Pelindo Regional 4 Kolaborasi dengan Dinas Sosial Gelar Sosialisasi untuk Asongan dan TK Bagasi 

- Penulis

Kamis, 12 Juni 2025 - 17:11 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,  – Dalam rangka meningkatkan ketertiban, kenyamanan, dan kesejahteraan para pedagang asongan dan tenaga kerja (TK) bagasi di lingkungan Pelabuhan Makassar, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 menggelar sosialisasi di Terminal Penumpang Anging Mammiri, Kamis (12/6/2025).

 

Kegiatan ini dilaksanakan atas kolaborasi Pelindo Regional 4 dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, yang menurunkan tim penyuluh profesional untuk memberikan pemahaman kepada para pedagang asongan dan TK bagasi mengenai pentingnya tertib aktivitas, etika pelayanan, hingga alternatif pemberdayaan ekonomi yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Yusida M. Palesang, Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Badaruddin Manaf, Staf Pratama II (PFSO) Pelindo Regional 4 Makassar, Abdul Halid, serta Tim Penyuluh dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan yang menangani Rehabilitasi Sosial yaitu Abdul Halid, Pekerja Sosial Ahli Madya, Maghfiran Raiman, Penyuluh Sosial Ahli Muda, Rifka Ahlan, Pekerja Sosial Ahli Muda, dan Sumarni, Pekerja Sosial Ahli Muda.

 

Dalam sambutannya, Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial Pelindo dalam mewujudkan pelabuhan sebagai ruang publik yang aman, ramah, dan tertib.

 

“Kami menyadari bahwa pedagang asongan dan TK bagasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pelabuhan. Namun, perlu ada pemahaman bersama mengenai batasan dan tata tertib yang harus dijaga demi kelancaran operasional dan kenyamanan penumpang. Sosialisasi ini juga kami arahkan sebagai langkah awal menuju pembinaan dan pemberdayaan ke depannya,” ungkap Yusida.

 

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Pelindo tidak dalam posisi menghilangkan mata pencaharian masyarakat, melainkan menertibkan pola interaksi agar selaras dengan standar pelayanan yang berlaku di Pelabuhan Makassar.

 

Apalagi tambah Yusida, Pelabuhan Makassar akan menjadi pelabuhan hub untuk kegiatan ekspor dan impor. “Oleh karena itu, mari kita jadikan Pelabuhan Makassar menjadi pelabuhan yang lebih baik lagi ke depan,” tukasnya.

 

Sementara itu, Abdul Halid, Pekerja Sosial Ahli Madya Dinas Sosial Provinsi Sulsel menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi sinergi ini karena sejalan dengan misi pemberdayaan sosial dan pengurangan kerentanan ekonomi masyarakat sektor informal.

 

“Kami memberikan pemahaman soal etika berdagang di ruang publik, serta memperkenalkan peluang program pemberdayaan yang bisa diakses oleh mereka. Sosialisasi ini bukan hanya bicara aturan, tapi juga solusi dan kesempatan yang bisa diraih jika mereka ingin beralih atau mengembangkan usahanya,” ujar Abdul Halid.

 

Para pedagang asongan dan TK bagasi pun menyambut baik sosialisasi ini dan berharap ada tindak lanjut yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan mereka.

 

Salah satu pedagang asongan yang telah cukup lama berjualan di Pelabuhan Makassar mengakui bahwa kegiatan ini membuatnya merasa diperhatikan.

 

“Biasanya kami cuma dengar ada penertiban saja, tapi kali ini kami diberikan penjelasan dengan baik. Saya berharap kalau ada pelatihan atau bantuan usaha, kami juga dilibatkan,” katanya.

 

Senada, salah seorang tenaga kerja bagasi Pelabuhan Makassar juga mengaku antusias mendapatkan sosialisasi langsung dari pihak Pelindo dan Dinas Sosial.

 

“Melalui sosialisasi ini, kami bisa lebih mengetahui aturan dan cara kerja yang lebih aman dan sesuai prosedur. Kami siap ikut kalau ada pelatihan ke depannya,” tuturnya.

 

Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 4 berharap tercipta ekosistem pelabuhan yang tertib, aman, dan manusiawi bagi seluruh pihak yang terlibat, serta memperkuat sinergi antara pengelola pelabuhan, instansi pemerintah, dan masyarakat sekitar dalam membangun masa depan pelabuhan yang inklusif. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PJM Laksanakan Evaluasi Berkala Semester I 2026 terhadap Layanan Pemanduan dan Penundaan
Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang
Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital
ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah
Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026
SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar
Rutin Gelar Donor Darah, UIT Makassar Sabet Penghargaan Kemanusiaan dari PMI Sulsel
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:00 WITA

PJM Laksanakan Evaluasi Berkala Semester I 2026 terhadap Layanan Pemanduan dan Penundaan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:50 WITA

Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru

Sabtu, 26 September 2026 - 20:17 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang

Sabtu, 26 September 2026 - 19:03 WITA

Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 17:30 WITA

ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

Berita Terbaru

Berita

Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital

Sabtu, 26 Sep 2026 - 19:03 WITA