Siswa SMP Islam Athirah Bone Jelajahi Maros dalam Fieldtrip Eksplorasi Sains dan Lingkungan

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 12:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAROS,FILALIN.COM, –Sebanyak 69 siswa SMP Islam Athirah Bone melakukan kunjungan edukatif dalam kegiatan bertajuk “Fieldtrip Eksplorasi Sains & Lingkungan” yang berlangsung selama dua hari, Ahad hingga Senin (25–26 Januari 2026).

 

Kegiatan ini diikuti oleh 68 siswa kelas VII dan satu orang perwakilan kelas VIII. Selama perjalanan, rombongan didampingi oleh 8 orang guru pendamping serta 2 orang tim dokumentasi untuk memastikan seluruh rangkaian pembelajaran berjalan optimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pada hari pertama, Ahad (25/01), antusiasme siswa terlihat saat mengunjungi dua destinasi ikonik di Kabupaten Maros. Tujuan pertama adalah Pusat Informasi Geologi Maros-Pangkep, di mana siswa belajar tentang struktur bumi dan kekayaan geologi kawasan Karst. Perjalanan dilanjutkan ke Archaeological Park Leang-Leang, sebuah situs prasejarah yang memberikan gambaran nyata mengenai kehidupan manusia purba dan sejarah peradaban di Sulawesi Selatan.

 

Setelah menyelesaikan agenda hari pertama, rombongan beristirahat dan menginap di Grand Town Hotel Maros untuk memulihkan stamina sebelum melanjutkan eksplorasi di hari kedua.

Memasuki hari kedua, Senin (26/01), fokus beralih pada sektor agrikultur. Rombongan mengunjungi Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia Maros. Di sini, para siswa melihat langsung proses riset dan teknologi pengembangan tanaman pangan, khususnya jenis serealia.

 

Ketua rombongan, Dani Yusup, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan bagian dari kurikulum pembelajaran yang aplikatif.

 

“Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar sains dan lingkungan secara langsung. Kami ingin menumbuhkan rasa ingin tahu serta kepedulian terhadap alam sejak dini. Dengan melihat langsung di lapangan, wawasan peserta didik diharapkan menjadi lebih kaya dibanding hanya belajar di dalam kelas,” ujar sosok yang mengampu mata Pelajaran olahraga ini.

 

Melalui kegiatan ini, SMP Islam Athirah Bone berharap para siswa mampu mengintegrasikan pengetahuan teori yang didapatkan di sekolah dengan realita sains dan sejarah yang ada di lingkungan sekitar

(*/Nurholis_Tim Athirah)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Edufest BRI 2026 di Makassar, Generasi Muda Diajak Melek Investasi dan Pahami Risiko
BEST 1 Makassar Kumpulkan Lebih dari 1.000 UMKM, Dorong Pengusaha Muslim Siap Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Marak Kebakaran Permukiman, LAZ Hadji Kalla Komitmen Dukung Pemulihan Penyintas di Makassar
Ketika Laut Tak Lagi Jadi Penghalang: Cerita Pemilik Toyota di Selayar
Sampah Makassar Kian Ruwet, Kota Ini Tak Bisa Lagi Mengandalkan Cara Lama
OJK SITA 41 ASET TERKAIT DUGAAN TINDAK PIDANA PERBANKAN SYARIAH DI BPRS GP
Tekan Beban Usaha, Laba Pelindo Jasa Maritim Wilayah 1 Melesat 171 Persen
SAKIT PERUT DAN DEMAM TINGGI DI TENGAH LAUT, ABK KAPAL ASING ASAL VIETNAM BERHASIL DIEVAKUASI BASARNAS MAKASSAR DI PERAIRAN PANGKEP
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:04 WITA

Edufest BRI 2026 di Makassar, Generasi Muda Diajak Melek Investasi dan Pahami Risiko

Senin, 22 Juni 2026 - 15:59 WITA

BEST 1 Makassar Kumpulkan Lebih dari 1.000 UMKM, Dorong Pengusaha Muslim Siap Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Senin, 22 Juni 2026 - 11:09 WITA

Marak Kebakaran Permukiman, LAZ Hadji Kalla Komitmen Dukung Pemulihan Penyintas di Makassar

Senin, 22 Juni 2026 - 11:04 WITA

Ketika Laut Tak Lagi Jadi Penghalang: Cerita Pemilik Toyota di Selayar

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:54 WITA

Sampah Makassar Kian Ruwet, Kota Ini Tak Bisa Lagi Mengandalkan Cara Lama

Berita Terbaru