MAKASSAR,FILALIN.COM, — Tokoh agama Sulawesi Selatan, KH. Dr. Hasan Basri, menyampaikan keprihatinannya terkait dinamika politik nasional, khususnya menyangkut pelaporan terhadap Jusuf Kalla (JK).
Dalam pernyataannya, Hasan Basri menilai munculnya pelaporan tersebut tidak bisa dilepaskan dari sejumlah peristiwa politik yang terjadi sebelumnya. Ia menyebut ada dua hal yang menjadi sorotan, yakni sikap kritis JK terhadap kebijakan tertentu, serta pernyataannya yang meminta Joko Widodo untuk menunjukkan ijazah asli guna meredam polemik.
“Ini perlu dilihat secara jernih, apakah pelaporan tersebut murni proses hukum atau ada kaitannya dengan dinamika politik sebelumnya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan agar semua pihak menjaga situasi tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan. Menurutnya, masyarakat memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu yang menyangkut harga diri dan kehormatan tokoh.
Selain itu, Hasan Basri meminta aparat penegak hukum bertindak secara adil dan profesional agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik.
“Kami berharap penegakan hukum dilakukan secara objektif, agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak terpancing emosi, meskipun terdapat kekecewaan terhadap situasi yang berkembang.
Lebih lanjut, Hasan Basri turut meminta perhatian pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, agar segera merespons berbagai persoalan yang dinilai berpotensi menimbulkan gejolak sosial.
“Kami tidak menginginkan hal-hal yang tidak diharapkan terjadi. Semua pihak harus menjaga stabilitas dan persatuan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa langkah dialog dan pendekatan damai harus dikedepankan demi menjaga keutuhan bangsa dan menghindari konflik di tengah masyarakat. (*)





















