GOWA,FILALIN.COM, — Rumah yang layak bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi ruang bagi sebuah keluarga untuk menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman. Harapan itulah yang kini perlahan terwujud bagi Syahrir, warga Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1409/Gowa, rumah Syahrir yang sebelumnya masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kini mulai berubah. Pengerjaan renovasi yang melibatkan personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat telah mencapai 59 persen hingga Minggu (1/11/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi pengerjaan, kebersamaan antara prajurit TNI dan warga menjadi pemandangan tersendiri. Mereka bahu-membahu menyelesaikan setiap bagian bangunan, mulai dari pengerjaan rangka hingga pembentukan ruang rumah.
Bagi Syahrir, pembangunan tersebut bukan hanya tentang berdirinya sebuah bangunan baru. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi keluarganya.
Semangat gotong royong yang terbangun juga memperlihatkan bahwa program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi turut memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.
Komandan Kodim 1409/Gowa, Letkol Arm Sapari, S.Sos., mengapresiasi kerja keras seluruh personel Satgas TMMD dan masyarakat yang terus berkolaborasi mempercepat pembangunan rumah tersebut.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menyukseskan setiap sasaran program TMMD.
“Ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras seluruh anggota Satgas bersama masyarakat yang terus bergotong royong membantu warga,” ujar Letkol Arm Sapari.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut tetap terjaga hingga seluruh pekerjaan selesai, sehingga Syahrir segera dapat menempati rumah yang lebih layak.
“Melalui TMMD, kami ingin kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan warga dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Dengan progres pembangunan mencapai 59 persen, Satgas TMMD ke-130 kini terus memacu penyelesaian sisa pekerjaan sebesar 41 persen.
Bagi Syahrir, setiap bagian rumah yang berhasil diselesaikan menjadi langkah semakin dekat menuju hunian yang lebih baik. Sementara bagi masyarakat Kalebarembeng, proses pembangunan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebab, di balik pembangunan sebuah rumah, ada harapan sebuah keluarga yang sedang diperjuangkan bersama. (*)



















