Pelindo Regional 4 Gandeng BNN, Edukasi Antinarkoba Sasar Ketahanan Pelajar

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 08:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM — Pencegahan narkoba di kalangan pelajar tidak cukup hanya dengan meminta anak-anak menjauhinya. Mereka juga perlu dibekali pengetahuan untuk mengenali risiko, memahami berbagai bentuk dan modus peredaran, serta memiliki keberanian untuk menolak ketika berhadapan dengan lingkungan yang berpotensi menjerumuskan.

 

Pesan itulah yang mengemuka dalam Program Edukasi Anti Narkoba untuk Sekolah yang digelar di SMA Negeri 4 Makassar, Rabu (9/9/2026). Program tersebut mempertemukan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan, dan Yayasan Sustainable Impact.ID dalam satu agenda pencegahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bagi Pelindo Regional 4, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam rangka Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Namun, substansinya diarahkan lebih jauh: membangun ketahanan pelajar agar mereka mampu melindungi diri dan lingkungan terdekat dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

 

## Pelindo Regional 4 Pilih Sekolah sebagai Titik Pencegahan

 

Pemilihan lingkungan sekolah sebagai lokasi edukasi memiliki alasan yang kuat. Sekolah menjadi ruang tempat anak-anak memperoleh pengetahuan sekaligus membentuk karakter sebelum memasuki fase kehidupan yang lebih luas.

 

Kepala SMA Negeri 4 Makassar, Andi Supardin Gading, mengapresiasi dipilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi pelaksanaan program. Menurutnya, edukasi bahaya narkoba penting untuk membangun pemahaman sekaligus memperkuat ketahanan diri para pelajar.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pelindo, BNN Provinsi Sulawesi Selatan, dan Yayasan Sustainable Impact.ID atas pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Andi Supardin Gading.

 

Ia berharap materi yang diterima siswa tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi. Para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan menyebarkan pesan positif mengenai pencegahan narkoba di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

 

Harapan tersebut membuat program edukasi tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima informasi. Mereka juga didorong mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang lebih sadar terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

 

## BNN Sulsel: Pengetahuan Menjadi Benteng Awal

 

Kepala BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Brigjen Pol. Agung Prabowo, yang hadir sebagai pemateri, menempatkan pelajar sebagai kelompok strategis dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

 

Menurut Agung, pengetahuan perlu diperkuat sejak dini agar generasi muda mampu mengenali berbagai bentuk dan modus peredaran narkoba. Pemahaman itu juga penting untuk mengetahui dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan.

 

“Generasi muda harus memiliki keberanian untuk mengatakan tidak pada narkoba. Pengetahuan yang benar menjadi benteng awal agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun lingkungan yang dapat menjerumuskan mereka,” kata Agung.

 

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan tidak semata-mata bertumpu pada larangan. Pelajar perlu memahami alasan mengapa narkoba harus dijauhi dan bagaimana mengenali situasi yang dapat membawa mereka pada penyalahgunaan.

 

Pengetahuan tersebut diharapkan membuat anak-anak lebih siap mengambil keputusan ketika berhadapan dengan ajakan atau pengaruh lingkungan.

 

## Pencegahan Tidak Bisa Dibebankan kepada BNN

 

Agung menegaskan bahwa persoalan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, sekolah, keluarga, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran dalam membangun lingkungan yang mendukung pencegahan.

 

“Kolaborasi seperti yang dilakukan Pelindo ini sangat penting. Upaya memerangi narkoba tidak dapat dilakukan oleh BNN sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan,” tuturnya.

 

Pesan tersebut menjadi salah satu inti dari kegiatan di SMA Negeri 4 Makassar. Pencegahan narkoba dipandang sebagai kerja bersama yang tidak selesai dalam satu kegiatan penyuluhan.

 

Sekolah berperan memberikan pendidikan dan membangun karakter. Keluarga menjadi lingkungan terdekat bagi anak, sementara pemerintah dan lembaga terkait memiliki fungsi dalam pencegahan. Dunia usaha juga dapat mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat sosial secara langsung.

 

## TJSL Pelindo Menyentuh Persoalan Generasi Muda

 

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, mengatakan program edukasi antinarkoba merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia.

 

Menurut Rinto, Pelindo ingin berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan produktif melalui program TJSL tersebut.

 

“Melalui program TJSL ini, Pelindo ingin berkontribusi dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba,” ujar Rinto.

 

Ia mengaitkan kegiatan tersebut dengan makna kemerdekaan. Kemerdekaan, kata dia, perlu dimaknai sebagai kebebasan untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita tanpa terbelenggu penyalahgunaan narkoba.

 

Pesan tersebut memberi sudut pandang berbeda terhadap program TJSL. Edukasi antinarkoba tidak ditempatkan semata sebagai kegiatan sosial perusahaan, tetapi sebagai investasi pada kualitas generasi muda.

 

Pelindo Regional 4 berharap kegiatan semacam itu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di lingkungan pendidikan.

 

## Pelajar Didorong Menjadi Agen Perubahan

 

Program edukasi di sekolah juga diarahkan untuk membangun keberanian pelajar mengambil peran.

 

Rinto mengatakan institusi pendidikan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap berbagai risiko sosial. Karena itu, lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk menyampaikan edukasi pencegahan narkoba.

 

“Kami berharap para siswa dapat menjadi pelopor gerakan antinarkoba, dimulai dari diri sendiri kemudian diteruskan kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitarnya,” katanya.

