MAKASSAR,FILALIN.COM, — Bank Papua Kantor Cabang (KC) Makassar menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya wirausaha muda melalui kegiatan Program Kelas Kolaboratif Kewirausahaan bersama mahasiswa jurusan kewirausahaan STIE AMKOP Makassar.
Kegiatan yang berlangsung di Theater Room STIE AMKOP Makassar ini menghadirkan Pemimpin Bank Papua KC Makassar, Alexander Iwan, sebagai narasumber utama dengan materi bertajuk “Dari Kampus ke Bisnis: Upgrade Skill, Tangkap Peluang menjadi Entrepreneur Mandiri.”
Dalam pemaparannya, Alexander menekankan pentingnya membangun mindset kewirausahaan sejak dini, sekaligus membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis untuk memulai usaha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tidak hanya berbicara bagaimana memulai usaha, tetapi juga bagaimana mendampingi mereka ketika sudah mulai. Bahkan kami siap mensupport dari sisi permodalan jika mereka ingin mengembangkan usaha,” ujarnya Rabu (8/4)
Ia menjelaskan, Bank Papua memiliki berbagai program yang berfokus pada pengembangan UMKM, salah satunya melalui Rumah Edukasi UMKM yang berfungsi sebagai inkubasi bisnis.
“Kami punya program Rumah Edukasi UMKM, ini semacam inkubasi bisnis yang rutin dilakukan setiap hari Jumat. Di sana pelaku usaha dibina mulai dari manajemen keuangan, packaging produk, pencatatan usaha, hingga digital marketing,” jelasnya.
Lebih lanjut, Alexander menyebutkan bahwa sektor UMKM menjadi fokus utama Bank Papua dalam pengembangan ekonomi, termasuk menyasar kalangan mahasiswa sebagai calon pelaku usaha baru.
“Kami menyasar semua segmen, tapi memang fokus terbesar ada di UMKM. Harapannya, dari mahasiswa ini akan lahir entrepreneur-entrepreneur muda yang mandiri,” tambahnya.
Selain pembinaan, Bank Papua juga menyediakan akses permodalan melalui berbagai produk perbankan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan layanan keuangan lainnya.
“Produk perbankan pada dasarnya hampir sama, ada tabungan, deposito, dan kredit. Tapi yang kami dorong adalah bagaimana UMKM ini bisa tumbuh dengan dukungan pembiayaan yang tepat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kewirausahaan STIE AMKOP Makassar, Muhammad Saleh, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam mencetak wirausaha, bukan hanya lulusan pencari kerja.
“Perguruan tinggi itu punya kewajiban menciptakan entrepreneur. Kita ingin mahasiswa ini bukan lagi menjadi pekerja, tapi menjadi pencipta lapangan kerja,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan lembaga perbankan seperti Bank Papua menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.
“Kami berharap komitmen dua lembaga ini bisa menjadi role model dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa program yang dilakukan tidak berhenti pada seminar, melainkan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan lanjutan.
“Setelah ini, mahasiswa akan diajak melakukan kunjungan ke usaha-usaha yang sudah berhasil, sehingga mereka bisa melihat langsung dan termotivasi. Kita juga hadirkan success story agar mereka lebih percaya diri untuk memulai usaha,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa STIE AMKOP Makassar dan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Salah satu topik yang mengemuka adalah pentingnya mahasiswa memiliki keberanian untuk memulai usaha sejak dini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesiapan mental dan akses untuk menjadi entrepreneur muda yang mampu bersaing di era digital. (*)




















