Petani Laoli Luwu Timur Laporkan Dugaan Ancaman Penggusuran ke Komnas HAM

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUWU TIMUR,FILALIN.COM,  – Sejumlah petani di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, melaporkan dugaan ancaman penggusuran lahan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melalui LBH Makassar pada 12 Februari 2026.

Pengaduan ini terkait rencana pengosongan lahan sekitar 394,5 hektare yang selama ini dikelola ratusan petani dan kini berstatus Hak Pengelolaan (HPL) milik Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Kuasa hukum petani dari LBH Makassar menilai rencana penggusuran berpotensi melanggar hukum jika dilakukan tanpa putusan pengadilan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengosongan lahan tidak bisa dilakukan sepihak tanpa putusan pengadilan. Penyelesaian harus menghormati hukum dan hak asasi manusia,” ujar Hasbi, advokat publik LBH Makassar.

Petani Klaim Kelola Lahan Sejak 1998

Petani mengaku telah menguasai dan mengelola lahan tersebut sejak 1998. Sebagian warga mengaku telah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT).

“Kami sudah bayar pajak. Ada juga yang punya SKT. Tapi sekarang dianggap tidak berlaku,” kata Ancong Taruna Negara, salah satu warga.

Warga juga menilai penerbitan HPL oleh pemerintah daerah tidak melibatkan masyarakat yang telah lama menggarap lahan tersebut.

Terkait Rencana Kawasan Industri

Lahan tersebut disebut masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri di Luwu Timur.

Minta Komnas HAM Turun Tangan

LBH Makassar meminta Komnas HAM menyelidiki dugaan pelanggaran HAM, termasuk potensi penggusuran paksa serta proses penerbitan HPL.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terkait laporan tersebut.

Kasus ini menambah daftar konflik agraria di wilayah Luwu Raya yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan kepentingan investasi. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pastikan Kesiapan Operasional Jelang Ramadan 2026, Direksi Pertamina Tinjau AFT Sam Ratulangi
Upacara Bulan K3 Nasional, Pelindo Regional 4 Konsisten Keselamatan sebagai Prioritas Utama 
Hari Kelima Pencarian Nelayan di Perairan New Port Pelindo Makassar Masih Nihil, Tim SAR Siapkan Penyelaman di Hari Keenam
Kalla Institute Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Ruang Akademik dan Seni
RAYAKAN TAHUN BARU IMLEK DENGAN KEMEWAHAN BUFFET DINNER DAN SUASANA HANGAT DI CANTING RESTAURANT 
Prodi MIAN UIT Raih Akreditasi Unggul,  Dr. Nurmillah Ilyas Ucapkan Terima kasih
Kampung Hijau Energi LAZ Hadji Kalla Perkuat Ketahanan Iklim di Sulselbar
Prodi S1 Kesmas FKM UIT Laksanakan PBL 3 di Desa Tanakaraeng, Kabupaten Gowa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:01 WITA

Petani Laoli Luwu Timur Laporkan Dugaan Ancaman Penggusuran ke Komnas HAM

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:50 WITA

Pastikan Kesiapan Operasional Jelang Ramadan 2026, Direksi Pertamina Tinjau AFT Sam Ratulangi

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:48 WITA

Upacara Bulan K3 Nasional, Pelindo Regional 4 Konsisten Keselamatan sebagai Prioritas Utama 

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:38 WITA

Hari Kelima Pencarian Nelayan di Perairan New Port Pelindo Makassar Masih Nihil, Tim SAR Siapkan Penyelaman di Hari Keenam

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:58 WITA

Kalla Institute Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Ruang Akademik dan Seni

Berita Terbaru