MAKASSAR,FILALIN.COM, – Mentari Foundation mengadakan festival interaktif dan inklusif bertajuk Festival Titik Koma 2.0 di Makassar, yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Bersama Lingkar Bertahan, inisiatif kesehatan mental di bawah naungan Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin, Mentari Foundation menggagas ruang pertemuan ini dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental dan menciptakan ruang publik yang inklusif terutama bagi penyintas psikososial.
Mentari Foundation merupakan salah satu dari tiga Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) di Kota Makassar yang mendapatkan seed funding atau pendanaan untuk merealisasikan solusi inklusif lewat inisiatif Urban Citizenship Fund (UCF) dari Kota Kita dalam program SEMARAK Inklusi, bersama dengan Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) dan Komunitas Orang Tua Anak dengan Sindroma Down (KOADS).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut mengundang Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, S.H. yang diwakili oleh Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, H. Akhmad Namsum, S.Ag., M.M., serta Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Talenta, dan Kesejahteraan, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. Dalam rangkaian acara ini Mentari Foundation meresmikan Tembok Setara, sebuah mural edukatif yang mengangkat pesan mengenai kesehatan mental dan kesetaraan berlandaskan aspirasi dan pengalaman warga muda Kota Makassar.
“Kesehatan mental perlu menjadi perhatian kita bersama. Isu ini seringkali luput dari perhatian, terutama karena disabilitas mental tidak tampak secara fisik. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen penuh untuk terus mewujudkan kota yang benar-benar inklusif dan setara bagi semua.” kata Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, H. Akhmad Namsum, S.Ag., M.M. “Peran berbagai pemangku kepentingan seperti Organisasi Penyandang Disabilitas, akademisi seperti UNHAS, dan stakeholder lainnya, termasuk seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk mendorong Kota Makassar yang lebih inklusif. Mari bersama-sama berkolaborasi, menjaga, dan membangun Kota Makassar sebagai rumah yang setara untuk kita semua.”
Dalam kesempatan tersebut Kota Kita juga menyerahkan secara simbolis penghargaan kepada Pemerintah Kota Makassar dalam Inclusive City Movement atau Gerakan Kota Inklusif Makassar yang meraih pengakuan internasional melalui 20th International Observatory on Participatory Democracy (OIDP) Awards untuk “Best Practice in Citizen Participation” dengan Penghargaan Khusus dalam kategori Gender and Care yang dianugerahkan pada 23 September 2026 di Krakow, Polandia.
“Semua langkah baik ini dapat terwujud berkat kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Makassar, Opdis, Kota Kita, serta para mitra yang selalu terbuka untuk bekerja bersama. Kami juga bersyukur atas apresiasi global yang diterima, yaitu dari International Observatory on Participatory Democracy (atau OIDP) Awards on Best Practice Citizen Participation untuk kategori Gender and Care. Pengakuan ini menjadi semangat dan pengingat bagi kita semua bahwa kolaborasi multipihak dan komitmen terhadap kesetaraan sangat penting dalam setiap perumusan kebijakan.” ujar Fuad Jamil, Fasilitator Senior di Kota Kita.
Gerakan Kota Inklusif Makassar merupakan kemitraan jangka panjang antara Kota Kita, Kota Makassar, Ford Foundation dan UNESCO sejak 2025 untuk mempromosikan kota inklusif disabilitas yang mendorong serangkaian aksi lokal dalam menciptakan ruang-ruang inklusif bagi penyandang disabilitas melalui pendekatan co-design atau rancang bersama.
Dalam perjalanannya, Gerakan Kota Inklusif Makassar telah mengumpulkan data disabilitas yang dirangkum dalam Profil Inklusif Disabilitas Kota Makassar, melakukan pengembangan kapasitas bagi OPDis melalui program Suara Inklusi, melibatkan penyandang disabilitas dan kelompok rentan dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah, serta mendorong terselenggaranya Musrenbang Tematik Kelompok Rentan di Kota Makassar.
Rangkaian acara ini merupakan momentum bersama untuk merayakan berbagai upaya dan inisiatif dalam membangun kota Makassar yang inklusif, sekaligus memperkuat komitmen terhadap pentingnya kesehatan mental dan kesetaraan di Kota Makassar.
Selain itu, kolaborasi erat yang terjalin dengan Pemerintah Kota Makassar ini mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang adil, inklusif, dan dapat diakses oleh semua, khususnya penyandang disabilitas. Bersama-sama, kita dapat membangun kota di mana setiap orang dapat berpartisipasi penuh dan ikut membentuk masa depan yang lebih adil dan setara. (*)


















