direktur LBH Pers Makassar Ingatkan Pentingnya Etika dan Perlindungan Hukum Jurnalis

- Penulis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:01 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

0-3248x1440-0-0#

i

0-3248x1440-0-0#

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar, Fajrin Langgen, menegaskan bahwa karya jurnalistik harus dilindungi melalui mekanisme penyelesaian sengketa di Dewan Pers, bukan langsung dibawa ke ranah pidana. Hal tersebut disampaikannya dalam Pendidikan Jurnalistik Dasar bertema “Membangun Jurnalis Online Profesional, Etis, dan Tanggap Teknologi” yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan.

Fajrin menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 40 tentang Pers, setiap karya jurnalistik wajib diuji terlebih dahulu oleh Dewan Pers. Mekanisme ini meliputi hak jawab, hak koreksi, hingga pemberian sanksi administratif bagi media yang melanggar kode etik.

“Wajib hukumnya menyelesaikan lewat Dewan Pers terlebih dahulu. Tidak bisa langsung dilaporkan ke pidana jika terkait karya jurnalistik,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab pimpinan redaksi dalam melindungi jurnalis di lapangan. Menurutnya, semua risiko hukum dan pertanggungjawaban perusahaan berada di tangan pimpinan redaksi, bukan jurnalis individu.

Fajrin menyoroti masih adanya media online yang hanya fokus pada satu isu tertentu tanpa menyentuh persoalan publik yang lebih luas, seperti pendidikan dan kemiskinan. Pola ini, katanya, bisa menurunkan kualitas media di mata publik.

Terkait kasus-kasus pers yang pernah ditangani, ia mencontohkan kasus gugatan terhadap salah satu media lokal yang akhirnya dimenangkan di pengadilan karena sudah menjalankan sanksi sesuai rekomendasi Dewan Pers. Namun, ia mengakui, penerapan Undang-Undang ITE terhadap jurnalis masih sulit diredam meski ada Nota Kesepahaman (MoU) antara Dewan Pers dan kepolisian.

“Ketika sudah ada surat penilaian dari Dewan Pers, mekanisme penyelesaian sengketa sebenarnya sudah clear. Tapi kita tidak bisa melarang pihak yang tetap membawa kasus ke jalur pidana,” jelasnya.

Fajrin menutup paparannya dengan menekankan bahwa perusahaan pers wajib memberikan jaminan kepastian hukum, kesejahteraan, dan kesehatan bagi jurnalis, sebagaimana tertuang dalam deklarasi yang telah disepakati oleh organisasi pers di Indonesia. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tendangan Perdana Kapolresta Gowa Buka Kapolresta Gowa Cup 2026, 12 Tim Siap Bertanding
41 Pengelola Komunitas Literasi di Gowa Ikuti Pelatihan Manajemen
PJM Laksanakan Evaluasi Berkala Semester I 2026 terhadap Layanan Pemanduan dan Penundaan
Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang
Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital
ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah
Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:40 WITA

Tendangan Perdana Kapolresta Gowa Buka Kapolresta Gowa Cup 2026, 12 Tim Siap Bertanding

Minggu, 27 September 2026 - 15:51 WITA

41 Pengelola Komunitas Literasi di Gowa Ikuti Pelatihan Manajemen

Minggu, 27 September 2026 - 10:00 WITA

PJM Laksanakan Evaluasi Berkala Semester I 2026 terhadap Layanan Pemanduan dan Penundaan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:50 WITA

Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru

Sabtu, 26 September 2026 - 20:17 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang

Berita Terbaru