 

Konsep tersebut membuat pencegahan bergerak dari individu ke lingkungan. Seorang siswa yang memiliki pengetahuan dan kesadaran diharapkan dapat membawa pengaruh positif kepada teman sebaya maupun keluarga.

 

Peran pelajar sebagai agen perubahan juga tidak berarti mereka harus mengambil alih tugas lembaga yang berwenang. Peran tersebut lebih pada kemampuan menyampaikan pesan positif dan membangun kebiasaan untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba di lingkungan terdekat.

 

## Menjaga Masa Depan Dimulai dari Kesadaran

 

Ancaman narkoba dalam kegiatan tersebut dilihat tidak hanya dari sisi kesehatan. BNN Sulsel menekankan bahwa dampaknya dapat menjangkau pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan generasi muda.

 

Karena itu, membangun kesadaran pelajar menjadi bagian penting dari pencegahan. Anak-anak yang memahami risiko diharapkan tidak mudah menerima ajakan atau pengaruh yang dapat membawa mereka pada penyalahgunaan narkoba.

 

Di sinilah edukasi memiliki peran yang berbeda dengan penindakan. Jika penindakan bekerja ketika pelanggaran telah terjadi, edukasi berupaya memperkuat pengetahuan dan sikap sebelum persoalan muncul.

 

Program yang digelar Pelindo Regional 4 bersama BNN Provinsi Sulawesi Selatan dan Yayasan Sustainable Impact.ID tersebut mengambil posisi pada ruang pencegahan itu.

 

## Kolaborasi Menjadi Kunci Keberlanjutan

 

Kegiatan di SMA Negeri 4 Makassar juga memperlihatkan bahwa program antinarkoba membutuhkan kesinambungan. Satu kali edukasi dapat membuka pengetahuan, tetapi lingkungan yang konsisten diperlukan agar pesan tersebut tetap hidup dalam keseharian siswa.

 

Karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci yang berulang dalam kegiatan tersebut. Pelindo membawa dukungan melalui program TJSL, BNN memberikan edukasi sesuai perannya, Yayasan Sustainable Impact.ID menjadi mitra pelaksanaan, sedangkan sekolah menjadi ruang tempat pesan tersebut diterima dan dikembangkan.

 

Pelindo Regional 4 menyatakan akan terus mendorong program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

 

Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan kualitas generasi muda Indonesia.

 

## Dari Sekolah, Pesan Antinarkoba Diharapkan Menyebar

 

Peringatan kemerdekaan dalam kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni. Bagi Pelindo Regional 4, momentum tersebut diterjemahkan melalui kegiatan yang menyentuh salah satu persoalan yang dapat mengancam masa depan generasi muda.

 

Di SMA Negeri 4 Makassar, pesan yang dibawa cukup jelas: pelajar perlu memiliki pengetahuan, keberanian, dan ketahanan diri untuk mengatakan tidak pada narkoba.

 

Pada saat yang sama, pencegahan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu lembaga. Sekolah, keluarga, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu berada dalam satu gerakan yang konsisten.

 

Program edukasi antinarkoba yang digelar Pelindo Regional 4 bersama BNN Provinsi Sulawesi Selatan dan Yayasan Sustainable Impact.ID akhirnya menjadi contoh bagaimana TJSL dapat diarahkan pada persoalan yang dekat dengan masa depan masyarakat.

 

Sebab, menjaga generasi muda dari narkoba bukan hanya tentang mencegah satu perilaku berisiko. Lebih jauh, upaya itu menyangkut kesempatan anak-anak untuk tetap sehat, belajar, tumbuh, dan mengejar cita-cita tanpa kehilangan masa depan karena penyalahgunaan narkoba. (*)

# Pelindo Regional 4 Gandeng BNN, Edukasi Antinarkoba Sasar Ketahanan Pelajar

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid SD Inpres Mangga Tiga Jadi Ruang Belajar Karakter dan Kejujuran
Kasdam XIV/Hasanuddin Tinjau Jembatan Garuda Gowa, Soroti Keamanan Sebelum Digunakan
PJM Periksa Banten dan Panjang, Temuan Operasional Jadi Fokus Pembenahan
Pelindo Regional 4 & Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum
EDUKASI DAMPAK PENUMPUKAN SAMPAH, SERTA PRAKTIK DASAR PEMILAHAN SAMPAH
PJM Dorong Kolaborasi dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui RRI Fest Medan 2026
Buktikan Keunggulan Sebagai Mobil No. 1 Pilihan Keluarga Indonesia  Kalla Toyota Kembali Gelar Event ‘Toyota Serbu’ 
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Dukung Sidak Pemkot Makassar, Pastikan Ketersediaan LPG 3 Kg di Pangkalan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 08:55 WITA

Pelindo Regional 4 Gandeng BNN, Edukasi Antinarkoba Sasar Ketahanan Pelajar

Kamis, 10 September 2026 - 06:39 WITA

Maulid SD Inpres Mangga Tiga Jadi Ruang Belajar Karakter dan Kejujuran

Rabu, 9 September 2026 - 15:54 WITA

Kasdam XIV/Hasanuddin Tinjau Jembatan Garuda Gowa, Soroti Keamanan Sebelum Digunakan

Rabu, 9 September 2026 - 14:53 WITA

PJM Periksa Banten dan Panjang, Temuan Operasional Jadi Fokus Pembenahan

Rabu, 9 September 2026 - 13:37 WITA

Pelindo Regional 4 & Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Berita Terbaru