Era Post-Truth! Sultan Rakib: Fakta Media Besar Sering Kalah oleh Hoaks

- Penulis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 10:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Dinas Infokom Sulsel, Sultan Rakib saat jadi pembicara dalam pendidikan jurnalistik dasar yang dilaksanakan oleh IWO, Minggu (10/8/2025)

i

Sekretaris Dinas Infokom Sulsel, Sultan Rakib saat jadi pembicara dalam pendidikan jurnalistik dasar yang dilaksanakan oleh IWO, Minggu (10/8/2025)

MAKASSAR,FILALIN.COM,  – Transformasi digital membawa tantangan baru bagi dunia jurnalistik. Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Infokom Sulsel,  Sultan Rakib, dalam Pendidikan Jurnalistik Dasar bertema “Membangun Jurnalis Online yang Profesional, Etis, dan Tanggap Teknologi” yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan, Minggu (10/8/2025).

Kegiatan yang diikuti 25 jurnalis online dari berbagai daerah di Sulsel ini membahas perbedaan media mainstream dan media anti-mainstream, dampak era digital, hingga ancaman berita hoaks di tengah masyarakat.

Menurut Sultan, jurnalis profesional harus melakukan wawancara, penggalian fakta, dan investigasi, termasuk memanfaatkan media sosial seperti Facebook secara bijak. “Media mainstream itu cepat, kreatif, akurat, dan terverifikasi. Sementara media anti-mainstream di media sosial sering kali lebih cepat, namun akurasinya perlu dicek ulang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, pergeseran generasi juga memengaruhi cara masyarakat mengonsumsi berita. “Baby boomers menikmati berita lewat koran dan kopi, generasi milenial bangga menjadi citizen reporter, sedangkan generasi Z sering menjadikan berita di TikTok atau X sebagai referensi awal, lalu belakangan baru tahu itu hoaks,” kata Sultan.

Dampak negatif transformasi digital, lanjutnya, adalah menurunnya pendapatan media mainstream akibat persaingan dengan platform media sosial dan gempuran informasi yang belum tentu benar. “Kita sekarang berada di era post-truth. Fakta dari media kredibel pun kadang kalah oleh keyakinan masyarakat yang dibentuk dari banyaknya informasi tidak terverifikasi,” tambahnya.

Sultan juga mengingatkan bahwa jurnalis terikat Undang-Undang Pers, berbeda dengan akun pribadi di media sosial yang rentan terjerat Undang-Undang ITE. “Jurnalis online harus memegang teguh etika, menjaga akurasi, dan tanggap terhadap perkembangan teknologi, agar tetap dipercaya publik,” tegasnya.

Acara ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kompetensi jurnalis online di Sulsel, sehingga mampu beradaptasi dan tetap relevan di tengah arus informasi yang serba cepat. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Luncurkan Bright Gas untuk Petani di Gowa, Hadirkan Energi Alternatif bagi Pompa Irigasi
Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Lampaui Target RPJMN 2029
PERINGATI HUT RI ke-81, SMM CAPITAL GROUP KEMBALI GELAR AKSI DONOR DARAH
Bukan Sekadar Prompting, DekatLokal Ajak Mahasiswa Gunakan AI untuk Selesaikan Masalah Nyata UMKM
Kalla Toyota Catat Penjualan Rp12,55 Miliar hingga Juli 2026, Hybrid Tumbuh 107 Persen
PJM dan TNI AL Perkuat Sinergi, Delapan Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II
PT Sentralsari Primasentosa Salurkan Bantuan Air Minum Cleo Dukung Siaga Merah Putih di Gunung Bawakaraeng
Audiensi Bersama Wali Kota Makassar, OPDIS SD Islam Athirah Makassar Sampaikan Program Pilah Sampah
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:57 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Luncurkan Bright Gas untuk Petani di Gowa, Hadirkan Energi Alternatif bagi Pompa Irigasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:26 WITA

Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Lampaui Target RPJMN 2029

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:02 WITA

PERINGATI HUT RI ke-81, SMM CAPITAL GROUP KEMBALI GELAR AKSI DONOR DARAH

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:23 WITA

Bukan Sekadar Prompting, DekatLokal Ajak Mahasiswa Gunakan AI untuk Selesaikan Masalah Nyata UMKM

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:18 WITA

Kalla Toyota Catat Penjualan Rp12,55 Miliar hingga Juli 2026, Hybrid Tumbuh 107 Persen

Berita Terbaru