MAKASSAR,FILALIN.COM, — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai program UMKM dan Pesantren REWAKO 2026 melalui kegiatan kick off yang digelar di Makassar, Senin (27/4/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan sektor UMKM dan pesantren agar semakin tangguh, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Program REWAKO yang merupakan singkatan dari Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable hadir sebagai model pengembangan UMKM secara menyeluruh atau end-to-end, mulai dari proses seleksi, kurasi, pelatihan, pendampingan, mentoring, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen BI dalam mendorong pelaku usaha lokal naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah dinamika ekonomi global.
“Program UMKM dan Pesantren REWAKO tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga membangun ekosistem yang kuat agar UMKM dan pesantren mampu berkembang secara berkelanjutan serta terhubung dengan pasar yang lebih luas,” ujar Rizki dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, program UMKM REWAKO terus mengalami penguatan setiap tahun untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang semakin dinamis.
Pada tahun 2026, terdapat sejumlah inisiatif strategis yang diperkuat oleh Bank Indonesia Sulsel. Salah satunya adalah kerja sama dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri guna membuka akses pasar ekspor bagi UMKM Sulawesi Selatan.
Selain itu, BI Sulsel juga memperluas konektivitas UMKM dengan jaringan retailer modern agar produk lokal dapat masuk ke rantai pasok pasar domestik yang lebih besar.
“Kami ingin UMKM Sulsel tidak hanya bertahan, tetapi mampu menembus pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, akses pasar menjadi salah satu fokus utama program tahun ini,” tambah Rizki.
Tidak hanya menyasar sektor usaha umum, program REWAKO tahun ini juga diperluas melalui skema Pesantren REWAKO yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren berbasis ekonomi syariah.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat keterhubungan pesantren dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebanyak 75 peserta mengikuti masing-masing kategori UMKM REWAKO, yakni umum, petani, dan ekspor, yang berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Secara kumulatif, jumlah UMKM binaan dan mitra BI Sulsel sejak awal program kini mencapai 517 UMKM.
Sementara itu, program Pesantren REWAKO tahun ini akan diikuti oleh 30 pesantren dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan yang sama, KPwBI Sulsel juga meluncurkan program Onboarding UMKM Go Digital 2026 yang diikuti oleh 30 UMKM. Program ini bertujuan mempercepat transformasi digital pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi dalam pemasaran, operasional usaha, hingga perluasan pasar.
Salah satu peserta UMKM binaan, Nurhayati, pelaku usaha olahan pangan asal Gowa, mengaku program pendampingan BI memberikan dampak besar terhadap pengembangan usahanya.
“Kami sangat terbantu, terutama dalam pemasaran digital dan pengemasan produk. Sekarang produk kami sudah mulai masuk ke pasar yang lebih luas,” katanya.
Hal senada disampaikan pimpinan salah satu pesantren peserta REWAKO, KH Abdul Rahman, yang menilai program tersebut membuka peluang baru bagi pesantren untuk lebih mandiri secara ekonomi.
“Pesantren hari ini tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga harus mampu membangun kemandirian ekonomi santri dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ke depan, Bank Indonesia Sulsel menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna menciptakan UMKM dan pesantren yang produktif, mandiri, tangguh, dan berdaya saing.
Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)





















