MAKASSAR,FILALIN.COM, – Minat masyarakat Makassar terhadap investasi terus menunjukkan tren positif. Namun, di tengah semakin mudahnya akses ke berbagai instrumen investasi, pemahaman mengenai risiko dan pengelolaan keuangan dinilai tetap menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Semangat itulah yang mewarnai gelaran Edufest atau Roadshow Eduvest yang menjadi bagian dari rangkaian BRI Consumer Expo 2026 di Main Atrium Trans Studio Mall Makassar, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah praktisi dari sektor pasar modal, reksa dana hingga pegadaian untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai investasi yang sehat dan terukur.
Program Eduvest yang digagas oleh PT BRI Danareksa Sekuritas ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pasar modal, penggunaan aplikasi investasi, hingga analisis teknikal dan fundamental agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi yang lebih baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
M.Hanafi Fauzi Seva Unit Gadai Efek PT Pegadaian, menjelaskan bahwa masyarakat kini memiliki pilihan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset investasi yang dimiliki.
“Layanan Gadai Efek merupakan solusi likuiditas yang memungkinkan nasabah memperoleh pembiayaan tanpa harus melepas aset investasinya. Layanan ini dapat digunakan oleh investor individu maupun institusi yang memiliki portofolio saham atau obligasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan memenuhi kriteria sebagai barang jaminan,” ujar Hanafi.
Ia menjelaskan, proses pengajuan layanan tersebut kini telah berbasis digital sehingga mulai dari verifikasi hingga pencairan dana dapat dilakukan secara lebih cepat dan mudah.
Menurut Hanafi, Pegadaian terus berupaya menghadirkan solusi keuangan yang inklusif bagi masyarakat, termasuk investor ritel yang membutuhkan fleksibilitas dalam mengelola keuangan tanpa kehilangan potensi pertumbuhan dari aset investasinya.
“Kami berharap layanan ini dapat menjadi alternatif pembiayaan yang aman dan modern bagi masyarakat. Melalui edukasi seperti Eduvest, kami juga ingin memperluas pemahaman masyarakat tentang pasar modal dan berbagai instrumen pendukungnya,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara. Area talkshow dipenuhi peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja, pelaku usaha hingga mahasiswa.
Technical Analyst PT BRI Danareksa Sekuritas, Reza Deafanda, menilai tingginya animo tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Makassar terhadap investasi semakin meningkat.
“Minat masyarakat Makassar sangat tinggi. Kami melihat peserta yang hadir cukup beragam dan seluruh kursi yang tersedia terisi penuh. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin ingin memahami investasi secara lebih mendalam,” ujar Reza.
Ia mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak takut memulai investasi. Namun, langkah tersebut harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai mengenai instrumen yang dipilih dan risiko yang menyertainya.
“Investasi itu proses belajar. Jangan takut mencoba, tetapi pahami dulu risikonya, kenali instrumennya, dan terus belajar mengikuti perkembangan pasar,” kata Reza.
Menurut dia, kondisi pasar saham yang sempat mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir tidak serta merta menutup peluang keuntungan bagi investor.
“Pasar selalu bergerak dinamis. Meski sempat terkoreksi, peluang pemulihan masih terbuka. Ada beberapa faktor global maupun domestik yang mulai memberikan sinyal positif, termasuk kemungkinan rebound IHSG,” ujarnya.
Sementara itu, Head Department of Customer Engagement Analyst PT BRI Danareksa Sekuritas, Chori Agung Ramadhani, menekankan bahwa investasi bukan lagi aktivitas yang hanya bisa dilakukan kelompok tertentu.
Menurut dia, masyarakat yang baru mengenal pasar modal pun dapat mulai berinvestasi dengan modal pengetahuan yang cukup dan strategi yang tepat.
Chori menyebut ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan investor pemula.
“Pertama, pahami produk atau bisnis perusahaan yang sahamnya akan dibeli. Kedua, lihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Ketiga, pastikan saham tersebut memiliki tingkat likuiditas yang baik sehingga mudah diperjualbelikan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Makassar mengikuti kegiatan edukasi investasi.
“Minat investasi yang meningkat harus diimbangi dengan literasi yang baik. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya ikut tren, tetapi benar-benar memahami keputusan keuangan yang mereka ambil,” kata Chori.
Salah seorang peserta, Faikraya Andalasia, mengaku tertarik mengikuti Edufest BRI 2026 karena ingin memahami lebih jauh pengaruh isu geopolitik dan politik terhadap pergerakan pasar modal.
Mahasiswa semester empat Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Makassar itu mengaku sudah mulai berinvestasi di reksa dana sejak kelas tiga SMP.
“Saya ingin memahami bagaimana kondisi politik dan geopolitik memengaruhi pasar modal. Selama ini saya sudah investasi di reksa dana, tetapi belum masuk ke saham. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih tertarik untuk mencoba,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan edukasi seperti Edufest dapat terus digelar agar semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya investasi dan pengelolaan keuangan.
Tingginya minat masyarakat Makassar terhadap investasi dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal di daerah. Namun, di balik peluang yang terbuka lebar, edukasi tetap menjadi kunci agar masyarakat dapat berinvestasi secara aman, memahami risiko, dan mengambil keputusan keuangan secara bijak. (*)




















