MAKASSAR,FILALIN.COM, – Partai Golkar mulai memperkuat strategi regenerasi politik dengan menjadikan generasi muda sebagai salah satu fokus utama menghadapi Pemilu 2029. Langkah ini dinilai penting di tengah perubahan pola komunikasi politik yang semakin bergantung pada media sosial dan teknologi digital.
Strategi tersebut mengemuka dalam pelantikan 197 pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2025–2030 di Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (25/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengungkapkan elektabilitas partainya saat ini berada pada kisaran 10 hingga 13 persen. Angka tersebut, menurut dia, menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada kisaran 6 hingga 9 persen.
Namun, bagi Golkar, peningkatan elektabilitas tersebut perlu diikuti strategi yang mampu mempertahankan kepercayaan pemilih sekaligus menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.
Sarmuji menilai Generasi Z memiliki peran penting dalam peta politik mendatang. Generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi digital ini memiliki karakteristik tersendiri dalam mengakses informasi, membentuk opini, dan menentukan pilihan politik.
“Perlu menjadi perhatian bersama adalah generasi muda terutama gen z yang saat ini memiliki peran penting dalam tekhnologi AI ” ujarnya.
Karena itu, ia meminta jajaran Golkar Sulawesi Selatan lebih memperhatikan perkembangan ekosistem digital sebagai bagian dari strategi politik menuju 2029.
Menurut Sarmuji, pendekatan politik tidak cukup hanya mengandalkan pola komunikasi konvensional. Partai juga perlu memahami perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi melalui media sosial dan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Regenerasi Bukan Sekadar Mengisi Struktur
Kehadiran generasi muda dalam kepengurusan Golkar Sulsel diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara partai dan berbagai kelompok masyarakat.
Meski demikian, tantangan regenerasi tidak berhenti pada penempatan kader muda dalam struktur organisasi. Golkar juga perlu membuktikan bahwa keterlibatan generasi muda dapat diterjemahkan menjadi program, gagasan, dan kerja nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepercayaan pemilih muda akan menjadi salah satu faktor penting yang perlu dibangun secara berkelanjutan, terutama ketika persaingan politik semakin terbuka dan masyarakat memiliki banyak saluran untuk menyampaikan aspirasi maupun kritik.
Golkar Sulsel Dikejar Target Konsolidasi
Di tingkat daerah, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, menegaskan bahwa kepengurusan baru menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif, mulai dari DPR RI, DPRD provinsi, hingga DPRD kabupaten dan kota.
Konsolidasi organisasi di seluruh tingkatan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Langkah tersebut diharapkan memperkuat kesiapan partai jauh sebelum tahapan utama Pemilu 2029.
Selain konsolidasi, Golkar Sulsel juga menyiapkan strategi melalui kolaborasi lintas sektor dan penggunaan data survei sebagai bahan evaluasi politik.
Bagi Golkar, Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu basis tradisional partai di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, peningkatan dukungan di daerah ini dinilai dapat berkontribusi terhadap target nasional.
Meski demikian, angka elektabilitas yang disampaikan pengurus partai belum dapat dipandang sebagai jaminan kemenangan pada pemilu mendatang. Hasil survei dapat berbeda bergantung pada waktu pelaksanaan, metode penelitian, dan karakteristik responden.
Pekerjaan rumah Golkar menuju 2029 pun bukan hanya mempertahankan tren elektabilitas, melainkan memastikan konsolidasi organisasi, regenerasi kader, dan pendekatan digital mampu menghasilkan dukungan nyata dari masyarakat.
Dengan waktu menuju Pemilu 2029 yang masih tersedia, keberhasilan strategi tersebut akan sangat ditentukan oleh kemampuan partai menerjemahkan optimisme politik menjadi kerja yang dapat dirasakan publik. (*)


















