JAKARTA,FILALIN.COM,.– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan. Hal tersebut disampaikan dalam hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Februari 2026.
Pejabat Pengganti (Plt) Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan ketahanan sektor jasa keuangan didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta manajemen risiko yang terjaga. “Stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terpelihara dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Di sektor pasar modal, tekanan yang sempat terjadi pada awal tahun dinilai mulai mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.235,49 pada 27 Februari 2026, terkoreksi 1,13 persen secara month to date dan 4,76 persen secara year to date. Meski demikian, jumlah investor pasar modal terus meningkat dan mencapai 22,88 juta hingga akhir Februari 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, kinerja intermediasi perbankan tetap menunjukkan tren positif. Penyaluran kredit pada Januari 2026 tumbuh 9,96 persen secara tahunan menjadi Rp8.557 triliun. Dana pihak ketiga juga tumbuh 13,48 persen yoy menjadi Rp10.076 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross terjaga di level 2,14 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 25,87 persen.
Dari sektor industri keuangan nonbank, total aset industri asuransi tercatat Rp1.214,82 triliun atau tumbuh 5,96 persen yoy. Aset dana pensiun juga meningkat 11,21 persen menjadi Rp1.686,11 triliun, menunjukkan kinerja industri yang tetap stabil.
Pada sektor pembiayaan dan keuangan digital, piutang pembiayaan tercatat Rp508,27 triliun. Outstanding pinjaman daring (pindar) tumbuh 25,52 persen yoy menjadi Rp98,54 triliun, dengan tingkat risiko kredit macet (TWP90) sebesar 4,38 persen.
Friderica menegaskan OJK akan terus memperkuat pengawasan dan perlindungan konsumen, termasuk melalui optimalisasi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). “OJK berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan dan memastikan sektor jasa keuangan tetap resilien dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya. (*)




















