MAKASSAR,FILALIN.COM, — Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong percepatan hilirisasi dan investasi berkelanjutan melalui ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.
Final SSIC 2026 digelar di Ruang Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (27/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang merupakan bagian dari Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN) itu mengusung tema “Transformasi Ekonomi Sulawesi Selatan melalui Hilirisasi dan Penguatan Investasi Berkelanjutan”.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, mengatakan SSIC tidak hanya menjadi ajang kompetisi antardaerah, tetapi juga menjadi wadah untuk menyiapkan proyek investasi agar semakin siap ditawarkan kepada investor.
“Penghargaan yang diberikan pada hari ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal menuju tahapan yang lebih menentukan, yaitu mempertemukan proyek dengan investor, memperoleh komitmen, dan mewujudkannya menjadi investasi,” kata Firman dalam sambutannya.
Menurut dia, realisasi investasi dari proyek-proyek tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah, termasuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lima proyek masuk final
SSIC merupakan program tahunan Forum PINISI SULTAN yang telah digelar sejak 2021.
Pada 2026, proses seleksi diawali dengan penyaringan Executive Summary proyek Clean and Clear (CnC) yang berlangsung pada Mei hingga Juni.
Dari proses tersebut, terpilih 22 usulan Investment Project Ready to Offer (IPRO) dari 21 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang menghasilkan 18 usulan IPRO dari 16 kabupaten/kota.
Setelah melalui proses verifikasi lapangan dan pendampingan teknis penyusunan IPRO bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), lima proyek kemudian ditetapkan sebagai finalis.
Kelima proyek tersebut yakni industri pakan ternak dari Kabupaten Jeneponto, industri tepung beras dari Kabupaten Sidrap, industri minyak ikan andalan dari Kabupaten Sinjai, perkebunan kopi arabika specialty terintegrasi dari Kabupaten Toraja Utara, serta industri pengolahan udang terintegrasi berbasis ekonomi sirkular dari Kabupaten Barru.
Kelima finalis mempresentasikan proyek mereka di hadapan Dewan Juri SSIC 2026.
Dewan juri terdiri dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Prof. Marsuki, DEA, Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan Asrul Sani, serta Team Leader Divisi Pengembangan Proyek PT SMI Tata Sumirat.
Selain menentukan proyek terbaik, proses presentasi dan tanya jawab juga diarahkan untuk meningkatkan kelayakan serta kesiapan proyek sebelum ditawarkan kepada calon investor.
Sinjai raih IPRO terbaik
Berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri, industri minyak ikan dari Kabupaten Sinjai ditetapkan sebagai IPRO Terbaik I SSIC 2026.
Posisi kedua diraih industri pengolahan udang terintegrasi berbasis ekonomi sirkular dari Kabupaten Barru.
Sementara itu, industri pakan ternak dari Kabupaten Jeneponto menempati posisi ketiga.
Firman mengatakan, proyek-proyek yang telah dihasilkan melalui SSIC masih akan diperkuat agar semakin menarik bagi investor.
Penguatan tersebut mencakup kesiapan lahan, legalitas dan perizinan, infrastruktur pendukung, skema bisnis dan pembiayaan, kepastian off-taker, hingga kelayakan finansial.
“Ke depan, proyek investasi unggulan Sulawesi Selatan perlu diarahkan untuk memperkuat basis industri daerah, mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
BI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui PINISI SULTAN juga akan melanjutkan promosi proyek melalui market sounding, business matching, forum promosi investasi, serta memperluas jejaring dengan calon investor dan mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu agenda promosi investasi tersebut akan dilakukan melalui Sulampua Investment Forum (SIF) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Kota Makassar.
Melalui rangkaian program tersebut, Sulawesi Selatan diharapkan semakin kuat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus destinasi investasi yang kompetitif, produktif, inklusif, dan berkelanjutan. (*)




















