Plt Ketua OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,FILALIN.COM,.– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan. Hal tersebut disampaikan dalam hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Februari 2026.

Pejabat Pengganti (Plt) Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan ketahanan sektor jasa keuangan didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta manajemen risiko yang terjaga. “Stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terpelihara dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Di sektor pasar modal, tekanan yang sempat terjadi pada awal tahun dinilai mulai mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.235,49 pada 27 Februari 2026, terkoreksi 1,13 persen secara month to date dan 4,76 persen secara year to date. Meski demikian, jumlah investor pasar modal terus meningkat dan mencapai 22,88 juta hingga akhir Februari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, kinerja intermediasi perbankan tetap menunjukkan tren positif. Penyaluran kredit pada Januari 2026 tumbuh 9,96 persen secara tahunan menjadi Rp8.557 triliun. Dana pihak ketiga juga tumbuh 13,48 persen yoy menjadi Rp10.076 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross terjaga di level 2,14 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 25,87 persen.

Dari sektor industri keuangan nonbank, total aset industri asuransi tercatat Rp1.214,82 triliun atau tumbuh 5,96 persen yoy. Aset dana pensiun juga meningkat 11,21 persen menjadi Rp1.686,11 triliun, menunjukkan kinerja industri yang tetap stabil.

Pada sektor pembiayaan dan keuangan digital, piutang pembiayaan tercatat Rp508,27 triliun. Outstanding pinjaman daring (pindar) tumbuh 25,52 persen yoy menjadi Rp98,54 triliun, dengan tingkat risiko kredit macet (TWP90) sebesar 4,38 persen.

Friderica menegaskan OJK akan terus memperkuat pengawasan dan perlindungan konsumen, termasuk melalui optimalisasi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). “OJK berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan dan memastikan sektor jasa keuangan tetap resilien dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Minta Konflik Agraria Tak Lagi Ditangani Represif, Laoli di Luwu Timur Kini Jadi Ujian
BI Sulsel Gelar Pelatihan Wartawan di Bali, Dorong Kompetensi Jurnalistik Ekonomi
Sambut HUT Polwan ke-78, Polwan Polresta Gowa Rawat Silaturahmi dengan Para Senior
Bukit Baruga Bangun Konsep Community Living, Hunian yang Tumbuh Bersama Kehidupan Penghuninya
Beasiswa Kalla 2026 Jangkau 1.236 Pendaftar, 64 Mahasiswa Lolos Gelombang Pertama
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Pengelolaan Sampah di Kolaka melalui Bantuan Motor Tiga Roda
I Love Monday, Cara Baru Mal Ratu Indah Bikin Senin Lebih Seru
Babinsa Koramil 06/Bajeng Kawal Distribusi Pemenuhan Gizi 3.120 Penerima Manfaat di Bontosunggu
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:12 WITA

DPR Minta Konflik Agraria Tak Lagi Ditangani Represif, Laoli di Luwu Timur Kini Jadi Ujian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:44 WITA

BI Sulsel Gelar Pelatihan Wartawan di Bali, Dorong Kompetensi Jurnalistik Ekonomi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26 WITA

Sambut HUT Polwan ke-78, Polwan Polresta Gowa Rawat Silaturahmi dengan Para Senior

Kamis, 27 Agustus 2026 - 03:28 WITA

Bukit Baruga Bangun Konsep Community Living, Hunian yang Tumbuh Bersama Kehidupan Penghuninya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:20 WITA

Beasiswa Kalla 2026 Jangkau 1.236 Pendaftar, 64 Mahasiswa Lolos Gelombang Pertama

Berita Terbaru