20 Jamaah Umrah Asal Parepare yang Sempat Terlantar Dipulangkan, Ini Penjelasan Pemilik Travel

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 12:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Sebanyak 20 jamaah umrah asal Parepare yang sebelumnya dilaporkan terlantar di Arab Saudi, kini telah berada di bandara untuk proses pemulangan ke Makassar. Pemulangan dilakukan secara bertahap menyusul keterbatasan tiket pesawat dan situasi di lokasi.

Pemilik travel, Hj. Risma, akhirnya angkat bicara terkait polemik yang sempat viral di media sosial. Ia menjelaskan bahwa awalnya dirinya hanya membantu memberangkatkan jamaah milik rekannya, Haji Najib Basira, yang sebelumnya bekerja sama dengan travel lain.

“Awalnya saya hanya membantu memberangkatkan jamaah milik Pak Najib. Namun di tengah proses, terjadi persoalan antara beliau dan travel sebelumnya,” jelas Hj. Risma.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, permasalahan tersebut berkaitan dengan dana jamaah yang sebagian telah disetorkan ke pihak travel awal, dengan nilai mencapai sekitar Rp480 juta. Kondisi ini membuat proses pemberangkatan menjadi tidak ideal.

Risma mengaku hanya menerima sisa pelunasan dari total 44 jamaah, namun tetap berupaya memberangkatkan seluruhnya dengan asumsi biaya yang ada masih mencukupi.

Permasalahan mulai muncul ketika jamaah telah tiba di Arab Saudi. Ia menyebut adanya konflik di wilayah tersebut berdampak pada lonjakan harga kebutuhan secara signifikan.

“Biaya hotel, transportasi, hingga tiket pesawat naik hingga tiga kali lipat dari harga normal,” ujarnya.

Selain itu, ketersediaan kursi penerbangan untuk kepulangan juga sangat terbatas. Hal ini menyebabkan proses pemulangan jamaah harus dilakukan secara bertahap.

Meski demikian, Hj. Risma membantah tudingan bahwa jamaah ditelantarkan. Ia menegaskan seluruh jamaah tetap mendapatkan tempat tinggal yang layak selama berada di Arab Saudi.

“Jamaah tidak kami telantarkan. Mereka tetap berada di hotel dan biaya akomodasi masih kami tanggung,” tegasnya.

Ia juga mengakui sempat meminta tambahan biaya sebesar Rp5 juta per jamaah guna menutupi lonjakan biaya yang tidak terduga. Namun, permintaan tersebut justru menimbulkan kesalahpahaman di tengah jamaah dan masyarakat.

“Tujuan kami hanya untuk menutupi kekurangan biaya, bukan untuk mengambil keuntungan,” tambahnya.

Hingga saat ini, sebagian jamaah telah berhasil dipulangkan ke tanah air, sementara sisanya dijadwalkan kembali dalam beberapa hari ke depan.

Hj. Risma berharap masyarakat dapat memahami situasi yang terjadi, seraya menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah memastikan seluruh jamaah dapat kembali ke Indonesia dengan selamat. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Dinobatkan Sebagai Best Company to Work For in Asia Untuk Kedelapan Kalinya
Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison Kolaborasi dalam Meningkatkan Jaringan 5G di Indonesia serta Hadirkan Layanan Berbasis AI
OJK Panggil Toyota Astra Financial Services Terkait Dugaan Penagihan Kredit dengan Kekerasan di Serang
UIT Gandeng BRIN, Perkuat Riset dan Pengembangan SDM
Pelindo dan PT Pelabuhan Samudera Palaran Perkuat Tata Kelola Operasional Terminal Petikemas
Dukung Ketahanan Pangan, Kasat Binmas Polres Gowa Ikuti Penilaian Lomba P2B Tingkat Polda Sulsel
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tindak Lanjuti Informasi Terkait Penyaluran Biosolar di SPBU Ujung Bulu Parepare
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:33 WITA

Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:26 WITA

Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Dinobatkan Sebagai Best Company to Work For in Asia Untuk Kedelapan Kalinya

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:47 WITA

Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison Kolaborasi dalam Meningkatkan Jaringan 5G di Indonesia serta Hadirkan Layanan Berbasis AI

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:06 WITA

OJK Panggil Toyota Astra Financial Services Terkait Dugaan Penagihan Kredit dengan Kekerasan di Serang

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:38 WITA

UIT Gandeng BRIN, Perkuat Riset dan Pengembangan SDM

Berita Terbaru

Berita

UIT Gandeng BRIN, Perkuat Riset dan Pengembangan SDM

Selasa, 9 Jun 2026 - 14:38 WITA