PALOPO FILALIN.COM, – Dewan Adat Kedatuan Luwu berencana mengunjungi Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, untuk menindaklanjuti sengketa lahan keluarga Mangade To Magi.
Rencana tersebut disampaikan setelah Dewan Adat menerima dokumen riwayat lahan yang diserahkan rumpun keluarga Mangade To Magi di Istana Kedatuan Luwu, Minggu (1/11/2026).
Perwakilan keluarga, Arfah Syam, mengatakan penyerahan dokumen merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada Agustus 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada saat pertemuan awal, kami disampaikan untuk melakukan koordinasi. Alhamdulillah, komunikasi berjalan dengan baik,” ujar Arfah.
Ia berharap dokumen tersebut dapat menjadi bahan telaah Dewan Adat untuk memperjelas riwayat dan posisi lahan yang diklaim sebagai tanah leluhur keluarga.
Dewan Adat selanjutnya akan meneruskan hasil pertemuan kepada Datu Luwu. Datu Luwu bersama perwakilan Dewan Adat direncanakan turun langsung ke Luwu Timur untuk melihat kondisi lahan.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Esong Sulthan menjelaskan bahwa persoalan utama bukan pada kehadiran investor, melainkan penetapan lokasi yang dipersoalkan masyarakat.
“Pada prinsipnya, keluarga besar di Malili, di Lampia ini sangat menerima kehadiran para investor untuk hadir bersama-sama kita membangun tanah dunia ini secara bersama-sama,” kata Andi Esong.
Menurutnya, terdapat persoalan terkait dugaan pergeseran lokasi dari penetapan yang sebelumnya telah disepakati sejumlah pihak.
Sebelumnya, keluarga Mangade To Magi mengklaim sebagian tanah leluhur mereka masuk dalam kawasan Hak Pengelolaan (HPL) Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan industri PT Indonesia Huali Industry Park (IHIP).
Keluarga juga telah meminta penghentian aktivitas pembukaan lahan di area yang dipersoalkan serta meminta kejelasan dokumen Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Kini, keluarga berharap rencana kunjungan Kedatuan Luwu dapat menjadi langkah awal untuk memperjelas status dan riwayat lahan yang mereka klaim sebagai warisan leluhur. (*)




















