Kedatuan Luwu Tindak Lanjuti Sengketa Lahan Mangade To Magi di Luwu Timur

- Penulis

Selasa, 3 November 2026 - 20:23 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PALOPO FILALIN.COM,  – Dewan Adat Kedatuan Luwu berencana mengunjungi Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, untuk menindaklanjuti sengketa lahan keluarga Mangade To Magi.

Rencana tersebut disampaikan setelah Dewan Adat menerima dokumen riwayat lahan yang diserahkan rumpun keluarga Mangade To Magi di Istana Kedatuan Luwu, Minggu (1/11/2026).

Perwakilan keluarga, Arfah Syam, mengatakan penyerahan dokumen merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada saat pertemuan awal, kami disampaikan untuk melakukan koordinasi. Alhamdulillah, komunikasi berjalan dengan baik,” ujar Arfah.

Ia berharap dokumen tersebut dapat menjadi bahan telaah Dewan Adat untuk memperjelas riwayat dan posisi lahan yang diklaim sebagai tanah leluhur keluarga.

Dewan Adat selanjutnya akan meneruskan hasil pertemuan kepada Datu Luwu. Datu Luwu bersama perwakilan Dewan Adat direncanakan turun langsung ke Luwu Timur untuk melihat kondisi lahan.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Esong Sulthan menjelaskan bahwa persoalan utama bukan pada kehadiran investor, melainkan penetapan lokasi yang dipersoalkan masyarakat.

“Pada prinsipnya, keluarga besar di Malili, di Lampia ini sangat menerima kehadiran para investor untuk hadir bersama-sama kita membangun tanah dunia ini secara bersama-sama,” kata Andi Esong.

Menurutnya, terdapat persoalan terkait dugaan pergeseran lokasi dari penetapan yang sebelumnya telah disepakati sejumlah pihak.

Sebelumnya, keluarga Mangade To Magi mengklaim sebagian tanah leluhur mereka masuk dalam kawasan Hak Pengelolaan (HPL) Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan industri PT Indonesia Huali Industry Park (IHIP).

Keluarga juga telah meminta penghentian aktivitas pembukaan lahan di area yang dipersoalkan serta meminta kejelasan dokumen Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kini, keluarga berharap rencana kunjungan Kedatuan Luwu dapat menjadi langkah awal untuk memperjelas status dan riwayat lahan yang mereka klaim sebagai warisan leluhur. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah, Perkuat Pembiayaan Sektor Riil
Hari Kedua IIFS 2026 di Makassar, OJK Fokus Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah dan Perluas Akses Pembiayaan
Golkar Sulsel Tunda Musda Enrekang, Tunggu Surat Diskresi DPP 
Melaju Kencang! Progres 77 Persen Bawa Jalan Tani Kalebarembeng Dekat Garis Akhir
21 Daerah di Sulsel Beralih ke Bank Syariah, OJK Dorong Integrasi Industri Keuangan
DARI GAYA HIDUP AKTIF HINGGA FINANSIAL SEHAT, OJK AJAK MASYARAKAT SULSEL CINTAI KEUANGAN SYARIAH
OJK DORONG INOVASI KEUANGAN SYARIAH BERBASIS KONSUMEN UNTUK PERKUAT DAYA SAING INDUSTRI
IIFS 2026 Resmi Digelar di Makassar, Gubernur dan Pimpinan OJK Hadiri Pembukaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:23 WITA

Kedatuan Luwu Tindak Lanjuti Sengketa Lahan Mangade To Magi di Luwu Timur

Selasa, 3 November 2026 - 19:54 WITA

OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah, Perkuat Pembiayaan Sektor Riil

Selasa, 3 November 2026 - 14:48 WITA

Hari Kedua IIFS 2026 di Makassar, OJK Fokus Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah dan Perluas Akses Pembiayaan

Selasa, 3 November 2026 - 14:31 WITA

Golkar Sulsel Tunda Musda Enrekang, Tunggu Surat Diskresi DPP 

Selasa, 3 November 2026 - 11:07 WITA

Melaju Kencang! Progres 77 Persen Bawa Jalan Tani Kalebarembeng Dekat Garis Akhir

Berita Terbaru