Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Raih Dua Penghargaan pada International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026 - 09:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALN.COM,— Komitmen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadirkan komunikasi yang berdampak mendapat apresiasi pada IABC Indonesia Awards 2026. Dari dua tim yang diikutsertakan dan telah melalui tahapan administrasi hingga presentasi penjurian, keduanya berhasil meraih penghargaan pada kategori ICOMMA (Impactful Communications Awards), yakni Top 10 & Awards of Excellence untuk program Non Stop Education (NSE) CBP Rupiah pada subkategori Best Public Interest Communications, serta Awards of Excellence untuk program Green PUR pada subkategori Best Sustainability Communications.

Penghargaan tersebut diterima oleh Bapak Firman Hidayat selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai representasi KPw Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.

Penghargaan pertama diraih melalui program “Non Stop Education (NSE) CBP Rupiah” pada subkategori Best Public Interest Communications, dengan capaian Top 10 & Awards of Excellence. Keberhasilan Non Stop Education (NSE) CBP Rupiah tidak terlepas dari pendekatan komunikasi yang mampu mengubah persoalan nyata di masyarakat menjadi solusi yang sistemik dan terukur. Program ini tidak berhenti pada edukasi, tetapi membangun multiplier effect dengan melibatkan guru, agen, komunitas, serta kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari ekosistem literasi Rupiah. Pendekatan tersebut diperkuat melalui komunikasi terintegrasi lintas kanal dan inovasi digital CBPedia, sekaligus memastikan keberlanjutan program melalui integrasi literasi Rupiah ke dalam pendidikan formal. Dampak program juga ditunjukkan melalui capaian terukur, antara lain 85,02 juta interaksi digital, keterlibatan 2.190 guru, serta 87% tingkat pemahaman terhadap metode 3D. Capaian tersebut menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan tidak hanya menghasilkan awareness, tetapi telah bergerak menuju perubahan pemahaman, perilaku, hingga outcome dan impact. Dengan karakter tersebut, NSE memenuhi elemen penting komunikasi kepentingan publik: berangkat dari isu publik, menggunakan pendekatan komunikasi terintegrasi, melibatkan masyarakat sebagai change agent, memanfaatkan inovasi digital, serta memiliki keberlanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, program Green PUR menghadirkan pendekatan komunikasi keberlanjutan melalui konsep “waste to product”, yaitu mengubah limbah racik uang kertas (LRUK) menjadi produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Keunggulan Green PUR juga tercermin dari penerapan strategi komunikasi PESO (Paid, Earned, Shared, Owned Media). Pada sisi Paid Media, program masih berada dalam tahap penjajakan; sementara Earned Media diwujudkan antara lain melalui pemameran produk pada forum ilmiah Universitas Negeri Makassar (UNM). Strategi Shared Media diperkuat melalui publikasi dan perkembangan program oleh media UNM dan CBP, sedangkan Owned Media dilakukan melalui rangkaian pertemuan dan komunikasi intensif dengan pihak UNM untuk memastikan keberlanjutan serta penyempurnaan program. Dari sisi implementasi, Green PUR telah menghasilkan satu pilot project selama empat bulan melalui kolaborasi dengan UNM dan menghasilkan tiga prototype, yaitu briket arang, biochar, dan karbon aktif. Program ini kemudian menghasilkan manfaat yang dapat diukur, mulai dari enam stakeholders yang merasakan manfaat prototype briket, hingga keterlibatan sekitar 600 peserta seminar Dies Natalis UNM, dengan lebih dari 80% peserta memahami materi yang disampaikan. Lebih lanjut, dampak program diarahkan pada pengembangan model pemanfaatan LRUK yang lebih luas. Hingga tahap yang dilaporkan, terdapat 100 ton LRUK yang siap diproduksi menjadi produk, serta potensi keterlibatan 2–3 UMKM untuk bekerja sama dengan estimasi nilai keuntungan sekitar Rp100 juta bagi UMKM. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar
Dorong Guru Melek AI , MAFIDO Makassar Kolaborasi dengan KKG 
Tim Cara’de PPK Ormawa BEM KMF TP UH Gelar Lokakarya dan Paparkan Hasil Program Smart Hydro-Feed Farming di Desa Tinggimae
Manager PLN UPT Makassar Audiensi dengan Kapolres Enrekang, Bahas Mitigasi Karhutla dan Pengamanan Aset Transmisi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Makassar Lebih dari 60.000 Tabung Sepanjang September
Field Trip Science Athirah: Menanam Mangrove, Menjaga Masa Depan Lingkungan
KPPU DAN AMSI BAHAS DAMPAK AI TERHADAP   PERSAINGAN USAHA DI INDUSTRI MEDIA DIGITAL
Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku Dorong UMKM Naik Kelas melalui Pelatihan Barista di Mall Nipah Makassar
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:54 WITA

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Raih Dua Penghargaan pada International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 09:32 WITA

Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

Sabtu, 19 September 2026 - 09:29 WITA

Dorong Guru Melek AI , MAFIDO Makassar Kolaborasi dengan KKG 

Sabtu, 19 September 2026 - 08:49 WITA

Tim Cara’de PPK Ormawa BEM KMF TP UH Gelar Lokakarya dan Paparkan Hasil Program Smart Hydro-Feed Farming di Desa Tinggimae

Jumat, 18 September 2026 - 20:10 WITA

Manager PLN UPT Makassar Audiensi dengan Kapolres Enrekang, Bahas Mitigasi Karhutla dan Pengamanan Aset Transmisi

Berita Terbaru

Berita

Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:32 WITA