Save the Children Indonesia Luncurkan Program ELEVATE dan CORE di Luwu Timur, Fokus Atasi Kekerasan Gender dan Kemiskinan Struktural

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUWU TIMUR,FILALIN.COM, –Save the Children Indonesia resmi meluncurkan dua program strategis yakni Program ELEVATE (Economic Livelihood Capabilities and Violence Elimination for Women) dan Program CORE (Cocoa Resilience and Empowerment) di Kabupaten Luwu Timur, Kamis (21/5/2026).

Peluncuran kedua program tersebut berlangsung di Ruang Meeting Bapperida Luwu Timur dan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, lembaga pendamping, hingga perwakilan sektor swasta.

Program ELEVATE merupakan inisiatif pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender melalui pemberdayaan ekonomi perempuan yang didukung oleh Uni Eropa. Program ini dilaksanakan di wilayah Luwu Raya meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur dengan melibatkan sejumlah mitra seperti Forum Pengada Layanan, LBH Apik, LPP Bone, Sulawesi Cipta Forum, dan Wallacea.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara Program CORE yang didukung oleh MARS berfokus pada penguatan pemenuhan hak anak, tata kelola perlindungan perempuan, serta pembangunan ketangguhan ekonomi dan ketahanan iklim bagi komunitas pertanian kakao.

Perwakilan MARS, Mutmainnah, dalam sambutannya menegaskan bahwa Program CORE dirancang untuk membangun daya tahan masyarakat di kawasan sentra kakao selama tiga tahun ke depan.

“Program CORE yang didukung MARS selama tiga tahun mendatang berfokus membangun ketangguhan masyarakat di daerah pertanian kakao. Kami ingin memastikan rumah tangga dan komunitas memiliki kapasitas menghadapi tantangan ekonomi maupun perubahan iklim,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut akan difokuskan pada penguatan ketahanan rumah tangga dan komunitas, peningkatan tata kelola lokal, penguatan struktur komunitas dan sistem multipihak, hingga konsolidasi Model Desa Graduasi berbasis pembelajaran dan kepemimpinan lokal.

“Kolaborasi multipihak menjadi hal penting agar program ini tidak hanya berjalan sementara, tetapi mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tambah Mutmainnah.

Di sisi lain, Program ELEVATE hadir untuk memastikan perempuan dan anak perempuan terlindungi dari kekerasan berbasis gender sekaligus memiliki kemandirian ekonomi guna memutus siklus kerentanan sosial.

Perwakilan Save the Children Indonesia menyampaikan bahwa pendekatan perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan harus berjalan beriringan agar dampaknya lebih kuat di tingkat keluarga dan komunitas.

“Perempuan yang berdaya secara ekonomi memiliki peluang lebih besar untuk keluar dari lingkaran kekerasan dan kemiskinan. Karena itu program ini hadir bukan hanya untuk perlindungan, tetapi juga membangun kapasitas dan kemandirian,” ujar salah satu perwakilan Save the Children Indonesia.

Kick off Program ELEVATE dan CORE dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Luwu Timur, Andi Yuniati Adnan.

Dalam arahannya, Andi Yuniati menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan berbasis kolaborasi lintas sektor.

“Bapperida memiliki peran sebagai fasilitator koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi lintas OPD di Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Kami juga akan mengawal program para mitra pembangunan agar nantinya bisa direplikasi di wilayah lain,” katanya.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, lembaga pembangunan, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan perlindungan berkelanjutan bagi anak dan perempuan.

“Kolaborasi harus terus dijaga bersama untuk memastikan anak-anak terlindungi, perempuan berdaya secara sosial dan ekonomi, serta keluarga dan masyarakat semakin tangguh menghadapi krisis iklim,” jelasnya.

Melalui peluncuran dua program tersebut, Save the Children Indonesia bersama para mitra berharap mampu mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif di wilayah Luwu Raya, khususnya dalam upaya penghapusan kekerasan berbasis gender, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan ketahanan komunitas terhadap dampak perubahan iklim. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Raih Dua Penghargaan pada International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026
Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar
Dorong Guru Melek AI , MAFIDO Makassar Kolaborasi dengan KKG 
Tim Cara’de PPK Ormawa BEM KMF TP UH Gelar Lokakarya dan Paparkan Hasil Program Smart Hydro-Feed Farming di Desa Tinggimae
Manager PLN UPT Makassar Audiensi dengan Kapolres Enrekang, Bahas Mitigasi Karhutla dan Pengamanan Aset Transmisi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Makassar Lebih dari 60.000 Tabung Sepanjang September
Field Trip Science Athirah: Menanam Mangrove, Menjaga Masa Depan Lingkungan
KPPU DAN AMSI BAHAS DAMPAK AI TERHADAP   PERSAINGAN USAHA DI INDUSTRI MEDIA DIGITAL
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:54 WITA

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Raih Dua Penghargaan pada International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 09:32 WITA

Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

Sabtu, 19 September 2026 - 09:29 WITA

Dorong Guru Melek AI , MAFIDO Makassar Kolaborasi dengan KKG 

Sabtu, 19 September 2026 - 08:49 WITA

Tim Cara’de PPK Ormawa BEM KMF TP UH Gelar Lokakarya dan Paparkan Hasil Program Smart Hydro-Feed Farming di Desa Tinggimae

Jumat, 18 September 2026 - 20:10 WITA

Manager PLN UPT Makassar Audiensi dengan Kapolres Enrekang, Bahas Mitigasi Karhutla dan Pengamanan Aset Transmisi

Berita Terbaru

Berita

Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:32 WITA